Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Konflik Iran-Israel Meluas, Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi

Achmad Fauzi

Kamis, 19 Juni 2025 | 08:39 WIB
Konflik Iran-Israel Meluas, Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia terus melonjak imbas konflik Iran dan Israel yang terus memanas. Bahkan, konflik itu meluas dan kemungkinan keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam eskalasi militer.

Seperti dilansir dari Reuters, Kamis, 19 Juni 2025 minyak mentah Brent ditutup naik 25 sen ke level USD 76,70 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 30 sen menjadi USD 75,14 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat terkoreksi sekitar 2 persen, menyusul lonjakan lebih dari 4 persen pada hari Selasa.

Kekhawatiran pasar meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak tuntutan Presiden AS Donald Trump untuk menyerah tanpa syarat. Trump menanggapi dengan mengatakan bahwa kesabarannya sudah habis, namun belum menunjukkan dengan jelas langkah berikutnya yang akan diambil.

"Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya. Maksud saya, tidak seorang pun tahu apa yang akan saya lakukan," kata Trump.

Sebuah gedung di Israel meletup usai mendapat hantaman rudah dari militer Iran. [Suara.com]
Sebuah gedung di Israel meletup usai mendapat hantaman rudah dari militer Iran. [Suara.com]

Trump juga menyebut bahwa pejabat Iran telah menghubungi AS untuk membicarakan kemungkinan negosiasi, termasuk pertemuan di Gedung Putih, tetapi dia menegaskan, "Sudah sangat terlambat untuk berbicara."

Sumber yang mengetahui pembahasan internal menyebutkan bahwa salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan oleh Trump dan timnya adalah bergabung dalam serangan Israel terhadap situs nuklir Iran. Opsi ini dikhawatirkan dapat memperluas cakupan konflik secara signifikan.

“Pasar minyak mentah masih dalam mode tunggu dan lihat dengan konflik Israel/Iran yang masih menawarkan serangkaian tanda tanya yang dapat menaikkan harga Brent hingga USD 83 / barel atau mendorong penurunan kembali ke sekitar USD 68,” kata analis di firma penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

Analis memperingatkan bahwa keterlibatan langsung AS dalam konflik akan menempatkan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah dalam risiko tinggi terhadap serangan. Dalam hal ini, Selat Hormuz jalur pengapalan utama minyak global disebut sebagai titik rawan yang paling krusial.

baca juga

"Ketakutan terbesar bagi pasar minyak adalah penutupan Selat Hormuz. Hampir sepertiga dari perdagangan minyak global melalui jalur laut melewati titik rawan ini. Gangguan signifikan terhadap arus ini akan cukup untuk mendorong harga hingga USD 120 per barel," ujar analis ING.

Iran sendiri merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC, dengan produksi sekitar 3,3 juta barel per hari (bpd). Maka, gangguan terhadap produksi atau ekspor Iran berpotensi mengguncang pasokan global.

Di sisi diplomatik, Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa menyatakan bahwa Teheran telah menyampaikan kepada Washington bahwa akan memberikan respons tegas jika AS terlibat langsung dalam kampanye militer Israel.

Sementara itu, dari sisi kebijakan moneter, Bank Sentral AS (The Fed) pada Rabu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, dengan isyarat bahwa biaya pinjaman kemungkinan masih akan diturunkan tahun ini.

Namun, proyeksi jangka menengah menunjukkan laju penurunan suku bunga akan lebih lambat akibat potensi inflasi yang lebih tinggi, salah satunya karena rencana tarif dari pemerintahan Trump.

Para pembuat kebijakan The Fed masih mengantisipasi pemangkasan suku bunga hingga 0,5 poin persentase tahun ini, sesuai dengan proyeksi pada Maret dan Desember lalu.

Ke depannya, hanya diperkirakan akan ada satu pemotongan suku bunga seperempat poin pada masing-masing tahun 2026 dan 2027, sebagai bagian dari perjuangan untuk menurunkan inflasi kembali ke target 2 persen.

Kilang minyak lepas pantai Pertamina (Antara)
Kilang minyak lepas pantai Pertamina (Antara)

Suku bunga yang lebih rendah secara umum dianggap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong permintaan minyak.

Dari sisi pasokan domestik AS, data mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan penurunan besar pada stok minyak mentah sebesar 11,5 juta barel, menjadi 420,9 juta barel pekan lalu. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan perkiraan analis yang hanya memperkirakan penurunan sebesar 1,8 juta barel.

Lonjakan permintaan dan penurunan tajam pada cadangan minyak AS ini menjadi faktor pendukung tambahan terhadap reli harga minyak saat ini. Namun demikian, sentimen pasar tetap sangat rentan terhadap dinamika geopolitik yang berkembang cepat di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Milik Pemerintah Iran Lumpuh, Diserang Hacker Israel

Bank Milik Pemerintah Iran Lumpuh, Diserang Hacker Israel

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 16:53 WIB

Turun, Bahlil Tetapkan Harga Minyak Mentah Indonesia USD 62,75/Barel

Turun, Bahlil Tetapkan Harga Minyak Mentah Indonesia USD 62,75/Barel

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 15:10 WIB

Sri Mulyani: Geopolitik Memanas, Bank Sentral Dunia Dihadapkan Dilema Suku Bunga

Sri Mulyani: Geopolitik Memanas, Bank Sentral Dunia Dihadapkan Dilema Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 13:46 WIB

Terkini

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

×