IHSG Makin Nyungsep pada Awal Perdangan Hingga ke Level 6.800

Achmad Fauzi Suara.Com
Senin, 23 Juni 2025 | 09:16 WIB
IHSG Makin Nyungsep pada Awal Perdangan Hingga ke Level 6.800
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), makin melorot pada perdagangan awal pekan ini. IHSG dibuka merosot di levek 6.833.

Mengutip data RTI Business, IHSG hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih memerah menuju level 6.766 atau turun 141,90 poin, secara presentase turun 2,04 persen.

Pada perdagangan waktu itu, sebanyak 2,96 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,61 triliun, serta frekuensi sebanyak 160.172 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 67 saham bergerak naik, sedangkan 442 saham mengalami penurunan, dan 119 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, PTMR, RUIS, INPS, APEX, GRPM, MAPB, ENRG, SMKM, SICO, MEDC, TMAS.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, IOTF, PTBA, LABA, MBSS, SMIL, KRAS, TINS, MBMA, ASRI, PTRO, PYFA, SCMA, PANI, BREN.

Proyeksi Hari Ini

Menurut Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih akan berlanjut seiring memburuknya kondisi geopolitik global, khususnya setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada akhir pekan lalu.

"Setelah AS menyerang Iran weekend lalu, IHSG dapat kembali koreksi ke target minggu lalu di 6.800," ujar Fanny dalam riset hariannya, Senin (23/6/2025).

Baca Juga: Pergerakan IHSG Diproyeksi Makin Tenggelam Imbas Serangan AS ke Iran

Ia memproyeksikan, IHSG memiliki area support di kisaran 6.800–6.850, sementara level resistensi berada di rentang 6.950–7.000.

Arah pergerakan indeks diperkirakan akan sensitif terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah dan respons pasar global terhadap potensi intervensi militer lanjutan dari Amerika Serikat.

Sentimen Global Tekan Pasar

Kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik antara Israel dan Iran terus membayangi pasar global. Pada Jumat (20/6), bursa saham AS ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Indeks S&P 500 turun 0,22 persen, Nasdaq melemah 0,51 persen, sementara Dow Jones naik tipis 0,08 persen.

Investor mencermati pernyataan Gedung Putih bahwa Presiden Donald Trump akan mengambil keputusan dalam dua minggu terkait potensi keterlibatan langsung AS dalam serangan ke Teheran.

Ketegangan ini kian meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer menyerang target strategis Iran, dan mendapat kecaman keras dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menyebut tuntutan Trump sebagai “ancaman konyol”.

Pasar saham AS juga tertekan oleh sektor teknologi, terutama saham-saham semikonduktor, usai laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan adanya pertimbangan pencabutan izin khusus oleh pemerintah AS terhadap produsen chip.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Saham Nvidia turun 1,12 persen, Taiwan Semiconductor Manufacturing merosot 1,87 persen, dan ETF VanEck Semiconductor (SMH) melemah 0,88 persen.

Bursa saham Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang beragam. Investor masih mencermati data ekonomi dari China, khususnya keputusan suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,22 persen, Topix melemah 0,75 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 1,48 persen dan Kosdaq menguat 1,15 persen. Di sisi lain, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,21 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,26 persen, dan Shanghai Composite melemah tipis 0,07 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI