Proyeksi Kinerja Garuda Indonesia Setelah Disokong Danantara, Ini Kata Analis

Achmad Fauzi

Kamis, 03 Juli 2025 | 15:48 WIB
Proyeksi Kinerja Garuda Indonesia Setelah Disokong Danantara, Ini Kata Analis
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia/ist

Suara.com - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia (GIAA) memasuki babak baru transformasinya setelah kepemimpinan berganti ke tangan Wamildan Tsani pada akhir 2024.

Di bawah komando CEO baru, strategi pemulihan Garuda beralih dari negosiasi leasing berbasis Ijarah yang tersendat ke penguatan ekuitas, dengan suntikan dana segar dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara)

Menurut laporan riset terbaru dari Sinarmas Sekuritas, suntikan modal sebesar Rp 6,65 triliun dari Danantara dinilai cukup untuk menstabilkan neraca keuangan Garuda, sekaligus menjaga buffer kas di atas USD 100 juta hingga akhir 2025.

Langkah ini juga membuka ruang bagi Garuda untuk memenuhi kewajiban jatuh tempo obligasi sebesar USD 1 miliar pada 2030, selama strategi profitabilitas berjalan sesuai rencana.

"Dana jumbo ini menjadi amunisi utama Garuda untuk mempercepat ekspansi armada sekaligus mengembalikan posisi keuangan ke jalur positif," tulis Sinarmas Sekuritas dalam laporan analisanya, seperti dikutip, Kamis (3/7/2025).

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Wamildan Tsani/(Suara.com/Achmad Fauzi).
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Wamildan Tsani/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Manajemen baru Garuda menargetkan ekspansi besar-besaran armada menjadi 200 pesawat pada 2031, dimulai dari proyeksi 130 pesawat pada 2026 dan 170 unit pada 2028, seiring pemulihan penuh pasca-pandemi. Armada narrow-body seperti Boeing 737-800 akan dominan untuk rute domestik, sementara wide-body A330-900neo dan B777-300ER akan memperkuat rute internasional.

Citilink sebagai lini low-cost carrier (LCC) juga menargetkan pemulihan penuh pada 2028, dengan armada kembali aktif sebanyak 50 unit, setelah sebelumnya sekitar 20 unit A320 masih ‘grounded’ akibat isu mesin.

Dalam catatan Sinarmas Sekuritas, sepanjang 2024 Garuda berhasil mencatatkan tingkat keterisian kursi atau seat load factor (SLF) sebesar 80 persen, mengungguli rata-rata sebelum masa pandemi. SLF ini diprediksi meningkat menjadi 85 persen pada 2027 dan akan menopang perbaikan margin usaha secara berkelanjutan.

"Dalam kondisi batas tarif atas (TBA) yang masih berlaku, peningkatan SLF menjadi kunci utama dalam mencapai margin positif," tulis Sinarmas Sekuritas dalam laporan tersebut.

baca juga

Garuda ditargetkan mampu mencatatkan EBIT breakeven pada 2025 dan kembali mencetak laba bersih pada 2029, seiring naiknya efisiensi operasional dan normalisasi harga tiket pasca diskon periode libur nasional.

Namun, tantangan tetap ada. Harga avtur yang kini berada di kisaran USD 0,70 per liter lebih tinggi dari USD 0,60 di 2019 membuat biaya per kursi atau Cost per Available Seat Kilometer (CASK) Garuda saat ini berada di level 7 sen, masih di atas level pra-pandemi.

Sinarmas Sekuritas memperkirakan, jika tidak ada reformasi struktural seperti pemangkasan biaya bandara atau penyesuaian TBA, beban biaya akan tetap tinggi, terutama pada rute domestik.

"Meski potensi kerugian akibat lonjakan harga minyak mentah (di atas USD 100/barel) ada, risikonya hanya sekitar 15 persen. Dengan asumsi stabilitas geopolitik terjaga, outlook Garuda tetap positif," tulis Sinarmas Sekuritas.

Dari sisi valuasi, Sinarmas Sekuritas menggunakan pendekatan EV/EBITDA sebesar 4,4x terhadap proyeksi EBITDA 2026, dan menetapkan target harga saham GIAA di Rp 160 per lembar, atau lebih dari 100 persen upside dari harga saat ini yang masih di bawah Rp 100.

"Pasar belum sepenuhnya menghargai potensi kebangkitan struktural Garuda. Eksekusi strategi oleh manajemen baru akan menjadi faktor penentu kunci dalam realisasi target ini," tulis Sinarmas Sekuritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Sawit Agrinas Palma Nusantara Rombak Pengurus, Satu Direksi Dicopot Lewat Zoom

BUMN Sawit Agrinas Palma Nusantara Rombak Pengurus, Satu Direksi Dicopot Lewat Zoom

Bisnis | Kamis, 03 Juli 2025 | 08:46 WIB

Danantara Suka Perusahaan Rugi?

Danantara Suka Perusahaan Rugi?

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 17:23 WIB

Diam-diam Danantara Guyur Dana Buat Bursa Bangkit

Diam-diam Danantara Guyur Dana Buat Bursa Bangkit

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 13:23 WIB

Terkini

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

×