Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

RI Diwajibkan Beli Pesawat Boeing, Rieke Diah: Negara Lain Aja Nolak!

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 23 Juli 2025 | 15:14 WIB
RI Diwajibkan Beli Pesawat Boeing, Rieke Diah: Negara Lain Aja Nolak!
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka.

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka, mengingatkan BPI Danantara memiliki strategi dalam pemenuhan kesepakatan Tarif Trump membeli 50 pesawat Boeing.

Terutama terkait jenis dan model pesawat Boeing yang akan dibeli oleh BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA). Menurutnya, banyak negara yang kini menolak pembelian pesawat dari Boeing.

Rieke yang memerankan karakter Oneng di Bajaj Bajuri ini menginginkan Danantara jangan salah langkah dalam pembelian pesawat. Sebab, banyak pesawat Boeing yang kekinian dilarang untuk terbang.

"Jadi bagaimana ada negosiasi membeli 737 MAX itu kan di grounded ya dan kemudian 787 Dreamliner itu juga di grounded. Boeing yang mana yang harus dibeli, sementara orang lain menolak membeli Boeing," ujarnya dalam rapat kerja dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan Manajemen BPI Danantara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025).

China ogah beli pesawat dari Amerika Serikat
Ilustrasi Pesawat Boeing

Menurut Rieke, pemerintah memang tak ada pilihan dalam melakukan pembelian pesawat Boeing. Karena, adanya pemaksaan dari pemerintah Amerikat Serikat dalam perjanjian Trump tersebu.

"Tapi Amerika pasti memaksa, karena Boeing itu adalah salah satu simbol ekonomi Amerika, tapi kan nggak laku ini juga masalah simbol ekonominya," ucapnya.

Rieke juga mewanti-wanti, agar Danantara bisa memantau proses pembelian pesawat Boeing tersebut. Jangan sampai, kejadian pembelian pesawat yang menimbulkan korupsi di tubuh Garuda Indonesia kembali terjadi.

"Kita tahu kemarin dalam bisnis itu pembelian Boeing dan Bombardier oleh BUMN yang bernama Garuda itu menyebabkan masalah keuangan yang terjadi sampai sekarang," bebernya.  

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) berencana membeli 50 pesawat Boeing. Hal ini merupakan mandat dari kesekapatan Tarif Trump, di mana RI diwajibkan membeli pesawat asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menjelaskan saat ini perseroan tengah melakukan perbincangan secara intesif soal pembelian pesawat tersebut.

"Pembelian pesawat tersebut merupakan salah satu langkah startegis jangka panjang dalam upaya penyehatan perseoan melalui transformasi bisnis dengan penguatan arma dan optimalisasi jaringan penerbangan dalam 5 tahun ke depan," ujarnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (22/7/2025).

Terkait sumber dana, Menurut Wamildan, maskapai akan menggunakan sebagaian dana restrukturisasi yang telah disetujui oleh Menteri BUMN dan RUPSLB pada 30 Juni 2025.

"Selain itu, perseroan juga secara paralel tengah menjalin komunkasi dengan sejumlah pihak pemberi dana potensial," katanya.

Wamildan menyebut, penambahan armada baru itu bisa meningkatkan peforma bisnis dari rasionalisasi jaringan rute penerbangan, hingga meningkatkan pendapatan operasional.

"Kemudian bisa melakukan ekspansi armada yang sejalan dengan permintaan pasar dengan tetap menjaga efisiensi biaya operasional," bebernya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Perdana Rapat dengan Komisi VI DPR, CEO Danantara Langsung Pamit

Baru Perdana Rapat dengan Komisi VI DPR, CEO Danantara Langsung Pamit

Bisnis | Rabu, 23 Juli 2025 | 13:29 WIB

Mau Bikin Jet Tempur, Boeing Kasih Bonus Rp81 Juta untuk Karyawan

Mau Bikin Jet Tempur, Boeing Kasih Bonus Rp81 Juta untuk Karyawan

Bisnis | Rabu, 23 Juli 2025 | 13:13 WIB

Bos Danantara Beberkan Rencana Kerja untuk BUMN, Mulai dari Restrukturisasi Hingga Konsolidasi

Bos Danantara Beberkan Rencana Kerja untuk BUMN, Mulai dari Restrukturisasi Hingga Konsolidasi

Bisnis | Rabu, 23 Juli 2025 | 12:06 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB