Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bangkrut, Maskapai Jetstar Asia Tutup Operasional per 31 Juli

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 11 Juni 2025 | 16:49 WIB
Bangkrut, Maskapai Jetstar Asia Tutup Operasional per 31 Juli
Ilustrasi pesawat Jetstar. (Pixabay/FranckinJapan)

Suara.com - Qantas yang merupakan pesawat dari Australia akan menutup Jetstar Asia, maskapai penerbangan berbiaya rendah milik grup yang berkantor pusat di Singapura. Hal ini dikarenakan kerugian yang dialami Jetstar.

Salah satunya menghadapi tekanan tingginya biaya operasional, biaya bandara yang lebih tinggi, dan persaingan yang semakin ketat di antara maskapai penerbangan berbiaya rendah.

Maskapai berbiaya murah ini juga mengalami kesulitan akibat meningkatnya biaya pemasok, tingginya tarif bandara, serta persaingan yang semakin ketat di kawasan tersebut. Lebih dari 500 karyawan akan diberhentikan.

Mereka yang memiliki tiket setelah tanggal 31 Juli akan dihubungi oleh maskapai. Serta beberapa di antaranya bisa dipindahkan ke penerbangan lain yang dioperasikan oleh Grup Qantas.

Penumpang yang memesan melalui agen perjalanan atau maskapai lain diminta untuk langsung menghubungi penyedia layanan tersebut. Penutupan ini akan memengaruhi 16 rute penerbangan di Asia, termasuk penerbangan dari Singapura ke Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Meskipun Jetstar Asia akan ditutup, Jetstar Airways yang berbasis di Australia dan Jetstar Japan akan tetap beroperasi seperti biasa, menurut keterangan dari Qantas, pemilik sebagian saham Jetstar Asia.

Selain itu, Qantas mengatakan bahwa 13 pesawat Airbus A320 Jetstar Asia akan secara bertahap dialihkan ke Australia dan Selandia Baru. Langkah ini akan membebaskan modal sebesar 326,40 juta dolar AS bagi maskapai penerbangan nasional tersebut untuk berinvestasi dalam rencana pembaruan armadanya.

Sebab, maskapai diskon yang telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun ini diperkirakan akan mencatatkan kerugian sebesar 35 juta dolar Australia pada tahun keuangan ini.

Sebagai informasi, Jetstar Asia terus terpengaruh secara negatif oleh peningkatan biaya pemasok, biaya tinggi di bandara. Serra meningkatnya persaingan di kawasan tersebut, yang pada dasarnya menantang kemampuannya untuk memberikan keuntungan yang sebanding dengan pasar inti yang berkinerja lebih kuat dalam grup tersebut.

CEO Grup Vanessa Hudson mengatakan bahwa perusahaan telah melihat beberapa biaya pemasok meningkat hingga 200 persen yang secara material mengubah basis biayanya.

"Saat ini kami tengah menjalankan program pembaruan armada paling ambisius dalam sejarah kami, dengan hampir 200 pesanan pesawat dan ratusan juta dolar yang diinvestasikan ke armada kami yang ada,” tambah Hudson dilansir CNN International.

Unit berbiaya rendah tersebut menghadapi persaingan yang semakin ketat dari maskapai berbiaya rendah Asia Tenggara, termasuk AirAsia milik Capital A dan Scoot milik Singapore Airlines.

Qantas meluncurkan Jetstar Asia lebih dari dua dekade lalu, dalam upaya untuk memanfaatkan permintaan perjalanan udara berbiaya rendah yang terus meningkat di benua tersebut.

Jetstar Asia saat ini diperkirakan akan membukukan kerugian EBIT sebesar 35 juta dolar Australia pada tahun keuangan saat ini. Maskapai penerbangan tersebut akan berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli dan akan melanjutkan penerbangan selama tujuh minggu ke depan.

Mantan pelanggan menyampaikan kesedihan mereka atas kabar ini. Beberapa pengguna media sosial menyebut Jetstar Asia sebagai maskapai yang “hangat, efisien, dan luar biasa,” serta berterima kasih karena telah “membuka dan mempopulerkan pasar perjalanan murah di Asia.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, 30 Restoran di Amerika Serikat Sudah Bangkrut

Waduh, 30 Restoran di Amerika Serikat Sudah Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:40 WIB

Angka Kelahiran Rendah, Perusahaan di Jepang Banyak Bangkrut

Angka Kelahiran Rendah, Perusahaan di Jepang Banyak Bangkrut

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 07:28 WIB

Toyota Bantah Akan Akuisisi Neta, Perusahaan Mobil Listrik China yang Disebut Segera Bangkrut

Toyota Bantah Akan Akuisisi Neta, Perusahaan Mobil Listrik China yang Disebut Segera Bangkrut

Otomotif | Kamis, 15 Mei 2025 | 18:40 WIB

Terkini

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB