Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Kelas Menengah Kritis, Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Hantui Ekonomi RI

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 29 Juli 2025 | 13:02 WIB
Kelas Menengah Kritis, Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Hantui Ekonomi RI
Pengunjung melihat-lihat di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta, Kamis (28/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Fenomena "Rombongan Jarang Beli" (Rojali) dan "Rombongan Hanya Nanya" (Rohana) yang belakangan viral, kini bukan sekadar guyonan.

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, melihat gejala ini sebagai sinyal serius dari tekanan ekonomi yang dialami masyarakat kelas menengah.

Ia menilai, penurunan pendapatan menjadi pemicu utama mengapa banyak orang datang ke pusat perbelanjaan hanya untuk sekadar berjalan-jalan tanpa melakukan transaksi.

"Ini berkaitan dengan daya beli. Pendapatan rata-rata masyarakat turun, akhirnya mereka ke mal hanya untuk refreshing, namun minim berbelanja," ujar Eko di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Gejala serupa, menurut Eko, tak hanya terjadi di pusat perbelanjaan fisik, tetapi juga merambah ke platform belanja daring.

Banyak calon konsumen yang aktif melihat-lihat produk di e-commerce, namun tidak langsung menyelesaikan transaksi. Mereka cenderung menunggu momen diskon atau promo khusus.

"Belanja online juga menghadapi masalah yang sama. Mereka hanya lihat-lihat produk, tapi tidak segera check out. Mereka cenderung menunggu diskon," ucap Eko, menggambarkan perilaku konsumen yang semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Melihat tren yang mengkhawatirkan ini, Eko mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret.

Ia menyarankan agar pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi yang ditujukan khusus untuk kelompok kelas menengah agar daya beli bisa kembali tumbuh.

"Pemerintah perlu membuat stimulus ekonomi untuk kelas menengah karena 'Rojali' dan 'Rohana' umumnya masuk kategori kelas menengah," lanjut Eko.

Eko meyakini, intervensi pemerintah dapat memberikan dampak signifikan dalam memitigasi gejala tersebut.

Berbagai insentif, menurutnya, dapat menggairahkan kembali aktivitas transaksi di pusat perbelanjaan.

"Diskon listrik, menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) bisa jadi opsi agar mereka kembali belanja lebih banyak," kata Eko, memberikan contoh konkret stimulus yang bisa dipertimbangkan pemerintah.

Diskon listrik akan mengurangi beban rutin, sementara kenaikan PTKP akan meningkatkan pendapatan bersih yang bisa dibelanjakan.

Selain dukungan dari sisi pemerintah, Eko juga menekankan pentingnya adaptasi dari pelaku usaha ritel, khususnya yang berada di pusat perbelanjaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Indef Kenang Kwik Kian Gie: Sosok Kritis yang Minta RI Tak Bergantung Utang Asing

Ekonom Indef Kenang Kwik Kian Gie: Sosok Kritis yang Minta RI Tak Bergantung Utang Asing

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 11:52 WIB

Arti Kata "Rohana" dan "Rojali" yang Viral di Medsos, Ternyata Ada Fenomena Meresahkan di Baliknya

Arti Kata "Rohana" dan "Rojali" yang Viral di Medsos, Ternyata Ada Fenomena Meresahkan di Baliknya

Lifestyle | Senin, 28 Juli 2025 | 20:47 WIB

Viral Fenomena Rojali dan Rohana Cuma 'Cuci Mata' di Mal, Apa Kata Para Penjual?

Viral Fenomena Rojali dan Rohana Cuma 'Cuci Mata' di Mal, Apa Kata Para Penjual?

Lifestyle | Senin, 28 Juli 2025 | 16:04 WIB

Terkini

Harga Emas Anjlok! Saatnya Borong Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini?

Harga Emas Anjlok! Saatnya Borong Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:56 WIB

Wall Street Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Dunia Masih Jadi Biang Kerok

Wall Street Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Dunia Masih Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:53 WIB

BKI Mulai Ekspansi Sertifikasi dan Inspeksi ke Pembangkit Listrik

BKI Mulai Ekspansi Sertifikasi dan Inspeksi ke Pembangkit Listrik

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:48 WIB

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp44,47 Triliun, Cek Jadwalnya

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp44,47 Triliun, Cek Jadwalnya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:48 WIB

Kinerja Bank Mandiri: Dividen Rp 44,47 T Siap Dibagikan, Intip Detail Buyback Saham

Kinerja Bank Mandiri: Dividen Rp 44,47 T Siap Dibagikan, Intip Detail Buyback Saham

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:37 WIB

460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan

460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:34 WIB

Laporan Kinerja ISAT Kuartal I 2026, Buy atau Sell?

Laporan Kinerja ISAT Kuartal I 2026, Buy atau Sell?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:24 WIB

BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar

BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 06:52 WIB

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 22:21 WIB

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 20:09 WIB