BI Suntik Dana Segar Hingga Rp 376 Triliun, Terbanyak ke Bank BUMN

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 28 Juli 2025 | 17:56 WIB
BI Suntik Dana Segar Hingga Rp 376 Triliun, Terbanyak ke Bank BUMN
Ilustrasi logo Bank Indonesia.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus menyuntikan dana untuk likuiditas perbankan mencapai Rp376 triliun. Hal ini dilakukan sesuai dengan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa total insentif itu sudah diberikan perbankan di Indonesia. Termasuk, bank BUMN, Swasta, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan kantor cabang Asing.

" Total Rp376 triliun rupiah kepada siapa aja insentif likuiditas? Satu bank umum atau pemerintah sebesar Rp167,1 triliun lalu swasta Rp166,7 triliun dan BPD Rp36,8 triliun dan kantor cabang Rp 5,8 triliun," katanya dalam rapat KSSK, Senin (28/7/2025).

Kata dia, penyaluran insentif ini untuk mendorong perbankan dalam memberikan kredit dalam mendukung program Asta Cita dari pemerintah. Hal ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia

"Sektornya apa aja? Instentif likuidtas terhadap esktor prioritas terhadap asta cita pemerintah seperti pertanian,real estate, konstruksi perdagangan manufkatur transportasi perdugangan dan ekonomi UMKM yang mana sektor prioritas di asta cita dan kami dorong pemberian insentif likuidtas dalam penyaluran kredit," katanya.

"Kami akan memperkuat kebijakan likuditas agar bank-bank menyalurkan kredit dalam mendukung asta cita pemerintah," tambahnya.

Tidak hanya itu, BI seluruh instrumen kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dari sisi kebijakan moneter, yang dilakukan melalui penurunan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis points (bps) ke level 5,25% pada Juli 2025.

"Seluruh kebijakan kami kami arahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,"katanya.

Kata dia, kebijakan moneter itu tentu tetap diarahkan untuk stabilitas nilai tukar rupiah. Serta memastikan juga akan menjadi fokus ke depan seiring terus terkendalinya tekanan inflasi.

baca juga

"Dan arah kebijakan suku bunga BI ke depan kami masih melihat ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut," imbuhnya.

Serra mengarahkan kebijakan operasi moneter untuk terus menjaga likuiditas di pasar. Salah satunya mengurangi serapan dana investor di instrumen SRBI.

"Kurang lebih turun lebih dari Rp 140 triliun, ini akan menambah likuiditas di pasar uang," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Kantongi 1 Nama Perusahaan BUMN untuk Jadi Holding Investasi, Siapa Dia?

Danantara Kantongi 1 Nama Perusahaan BUMN untuk Jadi Holding Investasi, Siapa Dia?

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 15:33 WIB

Modal Rp500 Ribu, UMKM Ini Bisa Kantongi Ratusan Juta Per Tahun

Modal Rp500 Ribu, UMKM Ini Bisa Kantongi Ratusan Juta Per Tahun

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 08:16 WIB

Gibran, ASN, dan BUMN: Siapa Duluan yang Ngantor di IKN?

Gibran, ASN, dan BUMN: Siapa Duluan yang Ngantor di IKN?

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 13:33 WIB

Terkini

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:14 WIB

Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara

Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 16:14 WIB

Tugas Pertama Suahasil Gantikan Purbaya: APBN Harus Sehat

Tugas Pertama Suahasil Gantikan Purbaya: APBN Harus Sehat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB

Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB

Sebelum Dicopot Prabowo! Purbaya Sempat Kritik Pemda yang 'Hobi' Simpan Uang di Bank

Sebelum Dicopot Prabowo! Purbaya Sempat Kritik Pemda yang 'Hobi' Simpan Uang di Bank

News | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Semua Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Tayang di TV

Semua Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Tayang di TV

Bola | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun

Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun

Bekaci | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Nongkrong Cantik di Oemah Boto Dapat Cashback 30% Pakai QRIS BRImo

Nongkrong Cantik di Oemah Boto Dapat Cashback 30% Pakai QRIS BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC

Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

×