Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Meski Ekonomi Lesu, Tapi Permintaan Rumah Mewah Masih Laris-manis

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:30 WIB
Meski Ekonomi Lesu, Tapi Permintaan Rumah Mewah Masih Laris-manis
Minat terhadap hunian premium atau mewah dengan harga mulai milaran rupiah ternyata tetap tinggi.

Suara.com - Di tengah gejolak dan ketidakpastian ekonomi nasional, pasar properti di Indonesia menunjukkan ketahanan yang menarik, terutama di segmen hunian mewah. 

Meskipun banyak sektor terdampak perlambatan ekonomi, minat terhadap properti premium dengan harga miliaran rupiah tetap tinggi. Fenomena ini mengindikasikan bahwa kelompok masyarakat menengah ke atas masih aktif mencari hunian ideal, menjadi penopang kuat bagi industri properti di Tanah Air.

Salah satu pemain utama yang giat memanfaatkan momentum ini adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Perusahaan pengembang ini terus menggenjot penjualan properti mewah mereka, menargetkan segmen pasar yang memiliki daya beli tinggi dan mencari nilai tambah dari sebuah hunian. Strategi agresif PANI ini membuktikan keyakinan mereka terhadap potensi pasar properti premium yang tidak tergerus oleh fluktuasi ekonomi makro.

Dalam upaya memenuhi permintaan hunian mewah yang tak surut, PANI memperkenalkan salah satu produk andalan mereka bernama Cluster Okinawa, Pasir Putih Residences PIK2.

Properti ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp3 miliar per unit, sebuah investasi signifikan yang menunjukkan target pasar yang jelas. Menariknya, untuk memudahkan konsumen, PANI juga menyediakan promo cicilan ringan yang dimulai dari Rp26 juta per bulan.

Minat terhadap hunian premium atau mewah dengan harga mulai milaran rupiah ternyata tetap tinggi.
Minat terhadap hunian premium atau mewah dengan harga mulai milaran rupiah ternyata tetap tinggi.

Lucia Aditjakra, Sales dan Marketing Director PANI, menjelaskan bahwa konsep hunian di Cluster Okinawa mengutamakan estetika dan kenyamanan. "Setiap unit dirancang unik dengan fitur premium yang tentunya memberi pengalaman eksklusif bagi penghuninya," jelas Lucia di Jakarta, Sabtu (14/6/2025).

Desain rumah di Cluster Okinawa mengadopsi gaya Jepang yang tenang dan harmonis, menciptakan suasana sejuk dan rileks. Elemen-elemen seperti pintu geser shoji, taman pribadi bergaya zen, serta pencahayaan alami dan sirkulasi udara optimal terintegrasi sempurna dalam setiap unit. Interior minimalis yang elegan dipadukan dengan kolam renang pribadi di tepi danau, menjadikan setiap rumah sebagai oase pribadi dengan nuansa resor.

Cluster Okinawa sendiri merupakan bagian dari proyek seluas 16 hektare yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas mewah. Penghuni dapat menikmati taman bonsai, gerbang tori, kolam koi, jalur jogging, bamboo grove, dan area bermain anak yang artistik. Daya tarik utama lainnya adalah danau buatan seluas 16,2 hektare dengan pasir putih alami, menambah nilai estetika dan rekreasi bagi penghuninya.

Minat terhadap hunian premium atau mewah dengan harga mulai milaran rupiah ternyata tetap tinggi.
Minat terhadap hunian premium atau mewah dengan harga mulai milaran rupiah ternyata tetap tinggi.

Cluster Okinawa menawarkan lima tipe unit dengan konfigurasi 3+1 dan 4+1 kamar tidur, memberikan pilihan yang fleksibel sesuai kebutuhan keluarga. Sebagai bagian dari peluncuran terbarunya, Okinawa juga menghadirkan Designer Series unit eksklusif yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, termasuk Smart Home System dan kolam renang pribadi, menegaskan komitmen PANI dalam memberikan inovasi dan kenyamanan tingkat tinggi.

baca juga

Data dari konsultan properti terkemuka, Colliers Indonesia, menguatkan optimisme terhadap pasar properti. Sektor rumah tapak (landed houses) diproyeksikan masih sangat prospektif pada tahun 2025. Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, menegaskan bahwa rumah tapak merupakan salah satu kebutuhan primer yang akan terus berlanjut dan memiliki permintaan tinggi dari masyarakat.

"Sebenarnya yang paling tetap, yang paling utama itu memang masih rumah tapak atau landed houses, karena memang kebutuhannya riil makanya ada program 3 Juta Rumah dari pemerintahan sekarang karena memang ini salah satu kebutuhan primer yang memang akan continue dan tinggi. Jadi memang ada kebutuhan sana," ujar Ferry.

Meskipun demikian, Ferry juga menyoroti tantangan utama dalam sektor rumah tapak, yaitu daya beli dan kemudahan akses pembiayaan yang diberikan agar rumah tapak bisa terserap optimal. Ia menambahkan bahwa pasokan (supply) dapat diupayakan baik oleh pengembang maupun pemerintah.

"Mungkin kalau supply itu selama demand-nya itu pasti atau bisa ada sebenarnya supply itu bisa diupayakan baik dari pengembang ataupun mungkin dari pemerintah sendiri dengan mungkin mempekerjasamakan lahan-lahan yang memang belum produktif dengan pihak lain bisa itu investor dari lokal ataupun dari luar," jelasnya. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan pasokan yang memadai dan terjangkau.

Di luar sektor hunian, Ferry Salanto juga memprediksi bahwa properti di sektor pergudangan logistik dan ritel masih memiliki prospek cerah pada tahun ini. Ini sejalan dengan pertumbuhan e-commerce dan kebutuhan akan infrastruktur logistik yang efisien.

Namun, tidak semua sektor properti menunjukkan tanda-tanda positif. Sektor hotel diperkirakan akan menghadapi tantangan signifikan, terutama karena masih sangat bergantung pada pasar dari pemerintah, khususnya untuk kegiatan pertemuan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dua sektor lainnya yang masih membutuhkan waktu untuk pulih adalah hunian vertikal (apartemen) dan perkantoran komersial. Kedua sektor ini masih beradaptasi dengan perubahan gaya hidup dan pola kerja pascapandemi, sehingga membutuhkan strategi yang lebih adaptif untuk menarik minat pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minat Properti Mewah di Tengah Besarnya Persaingan Pasar Menengah ke Bawah

Minat Properti Mewah di Tengah Besarnya Persaingan Pasar Menengah ke Bawah

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 19:37 WIB

Alokasi Dana Emiten Capai Rp17,43 Triliun, OJK Ungkap Data Terbaru Buyback Saham

Alokasi Dana Emiten Capai Rp17,43 Triliun, OJK Ungkap Data Terbaru Buyback Saham

Bisnis | Senin, 02 Juni 2025 | 12:24 WIB

Industri Properti Hadapi Tantangan Berat: Peluang Emas Menanti di Tengah "Backlog" Jutaan Unit

Industri Properti Hadapi Tantangan Berat: Peluang Emas Menanti di Tengah "Backlog" Jutaan Unit

Bisnis | Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:23 WIB

Terkini

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:48 WIB

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB