Negosiasi Buntu! Indonesia Berjuang Hadapi Tarif Dagang AS 32 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 09 Juli 2025 | 15:42 WIB
Negosiasi Buntu! Indonesia Berjuang Hadapi Tarif Dagang AS 32 Persen
Presiden AS DonaldTrump [Reuters]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ini tengah berada di Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi lanjutan. 

Negosiasi ini krusial menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif dagang sebesar 32 persen untuk produk-produk Indonesia.

Indonesia termasuk dalam 12 negara yang diberikan tenggat waktu hingga 1 Agustus 2025 untuk menyelesaikan isu tarif ini. Sri Mulyani berharap negosiasi yang sedang berlangsung dapat membuahkan hasil yang lebih baik bagi Indonesia.

"Kami bersama kementerian terkait, Pak Menko sekarang sedang pergi ke AS. Beberapa langkah-langkah yang selama ini sudah dikomunikasikan dan dikoordinasikan juga dengan pemerintah AS, akan terus kita bahas," ujar Sri Mulyani kepada wartawan di Gedung DPD RI, Rabu (9/7/2025).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa poin-poin pembahasan dalam negosiasi lanjutan ini mencakup kekhawatiran AS terkait tarif dan hambatan non-tarif, serta keinginan AS agar Indonesia melakukan investasi di sana. Pemerintah Indonesia terus menyusun strategi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk memberikan penawaran tambahan.

"Menyangkut concern mereka tarif, non-tariff barriers maupun mereka juga di suratnya itu mengundang investasi Indonesia di sana yang nanti juga dibutuhkan. Jadi saat ini kami dengan Kemenko Perekonomian dan kementerian terkait lainnya terus mengorganisir langkah-langkah apa yang perlu untuk kita tetap bisa memberikan tambahan-tambahan. Diharapkan tetap pada awal Agustus kita bisa dapatkan term yang lebih baik," tegas Sri Mulyani.

Meskipun tensi dagang meningkat, Sri Mulyani menekankan bahwa negosiasi belum gagal. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan secara maksimal untuk pembahasan lanjutan. "Kan sedang dalam pembahasan, jadinya (nanti) kita lihat ya," imbuhnya.

Sri Mulyani juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara non-blok. Hal ini berarti pemerintah terus menjaga hubungan antarnegara berdasarkan prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. "Ya kita seimbang saja kan dari sisi hubungan kita dengan AS pasti ada, dari sisi investasi, perdagangan, dari sisi strategis, tapi Indonesia juga membuka hubungan dengan semua pihak," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensesneg Pastikan Indonesia Masih Negosiasi Sebelum Deadline Tarif Trump Berlaku 1 Agustus

Mensesneg Pastikan Indonesia Masih Negosiasi Sebelum Deadline Tarif Trump Berlaku 1 Agustus

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 15:30 WIB

Trump 'Getok' RI dengan Tarif 32%, Sri Mulyani: Negosiasi Belum Gagal

Trump 'Getok' RI dengan Tarif 32%, Sri Mulyani: Negosiasi Belum Gagal

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 15:26 WIB

Netanyahu Nominasikan Trump untuk Nobel Perdamaian! Apa Alasannya?

Netanyahu Nominasikan Trump untuk Nobel Perdamaian! Apa Alasannya?

Video | Rabu, 09 Juli 2025 | 11:05 WIB

Terkini

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Yamaha Marine Perluas Layanan Mesin Tempel Dukunng Sektor Bahari Indonesia

Yamaha Marine Perluas Layanan Mesin Tempel Dukunng Sektor Bahari Indonesia

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Siap-siap! Ada Wacana ASN Ambil Gaji di KDMP

Siap-siap! Ada Wacana ASN Ambil Gaji di KDMP

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Sekolah Lumpuh 3 Hari akibat BBM Langka di Denpasar, Siswa Belajar Daring

Sekolah Lumpuh 3 Hari akibat BBM Langka di Denpasar, Siswa Belajar Daring

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×