42 Ribu Pekerja Terkena PHK di Tahun Pertama Prabowo Menjabat

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 22 Juli 2025 | 19:06 WIB
42 Ribu Pekerja Terkena PHK di Tahun Pertama Prabowo Menjabat
Ilustrasi. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sepanjang tahun 2025 hingga bulan Juni, jumlah korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah mencapai 42.385 pekerja.

Suara.com - Awan kelabu menyelimuti pasar tenaga kerja Indonesia. Pasalnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sepanjang tahun 2025 hingga bulan Juni, jumlah korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah mencapai 42.385 pekerja.

Ironisnya angka ini, melonjak tajam sekitar 32,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 32.064 pekerja.

Fenomena ini sontak menjadi sorotan tajam, mengingat ini adalah tahun pertama masa jabatan Presiden Prabowo Subianto yang gencar menggaungkan stabilitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan dokumen Tenaga Kerja Ter-PHK dari Satudata Kemnaker, peta persebaran PHK menunjukkan titik-titik merah di sentra industri.

Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah PHK paling banyak, mencapai 10.995 pegawai. Disusul ketat oleh Jawa Barat dengan 9.494 pegawai, dan Banten dengan 4.267 pekerja.

Data ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor industri di pulau Jawa, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi, kini berada di bawah tekanan hebat.

Ribuan keluarga terancam kehilangan mata pencarian, memicu kekhawatiran akan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Dikonfirmasi terkait data yang meresahkan ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli tak menampik fakta pahit tersebut.

Ia mengatakan, kondisi ini disebabkan oleh berbagai macam alasan, baik internal bisnis maupun faktor eksternal.

baca juga

"PHK itu sendiri penyebabnya macam-macam. Ada PHK itu karena memang industri-nya memang pasarnya sedang turun, ada industri yang dia berubah model bisnisnya, kemudian ada yang ada isu terkait dengan internal, hubungan industrial, dan seterusnya," kata Yassierli, ditemui usai Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Yassierli mengindikasikan bahwa badai PHK ini bukan masalah tunggal. Kombinasi dari lesunya permintaan pasar, pergeseran model bisnis yang menuntut efisiensi atau otomatisasi, hingga masalah internal perusahaan atau hubungan industrial yang memburuk, semua berkontribusi pada lonjakan angka PHK yang mengkhawatirkan ini.

Melihat tren peningkatan yang signifikan dan kompleksnya penyebab, ada kekhawatiran besar bahwa angka 42 ribu korban PHK ini berpotensi makin bertambah hingga akhir tahun.

Kemnaker sendiri saat ini sudah mulai membuat laporan secara lebih detail, merinci data per provinsi hingga sektor industri terdampak PHK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Jersey Como 1907, Hasil Karya Tangan Lentik Anak Presiden Prabowo

Intip Jersey Como 1907, Hasil Karya Tangan Lentik Anak Presiden Prabowo

Bola | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:47 WIB

Semua Adek Kakak! Bahlil Tepis Keistimewaan PDIP di Mata Prabowo

Semua Adek Kakak! Bahlil Tepis Keistimewaan PDIP di Mata Prabowo

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:37 WIB

Tak Mau Kalah Usai Omongan Prabowo, Bahlil Sebut Golkar-Gerindra Adik Kakak Juga

Tak Mau Kalah Usai Omongan Prabowo, Bahlil Sebut Golkar-Gerindra Adik Kakak Juga

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:29 WIB

Terkini

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

×