Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Bos Garuda Blak-blakan Soal Dana Pembelian 50 Pesawat Boeing, Erick Thohir Disebut Setuju

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 22 Juli 2025 | 12:36 WIB
Bos Garuda Blak-blakan Soal Dana Pembelian 50 Pesawat Boeing, Erick Thohir Disebut Setuju
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Wamildan Tsani sedang berjabat tangan dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Suara.com - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengklaim tengah aktif bernegosiasi dengan raksasa penerbangan Boeing terkait rencana pembelian 50 unit pesawat jet baru. Langkah ini merupakan tindaklanjut dari kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sebesar 19 persen.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Wamildan Tsani dalam keterbukaan informasi, Selasa (22/7/2025) sedang intensif berkomunikasi dengan Boeing untuk membahas detail kebutuhan pesawat yang paling sesuai dengan pangsa pasar Garuda.

"Rencana tersebut merupakan salah satu strategi perseroan untuk penyehatan Garuda Indonesia dalam jangka panjang,” kata Wamildan.

Wamildan Tsani menambahkan, pembelian 50 pesawat ini akan menjadi tulang punggung bagi transformasi bisnis Garuda Indonesia dalam lima tahun ke depan. Fokus utamanya adalah penguatan jumlah pesawat dan optimalisasi jaringan penerbangan. Dengan armada yang lebih modern dan jumlah yang memadai, Garuda diharapkan mampu melayani rute-rute yang lebih menguntungkan dan strategis.

Yang menarik, sumber pendanaan untuk pembelian puluhan pesawat ini sejalan dengan rencana penyehatan keuangan yang telah tertuang dalam rancangan restrukturisasi. Alokasi dana ini bahkan telah disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2025 lalu. Selain itu, GIAA juga secara paralel tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak pemberi dana potensial, menunjukkan keseriusan dalam mengamankan pembiayaan.

Wamildan menjelaskan bahwa penambahan armada pesawat ini bukan sekadar menambah jumlah, melainkan untuk menunjang transformasi bisnis Garuda Indonesia dari aspek jaringan dan ketersediaan alat produksi. Strateginya adalah rasionalisasi jaringan rute yang berdasarkan profitability uplift potential dan strategic network. Artinya, Garuda akan fokus pada rute-rute yang paling menguntungkan dan memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Kemudian, ekspansi unit pesawat akan disesuaikan dengan permintaan pasar dengan tetap menjaga efisiensi atas biaya operasi. Diharapkan hal tersebut bisa mengoptimalkan pendapatan perseroan. Ini adalah pendekatan cerdas untuk memastikan setiap investasi pesawat baru benar-benar memberikan nilai tambah finansial.

"Saat ini perseroan dan Boeing melanjutkan komunikasi secara intensif terkait dengan detail kebutuhan pesawat sesuai dengan pangsa pasar termasuk pengirimannya," ujarnya. Tentunya, hal ini juga mempertimbangkan dari sisi kesiapan Boeing untuk menyediakan tipe pesawat yang dibutuhkan GIAA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Kumpulkan Para Pengusaha Usai Tarif Trump 19 Persen

Menko Airlangga Kumpulkan Para Pengusaha Usai Tarif Trump 19 Persen

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 11:29 WIB

Masalah Timnas Indonesia Itu-itu Saja dari U-23 hingga Senior, Erick Thohir: Ternyata Benar

Masalah Timnas Indonesia Itu-itu Saja dari U-23 hingga Senior, Erick Thohir: Ternyata Benar

Bola | Selasa, 22 Juli 2025 | 09:13 WIB

Bos Garuda Indonesia Beberkan Sumber Dana Pembelian 50 Pesawat Boeing

Bos Garuda Indonesia Beberkan Sumber Dana Pembelian 50 Pesawat Boeing

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 08:25 WIB

Terkini

Tembus Rp10.355 Triliun, Likuiditas Uang Beredar Maret 2026 Tumbuh 9,7 Persen

Tembus Rp10.355 Triliun, Likuiditas Uang Beredar Maret 2026 Tumbuh 9,7 Persen

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:23 WIB

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB