Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

RI Bakal Borong Gandum AS Pasca Kesepakatan Tarif 19 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 Juli 2025 | 16:38 WIB
RI Bakal Borong Gandum AS Pasca Kesepakatan Tarif 19 Persen
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan memborong produk gandum Amerika Serikat (AS) pasca kesepatakan tarif dagang sebesar 19 persen. Antara/Makna Zaezar

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan memborong produk gandum Amerika Serikat (AS) pasca kesepatakan tarif dagang sebesar 19 persen yang telah diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Rabu (16/7/2025).

"Gandum itu yang paling besar," kata Amran usai menghadiri Kagama Leaders Forum di Gedung RRI, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Indonesia sendiri dikabarkan akan membeli produk pertanian dari AS senilai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 73 triliun (kurs Rp 16.271/US$).

Ketika ditanya apakah importasi ini akan membuat program ketahanan pangan nasional yang saat ini digagas oleh pemerintah bakal mengganggu program tersebut.

Menurutnya, impor komoditas pangan selalu didasarkan pada rekomendasi Kementerian Pertanian.

"Kalau kita cukup, kan tidak impor," ujar Amran, memberikan jaminan bahwa impor hanya akan dilakukan jika kebutuhan dalam negeri memang belum terpenuhi, bukan untuk mengganggu produksi lokal.

Keputusan untuk memborong gandum AS ini menjadi bagian tak terpisahkan dari "kesepakatan damai" tarif antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Trump memangkas tarif impor produk Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen, dengan imbalan komitmen Indonesia untuk meningkatkan impor sejumlah komoditas strategis dari Negeri Paman Sam. Gandum, tampaknya, menjadi salah satu yang paling menonjol.

Sebelumnya Amerika Serikat dan Indonesia dilaporkan telah mencapai kesepakatan perdagangan baru setelah pembicaraan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Pengumuman ini disampaikan oleh Trump pada Selasa, (15/7/2025) melalui platform Truth Social miliknya.

Menurut Trump, yang dikutip dari CNN Business pada Rabu, 16 Juli 2025, kesepakatan tersebut mencakup penghapusan tarif oleh Indonesia terhadap ekspor dari AS alias 100 persen . Sebaliknya, AS akan menurunkan tarif impor dari Indonesia menjadi 19 persen, dari sebelumnya 32 persen .

Trump juga mengklaim bahwa kesepakatan ini telah "diselesaikan." Namun, hingga Selasa sore, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan atau pengumuman resmi terkait kesepakatan tersebut.

Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump merinci beberapa komitmen penting dari pihak Indonesia, yaitu:

  • Pembelian Energi AS senilai $15 miliar.
  • Pembelian Produk Pertanian Amerika senilai $4,5 miliar.
  • Pembelian 50 pesawat Boeing, dengan banyak di antaranya adalah seri Boeing 777.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Amran Sebut Ada Peluang Emas Ekspor CPO RI ke AS usai Kesepakatan Tarif

Mentan Amran Sebut Ada Peluang Emas Ekspor CPO RI ke AS usai Kesepakatan Tarif

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:19 WIB

Pemerintah Klaim Ada 2 Keuntungan Indonesia Pengenaan Tarif Trump 19 persen

Pemerintah Klaim Ada 2 Keuntungan Indonesia Pengenaan Tarif Trump 19 persen

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:31 WIB

Tarif Trump 19 Persen, Sektor Manufaktur RI Diklaim Bisa Kembali Bergairah

Tarif Trump 19 Persen, Sektor Manufaktur RI Diklaim Bisa Kembali Bergairah

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 09:21 WIB

Terkini

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 01:05 WIB

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:41 WIB

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:46 WIB

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:42 WIB

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:31 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB