Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Harga Beras Picu Inflasi 0,19 Persen di Mei 2025

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 01 Juli 2025 | 13:28 WIB
Harga Beras Picu Inflasi 0,19 Persen di Mei 2025
Ilustrasi beras. Penyebab inflasi di Lampung pada Agustus 2024. [ANTARA]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data inflasi untuk bulan Mei 2025, yang menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,19 persen secara bulanan (mtm). 

Kenaikan IHK dari 108,07 pada Mei menjadi 108,27 di bulan Juni ini juga mendorong inflasi tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 1,87 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 1,38 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan inflasi 0,46 persen, memberikan andil 0,13 persen.

Pudji Ismartini merinci bahwa beras menjadi komoditas dominan pendorong inflasi, menyumbang andil 0,04 persen di Juni 2025. Selain itu, tarif angkutan udara juga memberikan andil inflasi yang sama, yaitu 0,04 persen, menyusul peningkatan tarif menjelang musim liburan.

Beberapa komoditas lain yang turut menyumbang inflasi meliputi cabai rawit (0,03 persen), serta bawang merah, tomat, dan emas perhiasan yang masing-masing berkontribusi 0,02 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi atau bahkan menyumbang deflasi. Ini termasuk cabai merah dan bawang putih, yang masing-masing terkontraksi 0,03 persen, serta bensin dengan deflasi 0,02 persen.

Secara komponen, inflasi Juni 2025 mayoritas disumbang oleh komponen harga bergejolak, yang mencatat inflasi 0,77 persen dengan andil 0,13 persen. "Secara umum, semua komponen mengalami inflasi di Juni 2025 yang sebesar 0,19 persen utamanya didorong oleh inflasi komponen harga bergejolak,” jelas Pudji, di Kantornya, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Komoditas utama dalam komponen ini adalah beras, cabai rawit, bawang merah, dan tomat.

Komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi 0,09 persen (andil 0,02 persen), didorong oleh tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, dan rokok kretek mesin (SKM). Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi 0,07 persen dengan andil 0,04 persen, terutama disumbang oleh emas perhiasan.

baca juga

Pada bulan Mei, tambahnya, Komponen Harga Bergejolak masih mengalami deflasi. Komoditas yang menyebabkan komponen ini mengalami inflasi tertinggi adalah beras, cabe rawit, bawang merah dan tomat.

Sementara itu Komponen Inti mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan andil inflasi 0,04 persen. Komoditas penyumbang inflasi komponen inti adalah emas perhiasan.

Sedangkan Komponen Harga Diatur Pemerintah pada Juni 2025 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan andil inflasi 0,02 persen. Komoditas penyumbang inflasi komponen ini adalah tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga dan sigaret kretek mesin.

Secara tahunan, inflasi 1,87 persen terutama dipicu oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mengalami inflasi 9,36 persen dan memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,59 persen. Pudji menjelaskan bahwa komoditas dominan yang mendorong inflasi tahunan di kelompok ini adalah emas perhiasan, diikuti tarif air minum, beras, kopi bubuk, minyak goreng, dan rokok kretek mesin (SKM).

Satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi secara tahunan adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, dengan andil deflasi 0,02 persen, terutama akibat penurunan tarif telepon.

Secara provinsi, inflasi y-on-y tertinggi tercatat di Papua Selatan sebesar 3,00 persen, sementara terendah di Sumatera Barat sebesar 0,45 persen. Deflasi y-on-y terdalam terjadi di Papua Barat sebesar 0,67 persen dan terendah di Bengkulu sebesar 0,10 persen.

Untuk tingkat kabupaten/kota, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 4,00 persen, dan terendah di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,07 persen. Deflasi y-on-y terdalam tercatat di Kabupaten Mukomuko sebesar 1,34 persen, dan terendah di Kabupaten Karimun sebesar 0,15 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Global Gonjang-ganjing, Neraca Perdagangan Indonesia Sudah Untung 61 Kali

Meski Global Gonjang-ganjing, Neraca Perdagangan Indonesia Sudah Untung 61 Kali

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 12:54 WIB

5 Bulan Pertama 2025, Ekspor Indonesia Melonjak 6,98 Persen

5 Bulan Pertama 2025, Ekspor Indonesia Melonjak 6,98 Persen

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 12:38 WIB

Apa Perintah Jokowi ke Tom Lembong yang Kini Seret Dia Jadi Terdakwa Korupsi?

Apa Perintah Jokowi ke Tom Lembong yang Kini Seret Dia Jadi Terdakwa Korupsi?

News | Senin, 30 Juni 2025 | 15:18 WIB

Terkini

Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah

Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:41 WIB

×