Emas Antam Anjlok, Cek Harga Terbaru Hari Ini

Achmad Fauzi

Kamis, 03 Juli 2025 | 09:05 WIB
Emas Antam Anjlok, Cek Harga Terbaru Hari Ini
Ilustrasi emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 3 Juli 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.911.000 per gram.

Harga emas Antam merosot sebesar Rp 2.000 dibandingkan hari Rabu, 2 Juli 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.755.000 per gram.

Harga buyback itu juga anjlok Rp 2.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Petugas menunjukan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas menunjukan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp 998.000
  • Emas 1 Gram Rp 1.911.000
  • Emas 2 gram Rp 3.732.000
  • Emas 3 gram Rp 5.573.000
  • Emas 5 gram Rp 9.2555.000
  • Emas 10 gram Rp 18.455.000
  • Emas 25 gram Rp 46.012.000
  • Emas 50 gram Rp 91.945.000
  • Emas 100 gram Rp 183.812.000
  • Emas 250 gram Rp 459.265.000
  • Emas 500 gram Rp 918.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 1.836.600.000

Harga Emas Dunia Naik

Harga emas menguat, karena pelaku pasar menantikan rilis data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) terbaru dari Amerika Serikat (AS), yang dinilai berpotensi menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Seperti dilansir dari FXstreet, harga emas spot diperdagangkan di level USD 3.348, naik 0,29 persen.

Kenaikan harga logam mulia ini terjadi di tengah kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja AS. Berdasarkan laporan dari Automatic Data Processing (ADP), perusahaan-perusahaan di AS tampaknya lebih memilih untuk menghentikan perekrutan dibandingkan melakukan pemutusan hubungan kerja, sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang tidak pasti. Salah satu sinyal pelemahan pasar tenaga kerja adalah langkah Microsoft yang memangkas 9.000 karyawan.

baca juga

Para investor kini mengalihkan fokus mereka pada laporan ketenagakerjaan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang akan dirilis hari Kamis waktu setempat. Laporan tersebut diperkirakan menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya mampu menambah 110.000 pekerjaan pada bulan Juni, melambat dibandingkan 139.000 pekerjaan yang tercipta pada Mei.

Tingkat pengangguran juga diprediksi naik dari 4,2 persen menjadi 4,3 persen, meski masih dalam proyeksi 4,4 persen yang ditetapkan oleh The Fed dalam Ringkasan Proyeksi Ekonomi terbarunya.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Berita mengenai kemungkinan gencatan senjata selama 60 hari dalam serangan Israel ke Gaza, serta kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran, turut meredakan kekhawatiran pasar dan memicu penurunan minat terhadap aset safe haven seperti emas.

Akibatnya, reli harga emas mulai kehilangan tenaga, membuat logam mulia ini kesulitan untuk kembali menembus level psikologis USD 3.400.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan negara-negara tetangganya. Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan memperpanjang tenggat waktu 9 Juli untuk pelaksanaan tarif impor yang lebih tinggi, menambah ketidakpastian di pasar global.

Minggu perdagangan yang singkat karena libur Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, akan ditandai dengan rilis data Klaim Pengangguran Awal dan NFP pada hari Kamis. Kedua data ini dipandang sebagai indikator penting arah kebijakan suku bunga dan pergerakan dolar AS, yang secara langsung mempengaruhi harga emas.

Secara teknikal, kecenderungan bullish harga emas masih berlanjut. Para pedagang menargetkan level tertinggi minggu ini di USD 3.358, yang jika berhasil ditembus, bisa membuka jalan menuju pengujian level USD 3.400. Indikator Indeks Kekuatan Relatif (RSI) menunjukkan momentum naik masih kuat, sehingga arah paling mudah bagi emas adalah menuju harga yang lebih tinggi.

Jika mampu menembus USD 3.400, maka target berikutnya adalah USD 3.450 dan kemudian titik tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di USD 3.500. Sebaliknya, jika harga turun di bawah Simple Moving Average (SMA) 50 hari di USD 3.320, maka level support pertama berada di USD 3.300. Apabila level ini juga ditembus, harga emas berpotensi menuju swing low pada 30 Juni di level USD 3.246.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Loyo, Harganya Balik ke 1,8 Juta per Gram

Emas Antam Loyo, Harganya Balik ke 1,8 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 09:30 WIB

Emas Antam Terpuruk, Harga Anjlok Jadi Rp 1.932.000/Gram

Emas Antam Terpuruk, Harga Anjlok Jadi Rp 1.932.000/Gram

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 10:05 WIB

Emas Antam Stagnan di Harga Rp 1.942.000 per Gram

Emas Antam Stagnan di Harga Rp 1.942.000 per Gram

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 09:37 WIB

Terkini

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Waspada Kabut Asap, Padang Hujan Disertai Petir

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Waspada Kabut Asap, Padang Hujan Disertai Petir

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:43 WIB

5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund

5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Review Film 27 Steps of May: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Trauma

Review Film 27 Steps of May: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Trauma

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan

Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:25 WIB

5 Cara Membersihkan Sisa Sunscreen Waterproof dengan Sabun Cuci Muka Biasa

5 Cara Membersihkan Sisa Sunscreen Waterproof dengan Sabun Cuci Muka Biasa

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:23 WIB

Muktamar NU Berjalan Alot, PWNU, PCNU dan PCINU Diizinkan Usul Lima Kandidat

Muktamar NU Berjalan Alot, PWNU, PCNU dan PCINU Diizinkan Usul Lima Kandidat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:12 WIB

ADVAN Hadirkan ADVAN V11 dan AIGEN Ultra T di AGRES.ID Karnaval Gadget Yogyakarta

ADVAN Hadirkan ADVAN V11 dan AIGEN Ultra T di AGRES.ID Karnaval Gadget Yogyakarta

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan

Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina

Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina

Bali | Minggu, 30 Agustus 2026 | 05:46 WIB

×