Penjualan Turun, Coca-Cola Berencana Buat Produk dari Gula Tebu

Rabu, 23 Juli 2025 | 13:23 WIB
Penjualan Turun, Coca-Cola Berencana Buat Produk dari Gula Tebu
Pengunjung memilih produk minuman berpemanis di salah satu ritel di Jakarta, Senin (18/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Volume penjualan perusahaan Coca-Cola mengalami penurunan. Lantaran, perusahaan menaikkan harga produk jualnya.

Dalam menangani, kerugian tersebut, perusahaan juga menyatakan akan memperkenalkan produk Coca-Cola yang terbuat dari gula tebu di Amerika Serikat.

Nantinya, harganya yang lebih tinggi mengimbangi penurunan volume penjualan, yang turun 1 persen. Sebagian besar disebabkan oleh penurunan di pasar-pasar utama seperti Meksiko dan India, serta penurunan merek Coca-Cola di AS.

Adapun, permintaan minuman bersoda mahal tetap fluktuatif dalam beberapa kuartal terakhir. Terutama di negara-negara kaya, dengan konsumen berpenghasilan rendah menjadi lebih sadar harga.

Perusahaan makanan pun mencari pengganti yang lebih sehat sebagai respons terhadap kampanye Make America Healthy Again yang digagas Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.

Apalagi, pelan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan Coca-Cola telah setuju untuk menggunakan gula tebu asli di AS.

"Coca-Cola ingin menggunakan seluruh pilihan pemanis yang tersedia, jika ada permintaan konsumen dalam panggilan pasca-laba. Perusahaan mengatakan produk semacam itu akan melengkapi produk-produknya yang sudah ada,"kata CEO James Quincey dilansir Reuters.

Sementara itu, Coca-Cola sudah menjual Coke yang terbuat dari gula tebu di pasar lain, termasuk Meksiko, dan beberapa toko kelontong di AS menjual botol kaca dengan gula tebu berlabel Coke "Meksiko".

Selain itu, Coca-Cola menegaskan kembali bahwa dampak biaya akibat dinamika perdagangan global" tetap terkendali. Sekitar 61 persen pendapatannya berasal dari pasar luar negeri.

Baca Juga: Eks Wakapolri Oegroseno Nilai Vonis Tom Lembong Aneh, Pertanyakan Penerapan Pasal 2 UU Tipikor

Perusahaan telah menyatakan akan mempertimbangkan opsi kemasan yang terjangkau seperti botol plastik. Lantaran, Trump memberlakukan bea masuk 25 persen untuk impor aluminium. Per Juni, tarif impor aluminium telah mencapai 50%.

Sedangkan, pendapatan perusahaan yang sebanding naik 2,5 persen menjadi 12,62 miliar dolar AS dalam tiga bulan yang berakhir pada 27 Juni. Laba ini melampaui perkiraan yang mencapai 12,54 miliar dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI