Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

BI Suntik Dana Segar Hingga Rp 376 Triliun, Terbanyak ke Bank BUMN

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 28 Juli 2025 | 17:56 WIB
BI Suntik Dana Segar Hingga Rp 376 Triliun, Terbanyak ke Bank BUMN
Ilustrasi logo Bank Indonesia.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus menyuntikan dana untuk likuiditas perbankan mencapai Rp376 triliun. Hal ini dilakukan sesuai dengan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa total insentif itu sudah diberikan perbankan di Indonesia. Termasuk, bank BUMN, Swasta, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan kantor cabang Asing.

" Total Rp376 triliun rupiah kepada siapa aja insentif likuiditas? Satu bank umum atau pemerintah sebesar Rp167,1 triliun lalu swasta Rp166,7 triliun dan BPD Rp36,8 triliun dan kantor cabang Rp 5,8 triliun," katanya dalam rapat KSSK, Senin (28/7/2025).

Kata dia, penyaluran insentif ini untuk mendorong perbankan dalam memberikan kredit dalam mendukung program Asta Cita dari pemerintah. Hal ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia

"Sektornya apa aja? Instentif likuidtas terhadap esktor prioritas terhadap asta cita pemerintah seperti pertanian,real estate, konstruksi perdagangan manufkatur transportasi perdugangan dan ekonomi UMKM yang mana sektor prioritas di asta cita dan kami dorong pemberian insentif likuidtas dalam penyaluran kredit," katanya.

"Kami akan memperkuat kebijakan likuditas agar bank-bank menyalurkan kredit dalam mendukung asta cita pemerintah," tambahnya.

Tidak hanya itu, BI seluruh instrumen kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dari sisi kebijakan moneter, yang dilakukan melalui penurunan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis points (bps) ke level 5,25% pada Juli 2025.

"Seluruh kebijakan kami kami arahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,"katanya.

Kata dia, kebijakan moneter itu tentu tetap diarahkan untuk stabilitas nilai tukar rupiah. Serta memastikan juga akan menjadi fokus ke depan seiring terus terkendalinya tekanan inflasi.

"Dan arah kebijakan suku bunga BI ke depan kami masih melihat ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut," imbuhnya.

Serra mengarahkan kebijakan operasi moneter untuk terus menjaga likuiditas di pasar. Salah satunya mengurangi serapan dana investor di instrumen SRBI.

"Kurang lebih turun lebih dari Rp 140 triliun, ini akan menambah likuiditas di pasar uang," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Kantongi 1 Nama Perusahaan BUMN untuk Jadi Holding Investasi, Siapa Dia?

Danantara Kantongi 1 Nama Perusahaan BUMN untuk Jadi Holding Investasi, Siapa Dia?

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 15:33 WIB

Modal Rp500 Ribu, UMKM Ini Bisa Kantongi Ratusan Juta Per Tahun

Modal Rp500 Ribu, UMKM Ini Bisa Kantongi Ratusan Juta Per Tahun

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 08:16 WIB

Gibran, ASN, dan BUMN: Siapa Duluan yang Ngantor di IKN?

Gibran, ASN, dan BUMN: Siapa Duluan yang Ngantor di IKN?

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 13:33 WIB

Terkini

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:07 WIB