Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Harga Cokelat Naik Dua Kali Lipat, Ini Penyebabnya

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 23 Juli 2025 | 09:05 WIB
Harga Cokelat Naik Dua Kali Lipat, Ini Penyebabnya
Ilustrasi cokelat (unsplash.com/@towfiqu999999)

Suara.com - Harga cokelat merek Hershey bakal menaikkan harganya. Seiring, Kit Kat dan Reese's Peanut Butter Cups memutuskan merubah harga jualnya di bulan ini.

Hershey memberi tahu mitra ritelnya bahwa mereka akan menaikkan harga dengan persentase di kisaran dua digit. Kenaikan harga cokelat dikarenakan tarif kakao yang naik.

Dilansir CNN International, harga kakao berjangka naik 178% pada tahun 2024. Hal itu terjakdi kenaikan 61% pada tahun 2023. Berdasarkan data Factsheet, kenaikan ini disebabkan negsra Ghana dan Pantai Gading menyumbang hampir 60% dari produksi kakao dunia, dan wilayah tersebut telah dilanda gagal panen akibat cuaca yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Sebagai contoh, sebuah studi yang dipimpin oleh Maximillian Kotz dari Pusat Superkomputer Barcelona menemukan bahwa gelombang panas yang melanda negara tersebut. Hal itu terjadi di awal tahun 2024 menjadi 4 derajat Celcius lebih panas akibat perubahan iklim.

Sehingga, cuaca panas membuat harga kakao pada bulan April melonjak 280%. Sedangkan, harga kakao berjangka saat ini diperdagangkan pada harga 8.156 dolar per metrik ton. Meskipun harga tersebut 30% lebih rendah dari rekor tertinggi 12.646 dolar AS per metrik ton pada Desember 2024.

Namun, harga tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan dua tahun lalu. Hershey mencatat dalam pernyataannya bahwa kenaikan harga ini tidak terkait dengan tarif atau kebijakan perdagangan.

Lantaran, dalam laporan pendapatannya di bulan Mei, Hershey mengatakan pihaknya mengantisipasi biaya tarif sebesar 15 juta dolar AS hingga 20 juta dolar AS pada kuartal kedua tahun ini.

Kenaikan harga ini mencerminkan realitas kenaikan biaya bahan baku, termasuk biaya kakao yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Selama bertahun-tahun.

" Kami telah bekerja keras untuk menyerap biaya-biaya ini dan terus menyediakan 75% portofolio produk kami kepada konsumen dengan harga di bawah 4,00 dolar AS,"ujar seorang juru bicara perusahaan.

Selain Hersey dan Kit Kat, perusahaan cokelat Swiss, Lindt, mengatakan pada tahun 2024 bahwa mereka menaikkan harga dan memperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2025. Kenaikan ini dikarenakan tahun ini mempunyai penuh tantangan yang besar.

Hal itu ditandai dengan rekor harga kakao yang tinggi, kenaikan harga yang substansial, dan melemahnya sentimen konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Kopi, Cokelat, Teh dan Wine Targetkan Peluang Pasar Triliunan di CBE 2025

Industri Kopi, Cokelat, Teh dan Wine Targetkan Peluang Pasar Triliunan di CBE 2025

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:52 WIB

2 Bulan Berdiam di Rumah, Nirina Zubir Baru Berani Keluar Demi Pernikahan Luna Maya

2 Bulan Berdiam di Rumah, Nirina Zubir Baru Berani Keluar Demi Pernikahan Luna Maya

Entertainment | Rabu, 07 Mei 2025 | 12:49 WIB

Tanda BCL Sudah Siap Lebaran, Bikin Kue Cokelat Legendaris: Ini Resepnya!

Tanda BCL Sudah Siap Lebaran, Bikin Kue Cokelat Legendaris: Ini Resepnya!

Lifestyle | Minggu, 30 Maret 2025 | 13:43 WIB

Terkini

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB