Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

OECD Ramal Ekonomi Indonesia Merosot 4,7 Persen, Pengangguran Naik Tipis di 2025

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Kamis, 05 Juni 2025 | 07:57 WIB
OECD Ramal Ekonomi Indonesia Merosot 4,7 Persen, Pengangguran Naik Tipis di 2025
Ilustrasi ekonomi di Indonesia diramal menurun. (Gerd Altmann/Pixabay)

Suara.com - OECD atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7 persen di 2025. Sedangkan pada 2026 diramal ekonomi Indonesia hanya tembus 4,8 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini bakal melambat dikarenakan pengumuman mengenai tarif diskon listrik yang batal dan anggaran makan bergizi gratis yang belum sempurna.

"Perluasan program makanan gratis untuk anak sekolah dan ibu hamil serta pembentukan dana kekayaan negara baru, serta pendapatan yang hilang dari diskon harga listrik sementara pada awal tahun 2025 akan memberikan tekanan ke atas sekitar 1,6% PDB pada defisit anggaran," tulis laporan tersebut yang dilansir dari website resmi OECD, Kamis (5/6/2025).

Sementara itu, ketidakpastian tentang kebijakan fiskal domestik akan meredam kenaikan ini.

Lalu, pertumbuhan ekspor diperkirakan melambat di tengah ketegangan perdagangan global. Inflasi diproyeksikan meningkat menjadi 2,3 persen pada tahun 2025 dan 3 persen pada tahun 2026, karena depresiasi mata uang baru-baru ini secara bertahap memengaruhi harga domestik.

Sedangkan, defisit akun berjalan diperkirakan akan melebar sedikit, tetapi penurunan lebih lanjut dalam harga komoditas dapat memperburuk hal ini dengan menekan pendapatan ekspor.

Kebijakan moneter diperkirakan akan terus mereda selama tahun 2025 dan 2026, karena tekanan inflasi tetap terkendali di tengah pertumbuhan yang lemah.

Kebijakan fiskal diproyeksikan akan netral secara umum pada tahun 2025, karena peningkatan pengeluaran untuk program makanan gratis dan investasi publik tambahan melalui dana kekayaan negara baru (“Danantara”) akan dibiayai oleh pemotongan pengeluaran di tempat lain.

Sebab, bisa mengurangi hambatan regulasi terhadap investasi asing dan meningkatkan efisiensi belanja publik melalui peningkatan penargetan manfaat sosial bagi rumah tangga rentan merupakan prioritas kebijakan jangka menengah utama.

Dalam laporan itu juga menunjukkan, pertumbuhan PDB riil tahunan yang tidak disesuaikan secara musiman melambat menjadi 4,9 persen pada kuartal pertama tahun 2025, di tengah investasi yang lemah, konsumsi rumah tangga yang stabil, dan kontribusi positif dari ekspor neto.

Sementara tingkat pengangguran menjadi 4,8 persen pada kuartal pertama tahun 2025. Salah satu nilai terendah dalam dua dekade, ekonomi tampaknya telah melambat, karena sentimen konsumen dan bisnis memburuk dan harga komoditas ekspor utama menurun.

Inflasi yang rendah mendukung pendapatan rumah tangga riil, tetapi biaya pinjaman yang tinggi terus membebani investasi. Inflasi telah turun dari sekitar 6 persen pada paruh kedua tahun 2022 menjadi 2 persen pada bulan April 2025, karena pengetatan kebijakan moneter, normalisasi harga pangan dan komoditas, serta diskon harga listrik sementara pada bulan Januari dan Februari 2025.

Kebijakan moneter diperkirakan akan dilonggarkan selama tahun 2025-26. Bank sentral memulai siklus pelonggaran yang sedang berlangsung pada bulan Agustus 2024, sehingga suku bunga kebijakan dari 6,25 persen menjadi 5,5 persen pada bulan Mei, tetapi kondisi keuangan tetap terbatas.

Ilustrasi pengangguran di Indonesia. [Istimewa]
Ilustrasi pengangguran di Indonesia. [Istimewa]

Dengan ekspektasi inflasi yang stabil dan pertumbuhan permintaan domestik yang diproyeksikan berada di bawah tren, ada ruang bagi bank sentral untuk lebih lanjut menurunkan suku bunga kebijakan ke tingkat yang lebih netral sekitar 5 persen.

Mengejar pendekatan yang bergantung pada data yang menyeimbangkan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemantauan ketat terhadap tekanan harga dari depresiasi mata uang baru-baru ini adalah kunci untuk mempertahankan inflasi secara berkelanjutan dalam kisaran target bank sentral. Defisit anggaran pemerintah diperkirakan akan meningkat dari 2,3 persen PDB pada tahun 2024 menjadi 2,8 persen pada tahun 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Jenis Investasi yang Baik Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat

7 Jenis Investasi yang Baik Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat

News | Minggu, 25 Mei 2025 | 16:11 WIB

Selain Tarif AS, Ketua APINDO Jabar Bongkar Penghambat Investasi di Indonesia

Selain Tarif AS, Ketua APINDO Jabar Bongkar Penghambat Investasi di Indonesia

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:19 WIB

Gempuran Tarif AS! CORE dan Suara.com Bahas Solusi untuk UMKM dan Industri Ekspor

Gempuran Tarif AS! CORE dan Suara.com Bahas Solusi untuk UMKM dan Industri Ekspor

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:52 WIB

BI Sebut Ekonomi Indonesia Enggak Jelek Banget, Ini Buktinya

BI Sebut Ekonomi Indonesia Enggak Jelek Banget, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:31 WIB

1 Detik Setelah Prabowo Sahkan RUU Perampasan Aset, Ini Dampak Besar yang Akan Terjadi

1 Detik Setelah Prabowo Sahkan RUU Perampasan Aset, Ini Dampak Besar yang Akan Terjadi

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 11:01 WIB

Terkini

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB