Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

JP Morgan Ramal 40 Tahun Lagi Dolar AS Lenyap

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 17 Juni 2025 | 13:50 WIB
JP Morgan Ramal 40 Tahun Lagi Dolar AS Lenyap
Petugas penukaran menghitung mata uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (5/4/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - JP Morgan telah memperkirakan berapa lama dolar AS akan tetap menjadi mata uang global. Lantaran, BRICS memulai langkah-langkah de-dolarisasi alias mengurangi ketergantungan pemakaian dolar AS.

Apalagi, dolar AS berada di bawah tekanan dari berbagai sudut karena negara-negara berkembang memutuskan hubungan dengan mata uang tersebut.

Dari menyelesaikan perdagangan dalam mata uang lokal hingga mendiversifikasi cadangan bank sentral mereka dengan emas dan menulis ulang kebijakan untuk kepentingan aliansi, pergeseran paradigma sedang terjadi di sektor keuangan global.

Dilansir Watch Guru, negara-negara ekonomi berkembang sebelumnya takut akan dampak dari Gedung Putih jika mereka tidak selaras dengan kebijakan Amerika. Mereka tidak menunjukkan rasa takut pada tahun 2025 dan siap untuk menantang AS di panggung dunia.

Namun, JP Morgan memberikan perkiraan tentang berapa lama dolar dapat bertahan sebagai mata uang cadangan dunia saat BRICS berupaya untuk menggulingkannya. CEO JP Morgan Jamie Dimon memperkirakan bahwa aliansi BRICS pada akhirnya dapat berhasil menjatuhkan dolar AS.

"Dimon mengajukan syarat bahwa jika AS kehilangan kekuatan militer dan ekonominya yang unggul, dolar akan hancur. Saya selalu ditanya pertanyaan ini: 'Apakah kita akan menjadi mata uang cadangan?' Dan tidak, jika kita bukan militer dan ekonomi yang unggul." CEO JP Morgan melanjutkan.

Menurut prediksinya, dolar AS dapat tetap menjadi cadangan dunia selama 40 tahun dan kehilangan statusnya setelah itu.

"Dalam 40 tahun, kita tidak akan menjadi mata uang cadangan. Itu fakta, baca saja sejarahnya," tambahnya.

Dimon menekankan bahwa jika AS tidak memenuhi semua parameter ini dalam 40 tahun ke depan, ia berisiko kehilangan dominasi mata uangnya.

Namun, Gedung Putih berhasil bertahan dan mengendalikan keadaan, dolar akan tetap kokoh. Ujian lakmus bagi Gedung Putih adalah menjaga USD dari serangan BRICS, menurut JP Morgan.

Negara Asia Mulai Kurangi Penggunaan Dolar

Negara Asia secara bertahap menjauh dari penggunaan dolar AS. Hal ini dikarenakan campuran ketidakpastian geopolitik, pergeseran moneter, dan lindung nilai mata uang mendorong de-dolarisasi di seluruh wilayah.

Baru-baru ini, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, atau ASEAN, berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi. Hal ini sebagai bagian dari Rencana Strategis Komunitas Ekonomi yang baru dirilis untuk tahun 2026 hingga 2030.

Rencana tersebut menguraikan upaya untuk mengurangi guncangan yang terkait dengan fluktuasi nilai tukar dengan mempromosikan penyelesaian mata uang lokal dan memperkuat konektivitas pembayaran regional.

"Keputusan kebijakan perdagangan Trump yang tidak menentu dan depresiasi dolar yang tajam mungkin mendorong peralihan yang lebih cepat ke mata uang lain,” kata Francesco Pesole, ahli strategi valas di ING dilansir CNBC International, Kamis (12/6/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?

Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 08:02 WIB

Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Dorong Rupiah Loyo Terhadap Dolar AS ke Level Rp16.445

Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Dorong Rupiah Loyo Terhadap Dolar AS ke Level Rp16.445

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 17:15 WIB

Chandra Asri Group Siapkan Capex 350 Juta Dolar AS untuk Jalankan Investasi CAA

Chandra Asri Group Siapkan Capex 350 Juta Dolar AS untuk Jalankan Investasi CAA

Bisnis | Minggu, 04 Mei 2025 | 05:47 WIB

Terkini

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB