Kadin Bongkar Penyebab UMKM Indonesia Belum Bisa Naik Kelas

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 23 Juli 2025 | 07:45 WIB
Kadin Bongkar Penyebab UMKM Indonesia Belum Bisa Naik Kelas
Ilustrasi UMKM dan PKL. [Chat GPT]

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengungkapkan penyebab Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) susah untuk naik kelas. Lantaran, Indonesia masih tertinggal jauh dari Korea Selatan dan Jepang yang sudah banyak UMKM berkembang pesat.

Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aviliani mengatakan masih banyak UMKM Indonesia masih belum naik kelas. Meskipun, sudah tiga tahun membuka usaha.

"Jadi UMKM kita itu sekarang, kalau kita lihat, kenapa nggak naik-naik kelas, padahal kreditnya naik terus loh, makanya suka macet, karena begitu udah 3 tahun usahanya nggak naik, tapi jumlah kreditnya naik pasti macet gitu," katanya dalam acara diskusi UOB dalam tema Navigating Regulation Shift and Market Uncertainties in Indonesia and Asean, di Jakarta, ditulis Rabu (23/7/2025).

Kata dia salah satu utamanya dikarenakan cakupan target pasar yang masih terbatas. Apalagi, banyak barang impor yang membuat UMKM sulit bersaing dengan perusahaan yang besar.

" Karena mereka itu pasarnya terbatas, tapi dikasih pinjaman terus, maka akhirnya biasanya mereka jadi tutup. Nah, oleh karena itu, sebenarnya yang sekarang tidak kita temukan seperti di Korea dan Thailand, itu adalah menjadi bagian supply chain dari pengusaha besar," katanya.

Aviliani mencontohkan UMKM dari Jepang dibantu pendanaan dari Koperasi. Hal itu membuat bisnis UMKM terus tinggi dan naik kelas sehingga bisa bersaing dengan produk lainnya:

"Di Jepang tuh seperti itu, sehingga koperasi itu fungsinya nanti akan membuat nilai tambah dari UMKM," jelasnya.

Untuk itu dengan program Koperasi Desa bisa membantu UMKM. Menurutnya, Koperasi Desa mendapatkan pinjaman Rp3 miliar dari Pemerintah yang nantinya bisa mendorong UMKM Indonesia naik kelas.

"Nah, jadi menurut sayaini mumpung baru di launching, semogauang yang 3 miliar yang dikasih itu nggak macet. Nah, oleh karena itu perlu menjadi penghubung antara perusahaan besardengan perusahaan kecil," katanya.

baca juga

Dia menambahkan cara agar Koperasi Desa bisa membantu UMKM yakni menjembatani permintaan perusahaan besar dengan UMKM. Tentunya ini juga bisa mengurangi ketergantungan impor.

"Pengusaha besar itu sebenarnya banyak kebutuhan misalnya contoh nih, saya waktu itu mempertemukan antara KAB dengan perusahaan kecil. Dia butuh jahe merah banyak, dia import.Daripada import, kenapa nggak UMKM kita," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WE Finance Code Diterapkan di Indonesia, Arah Baru Pembiayaan UMKM Perempuan

WE Finance Code Diterapkan di Indonesia, Arah Baru Pembiayaan UMKM Perempuan

Bisnis | Rabu, 23 Juli 2025 | 06:38 WIB

Bank Jakarta Gandeng APKLI Perjuangan, Perluas Akses Layanan Keuangan UMKM dan PKL

Bank Jakarta Gandeng APKLI Perjuangan, Perluas Akses Layanan Keuangan UMKM dan PKL

Bisnis | Rabu, 23 Juli 2025 | 06:23 WIB

Ratusan Karyawan PNM Berprestasi Raih Apresiasi Wisata Umrah

Ratusan Karyawan PNM Berprestasi Raih Apresiasi Wisata Umrah

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:14 WIB

Terkini

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 16:18 WIB

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 16:14 WIB

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:00 WIB

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:55 WIB

Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?

Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:50 WIB

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka

Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:40 WIB

×