Panji Winanteya Ruky Dorong Digitalisasi Distribusi Pupuk Bersubsidi Lewat i-Pubers

Iwan Supriyatna

Kamis, 12 Juni 2025 | 14:09 WIB
Panji Winanteya Ruky Dorong Digitalisasi Distribusi Pupuk Bersubsidi Lewat i-Pubers
Meningkatkan kelancaran proses penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers.

Suara.com - Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero) Panji Winanteya Ruky menyatakan akan terus meningkatkan kelancaran proses penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers.

Pihaknya telah melakukan uji coba fitur atau layanan baru pada i-Pubers yang memungkinkan kios pengecer dapat melakukan pemesanan pupuk bersubsidi ke pelaku usaha distribusi.

“Penambahan fitur ini bertujuan untuk memperkuat proses distribusi pupuk subsidi menjadi lebih cepat, efisien, dan terintegrasi, sekaligus juga meningkatkan akuntabilitas,” jelas Panji di Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Pupuk Indonesia, lanjut Panji, telah melakukan uji coba fitur baru i-Pubers tersebut di dua daerah sekaligus, yaitu Kabupaten Madiun, Jawa Timur dan Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama Pupuk Indonesia untuk mewujudkan penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

“Pemerintah sangat mendorong pembangunan sistem informasi pupuk bersubsidi yang terintegrasi, karena data-data yang diperoleh dapat digunakanan untuk keperluan pendataan petani, alokasi, penagihan, hingga evaluasi penyaluran,” jelas Panji.

Lebih lanjut Panji menjelaskan bahwa i-Pubers sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia untuk memudahkan petani dalam menebus pupuk bersubsidi di kios resmi.

i-Pubers secara resmi telah beroperasi di seluruh kios-kios pupuk bersubsidi di Indonesia sejak tahun 2024. Petani yang memiliki kuota di e-RDKK dapat menebus pupuk bersubsidi cukup dengan membawa dan menunjukkan KTP.

Lebih lanjut Panji juga menjelaskan bahwa hingga 9 Juni 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 3,24 juta ton. Rinciannya pupuk Urea sebesar 1,55 juta ton, pupuk NPK 1,57 juta ton, pupuk NPK formula khusus 25,5 ribu ton, dan pupuk organik 98,6 ribu ton.

baca juga

Sementara itu, stok pupuk secara nasional disebutkan tersedia sebanyak 2 juta ton. Terdiri dari pupuk subsidi sebanyak 1,37 juta ton dan pupuk non-subsidi sebanyak 680,8 ribu ton.

Pupuk bersubsidi merupakan salah satu program strategis pemerintah Indonesia dalam mendukung sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui kebijakan ini, petani yang tergolong dalam kategori penerima manfaat dapat membeli pupuk dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi beban biaya produksi, serta mendorong keberlanjutan usaha tani di seluruh wilayah Indonesia.

Distribusi pupuk bersubsidi diatur secara ketat oleh pemerintah melalui sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), yang memuat data petani penerima berdasarkan usulan kelompok tani dan diverifikasi oleh dinas pertanian setempat. Hanya petani yang terdaftar dalam e-RDKK dan memiliki lahan sesuai ketentuan yang berhak memperoleh pupuk subsidi.

Untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas distribusi, pemerintah bersama BUMN seperti PT Pupuk Indonesia (Persero) terus melakukan digitalisasi sistem penebusan. Salah satu inovasi terbaru adalah aplikasi i-Pubers, yang memudahkan petani menebus pupuk cukup dengan menunjukkan KTP di kios resmi. Aplikasi ini juga memfasilitasi pemesanan oleh kios ke distributor, sehingga rantai distribusi menjadi lebih terintegrasi dan cepat.

Namun, tantangan dalam pelaksanaan program pupuk bersubsidi masih ada, seperti keterlambatan distribusi, penyalahgunaan, serta ketidaksesuaian antara alokasi dan kebutuhan riil di lapangan. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat, transparansi data, dan peningkatan edukasi kepada petani menjadi kunci keberhasilan program ini.

Secara keseluruhan, pupuk bersubsidi tetap menjadi instrumen vital dalam mendukung petani dan ketahanan pangan nasional. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan teknologi, program ini diharapkan dapat berjalan lebih efektif, adil, dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legislator Asal Bali Apresiasi Penataan Pupuk Bersubsidi oleh Mentan Amran

Legislator Asal Bali Apresiasi Penataan Pupuk Bersubsidi oleh Mentan Amran

Bisnis | Rabu, 12 Maret 2025 | 10:55 WIB

Dirut Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Bersubsidi Tersedia Sebelum Musim Tanam

Dirut Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Bersubsidi Tersedia Sebelum Musim Tanam

Bisnis | Kamis, 06 Maret 2025 | 13:10 WIB

Pupuk Bersubsidi Harusnya Dijual Langsung di Desa

Pupuk Bersubsidi Harusnya Dijual Langsung di Desa

Bisnis | Selasa, 04 Maret 2025 | 13:06 WIB

Terkini

Umi Pipik Klarifikasi soal Hadiah Motor Raffi Ahmad untuk Anaknya: Tak Lupa Kebaikan

Umi Pipik Klarifikasi soal Hadiah Motor Raffi Ahmad untuk Anaknya: Tak Lupa Kebaikan

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 12:31 WIB

Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral

Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 12:31 WIB

Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan

Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:30 WIB

4 Sabun Muka BHA untuk Kulit Berminyak: Bebas Jerawat dan Pori-pori Tersumbat!

4 Sabun Muka BHA untuk Kulit Berminyak: Bebas Jerawat dan Pori-pori Tersumbat!

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 12:30 WIB

Cara Pakai Hair Oil yang Benar agar Rambut Tidak Lepek dan Lebih Berkilau

Cara Pakai Hair Oil yang Benar agar Rambut Tidak Lepek dan Lebih Berkilau

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:29 WIB

Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:26 WIB

KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai

KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai

Bekaci | Selasa, 03 November 2026 | 12:26 WIB

Ramalan Zodiak Sagitarius Sepanjang November 2026: Siap Sambut Kejutan Akhir Tahun

Ramalan Zodiak Sagitarius Sepanjang November 2026: Siap Sambut Kejutan Akhir Tahun

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:25 WIB

Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas

Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 12:24 WIB

Penyusutan Gletser Picu Ancaman Krisis Air di Masa Depan: Siapa Paling Terdampak?

Penyusutan Gletser Picu Ancaman Krisis Air di Masa Depan: Siapa Paling Terdampak?

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:24 WIB

×