LPEI Gelontorkan Rp26 Triliun untuk Dongkrak Ekspor Indonesia

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 10 Juli 2025 | 20:11 WIB
LPEI Gelontorkan Rp26 Triliun untuk Dongkrak Ekspor Indonesia
Ilustrasi bongkar muat ekspor. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang juga dikenal sebagai Indonesia Eximbank, mencatat telah berhasil menyalurkan pembiayaan dalam jumlah signifikan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE). Hingga akhir Juni 2025, total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp 26 triliun. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai komoditas unggulan Indonesia agar mampu menembus pasar global dengan cakupan lebih dari 90 negara tujuan ekspor.

Dari keseluruhan akumulasi penyaluran dana PKE tersebut, LPEI melaporkan bahwa kontribusinya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian nasional, khususnya melalui penciptaan devisa negara yang tercatat mencapai angka Rp66,3 triliun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin U Norhadi mengungkapkan, dana yang disalurkan melalui PKE tersebut telah dimanfaatkan untuk mendukung beragam sektor industri strategis nasional. Produk-produk yang difasilitasi pembiayaannya meliputi berbagai komoditas dan hasil produksi dalam negeri, mulai dari pesawat terbang, rangkaian kereta api, vaksin, alat kesehatan, furnitur, makanan olahan, hingga produk-produk kimia, yang semuanya memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional.

“Total nilai penyaluran pembiayaan melalui program ini telah melampaui Rp 26 triliun dan berhasil menembus lebih dari 90 negara tujuan ekspor. Selain itu, dampaknya terhadap perekonomian juga signifikan, dengan devisa negara yang berhasil diciptakan mencapai lebih dari Rp 66 triliun,” ujar Maqin dalam acara Media Briefing yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Kamis (10/7/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin Norhadi. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin Norhadi. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Tak hanya fokus pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan sejumlah negara di kawasan Eropa Barat, melalui PKE, LPEI juga aktif memperluas penetrasi pasar ekspor Indonesia ke negara-negara non-tradisional. Beberapa wilayah yang kini menjadi sasaran ekspansi antara lain Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga Eropa Timur, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan dan peluang pasar yang besar bagi produk Indonesia.

Selain mendukung sektor ekspor, LPEI juga berperan aktif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional, sejalan dengan program pemerintah untuk membangun dan mengembangkan kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di lima wilayah yang memiliki potensi wisata berkelas dunia. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk kawasan pariwisata unggulan Labuan Bajo.

Program PKE DPSP Labuan Bajo merupakan hasil kolaborasi dengan perbankan nasional dalam bentuk sindikasi melalui skema Blended Financing. Skema pembiayaan inovatif ini memungkinkan dana PKE digunakan secara sinergis bersama pembiayaan perbankan, dengan total alokasi dana yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Hasil kajian yang dilakukan oleh InterCAFE Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai pengukuran dampak pembangunan dari program PKE DPSP di Labuan Bajo menunjukkan hasil yang menggembirakan. Program tersebut telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional. Di antaranya, tercatat peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 437,3 miliar, penyerapan tenaga kerja yang mencapai 6.536 orang, serta peningkatan pendapatan rumah tangga di kawasan tersebut hingga Rp 1,48 triliun.

Sebagai informasi, total penyaluran pembiayaan PKE sebesar Rp26 triliun merupakan dana bergulir (revolving) sejak program ini diluncurkan pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, alokasi dana PKE yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencapai Rp13,7 triliun. Penyaluran dana PKE selama periode Januari hingga Desember 2024 tercatat sebesar Rp7,3 triliun. Sementara itu, penyaluran dana PKE untuk periode Januari hingga Juni 2025 telah mencapai Rp5,5 triliun. ***

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Trump Bikin Pusing, RI Perluas Pasar Ekspor Lewat Program PKE

Tarif Trump Bikin Pusing, RI Perluas Pasar Ekspor Lewat Program PKE

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:29 WIB

Anak Buah Sri Mulyani Akui Kebijakan LPG 3 Kg Satu Harga Masih Usulan, Belum Dibahas

Anak Buah Sri Mulyani Akui Kebijakan LPG 3 Kg Satu Harga Masih Usulan, Belum Dibahas

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 17:47 WIB

Pemerintah Akan Pungut Pajak 0,5% dari Penjual Online, Begini Respons Shopee

Pemerintah Akan Pungut Pajak 0,5% dari Penjual Online, Begini Respons Shopee

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Prabowo Tebas 145 Peraturan Sektor Pertanian, Dampaknya Bikin Ngeri!

Kemenkeu Ungkap Prabowo Tebas 145 Peraturan Sektor Pertanian, Dampaknya Bikin Ngeri!

Bisnis | Sabtu, 28 Juni 2025 | 16:49 WIB

Penjual E-commerce Kena Pajak, Kemenkeu Minta Para Pelapak Tenang

Penjual E-commerce Kena Pajak, Kemenkeu Minta Para Pelapak Tenang

Bisnis | Sabtu, 28 Juni 2025 | 14:15 WIB

Perintah Hemat Prabowo Mulai Longgar, Sri Mulyani Buka Blokir Anggaran Rp129 Triliun Bagi 99 K/L

Perintah Hemat Prabowo Mulai Longgar, Sri Mulyani Buka Blokir Anggaran Rp129 Triliun Bagi 99 K/L

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 20:12 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×