Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Sri Mulyani: Geopolitik Memanas, Bank Sentral Dunia Dihadapkan Dilema Suku Bunga

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 18 Juni 2025 | 13:46 WIB
Sri Mulyani: Geopolitik Memanas, Bank Sentral Dunia Dihadapkan Dilema Suku Bunga
Sri Mulyani. (Instagram/smindrawati)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti ketegangan geopolitik global, khususnya konflik Israel-Iran, telah menciptakan sebuah dilema serius bagi bank sentral di seluruh dunia.

Menurutnya kondisi ini membuat bank sentral kesulitan untuk menurunkan suku bunga, meskipun ekonomi global menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Berbicara dalam acara CNBC Indonesia Economic Update 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2025) Sri Mulyani menjelaskan bahwa seharusnya semester II tahun ini menjadi momentum bagi bank sentral negara-negara maju seperti Federal Reserve, European Central Bank (ECB), atau Bank Sentral Inggris untuk mulai melonggarkan kebijakan moneter.

Hal ini didasari oleh perlambatan ekonomi dan mulai melunaknya inflasi.

Namun, situasi menjadi rumit dengan memanasnya kembali tensi geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah.

"Harusnya tahun-tahun ini terutama semester II diharapkan negara-negara maju bank sentral seperti Federal Reserve, European Central Bank atau United Kingdom Central Bank mulai menurunkan suku bunga karena ekonomi cenderung akan melemah dan inflasi sudah akan melunak. Sekarang mereka menghadapi dilema yang sulit," ujar Sri Mulyani.

Dilema ini lanjut Sri Mulyani muncul karena di satu sisi, ekonomi global cenderung melemah. Namun, di sisi lain, harga-harga akan tertahan tinggi akibat gangguan pasokan dan ketidakpastian yang berkelanjutan.

"Di satu sisi ekonomi melemah, namun di sisi lain harga akan tertahan tinggi karena faktor gangguan pasokan, ketidakpastian lagi, sehingga suku bunga akan dalam posisi awkward," tambah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Ketidakpastian global ini juga berdampak signifikan terhadap harga komoditas. Sri Mulyani menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara kaya sumber daya alam, sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas seperti yang terjadi saat ini.

baca juga

"Kita harus akui Indonesia sebagai negara yang natural resource rich, kita pasti akan terpengaruh dari sisi perekonomian kita apabila harga komoditas mengalami pelemahan. Inilah environment yang sedang kita hadapi," jelasnya.

Selain itu, Menkeu juga menyoroti ketidakpastian hasil negosiasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Kesepakatan antara dua raksasa ekonomi dunia ini akan turut menyeret perekonomian Indonesia. "Kita akan terus terpengaruh oleh lingkungan yang tidak pasti tadi yang sifatnya relatif bukan jangka pendek. Kita harus siap sebagai perekonomian terbuka. Ketidakpastian adalah sesuatu yang tidak disukai oleh pelaku ekonomi mana pun," tutup Sri Mulyani. 

Israel diketahui melancarkan serangan udara mendadak pada Jumat pagi (13/6/2025) yang menyasar komando militer Iran dan fasilitas nuklirnya. Pemerintah Israel menyatakan operasi militer ini akan terus ditingkatkan dalam beberapa hari mendatang.

Sebagai respons, Iran berjanji akan membalas dengan keras dan menyebut tindakan Israel sebagai pemicu konfrontasi terbesar dalam sejarah hubungan kedua negara. Iran bahkan mengancam akan "membuka gerbang neraka" sebagai bentuk balasan.

Iran menolak untuk membuka negosiasi gencatan senjata dengan Israel. Menurut seorang pejabat yang mengetahui komunikasi diplomatik tersebut, Teheran telah menyampaikan kepada mediator Qatar dan Oman bahwa perundingan hanya bisa dilakukan setelah Iran merespons serangan Israel.

"Iran memberi tahu mediator Qatar dan Oman bahwa mereka hanya akan melakukan negosiasi serius setelah Iran menyelesaikan tanggapannya terhadap serangan pendahuluan Israel," kata pejabat itu kepada Reuters, Minggu (15/6/2025), dengan syarat anonim karena sensitivitas isu ini.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa Iran tidak bersedia membuka pembicaraan damai selagi masih berada di bawah tekanan militer. "Mereka tidak akan berunding saat diserang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Sebut Perang Iran-Israel Bisa Bikin Industri Dalam Negeri Kocar-kacir

Menperin Sebut Perang Iran-Israel Bisa Bikin Industri Dalam Negeri Kocar-kacir

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 12:43 WIB

Sri Mulyani Soroti Anjloknya Harga Nikel

Sri Mulyani Soroti Anjloknya Harga Nikel

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 11:30 WIB

Novel Jadi Wakil Ketua Satgassus Penerimaan Negara, Tapi Absen di Rapat Perdana dengan DJP: Ada Apa?

Novel Jadi Wakil Ketua Satgassus Penerimaan Negara, Tapi Absen di Rapat Perdana dengan DJP: Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:22 WIB

Terkini

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:21 WIB

GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL

Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%

Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:12 WIB

5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama

5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:12 WIB

5 Serum Vitamin C dan Niacinamide untuk Cerahkan Kulit Kusam, Mulai Rp20 Ribuan

5 Serum Vitamin C dan Niacinamide untuk Cerahkan Kulit Kusam, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:12 WIB

BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan

BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan

Surakarta | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Golkar Tegaskan Komitmen Sanksi Bagi Kader Bermasalah

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Golkar Tegaskan Komitmen Sanksi Bagi Kader Bermasalah

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Rp11,3 Triliun Digelontorkan, BNPP Fokus Benahi Empat Masalah Besar Kawasan Perbatasan RI

Rp11,3 Triliun Digelontorkan, BNPP Fokus Benahi Empat Masalah Besar Kawasan Perbatasan RI

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:06 WIB

×