Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Sri Mulyani Soroti Anjloknya Harga Nikel

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 18 Juni 2025 | 11:30 WIB
Sri Mulyani Soroti Anjloknya Harga Nikel
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti anjloknya harga nikel. Foto ist.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyalakan alarm peringatan terkait anjloknya harga komoditas ekspor unggulan Indonesia, terutama nikel, yang diprediksi bakal menekan penerimaan negara dari sektor perpajakan. 

Dalam konferensi pers APBN KITA 2025 pada Selasa (17/6/2025), Sri Mulyani secara khusus menyoroti penurunan drastis harga nikel yang menjadi salah satu kontributor utama ekspor dan penerimaan negara.

Harga nikel, menurut Sri Mulyani, telah merosot tajam. Secara tahunan (year on year/yoy), harganya anjlok hingga 12 persen. Penurunan bulanan (month to month/mtm) juga tidak kalah mengkhawatirkan, mencapai 4 persen. Bahkan sepanjang Januari hingga Mei 2025 (year to date/ytd), harga nikel terpangkas 1,3 persen.

"Harga nikel dalam hal ini secara month to month saja drop 4 persen, year on year drop-nya 12 persen, hanya year to date drop-nya lebih sedikit yaitu 1,3 persen," ungkap Sri Mulyani. Ia menambahkan, "Ini menggambarkan salah satu komoditas kontributor ekspor kita di nikel itu juga akan mengalami penurunan dari sisi kontribusi perpajakannya."

Selain nikel, Sri Mulyani juga membeberkan kondisi harga komoditas lain. Harga tembaga, yang vital untuk industri teknologi digital, menunjukkan tren lebih positif dengan kenaikan 10 persen (ytd) dan 3 persen (yoy). Namun, komoditas kelapa sawit mentah (CPO) justru cenderung menurun, terkoreksi 18 persen secara year to date, meskipun menunjukkan perbaikan dibanding tahun lalu.

"Kita lihat penurunan terutama dari Januari ke Mei, tapi kalau kita lihat antara Mei tahun ini dengan Mei tahun lalu ada kenaikan. Tahun lalu memang berat sekali penurunan dari CPO ini harganya," jelas Sri Mulyani.

Sementara itu, harga beras terpantau naik 3 persen secara tahunan, meskipun terkoreksi 1,8 persen secara year to date. Harga minyak mentah Brent juga cenderung menurun, 15 persen secara tahunan dan minus 0,5 persen secara year to date, namun sempat melesat 11 persen secara bulanan akibat gejolak perang Iran dan Israel.

Bendahara Negara juga menyoroti fluktuasi harga batu bara. Meskipun secara year to date dan tahunan masing-masing menurun 16 persen dan 21 persen, harga batu bara naik 5 persen dalam sebulan terakhir, bahkan menembus USD 105,3 pada Mei-Juni.

Sri Mulyani menegaskan, fluktuasi harga komoditas ini tidak hanya dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan penawaran atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sangat rentan terhadap pergolakan politik, khususnya di Timur Tengah.

"Inilah yang harus kita waspadai, karena penerimaan negara kita juga nanti akan dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak sepenuhnya dalam kontrol kita seperti geopolitik maupun perekonomian dunia," pungkas Sri Mulyani, menekankan perlunya kewaspadaan pemerintah dalam menghadapi tantangan penerimaan negara di tengah ketidakpastian global.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan Harga Batubara Acuan (HBA) dan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) periode kedua Juni 2025.

Untuk HMA, terjadi peningkatan pada mineral logam, seperti aluminium, emas, tembaga, perak, seng, mangan, dan konsentrat titanium.

Sementara harga tetap terjadi pada bijih krom. Lalu kobalt, timbal, bijih besi dan nikel mengalami penurunan.

Lebih detail, harga nikel periode kedua bulan ini turun dengan harga US$ 15.221 per dry metric ton (dmt) jika dibandingkan dengan harga periode pertama senilai US$ 15.405 per dmt.

Beberapa komoditas HMA masih mengalami penguatan, hanya komoditas nikel yang pada pertengahan Juni ini mengalami penurunan harga yang cukup signifikan," ungkap Kementerian ESDM.

"Sedangkan untuk harga batubara mengalami penurunan pada GAR 6.322 dan 5.300," tambahnya.

Sedangkan untuk HBA, dua golongan batubara kalori tinggi berdasarkan Gross Air Received (GAR) kompak mengalami penurunan. Yaitu pada HBA kalori 6.322 GAR dan HBA kalori 5.300 GAR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Novel Jadi Wakil Ketua Satgassus Penerimaan Negara, Tapi Absen di Rapat Perdana dengan DJP: Ada Apa?

Novel Jadi Wakil Ketua Satgassus Penerimaan Negara, Tapi Absen di Rapat Perdana dengan DJP: Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:22 WIB

Siap Mundur jika Salah, Video Bahlil Disemprot DPR Imbas Tuding Menteri Kader PDIP Viral Lagi

Siap Mundur jika Salah, Video Bahlil Disemprot DPR Imbas Tuding Menteri Kader PDIP Viral Lagi

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 08:44 WIB

Perintah Hemat Prabowo Mulai Longgar, Sri Mulyani Buka Blokir Anggaran Rp129 Triliun Bagi 99 K/L

Perintah Hemat Prabowo Mulai Longgar, Sri Mulyani Buka Blokir Anggaran Rp129 Triliun Bagi 99 K/L

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 20:12 WIB

Terkini

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:38 WIB

IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000

IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:13 WIB

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:05 WIB

Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung

Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:54 WIB

SIG Tuntaskan Proyek Rp 1,4 Triliun di Tuban

SIG Tuntaskan Proyek Rp 1,4 Triliun di Tuban

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:43 WIB

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:16 WIB

KB Bank Kantongi Laba Operasional Positif Rp9 Miliar pada Kuartal I-2026

KB Bank Kantongi Laba Operasional Positif Rp9 Miliar pada Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:05 WIB

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:02 WIB

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:55 WIB