Keuntungan HSBC Tergerus 26 Persen di Sepanjang Semester I 2025

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 30 Juli 2025 | 18:27 WIB
Keuntungan HSBC Tergerus 26 Persen di Sepanjang Semester I 2025
Ilustrasi HSBC.

Suara.com - HSBC Holdings (HSBA.L) melaporkan penurunan laba sebelum pajak sebesar 26 persen pada semester pertama tahun ini.

Hal ini meleset dari perkiraan analis, seiring dengan penurunan nilai investasinya di Bank of Communications Tiongkok dan eksposur ke pasar properti Hong Kong.

Bank terbesar di Eropa ini membukukan laba sebesar 15,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp259 triliun untuk enam bulan pertama tahun ini. Laba ini menyusut dibandingkan dengan rata-rata 16,5 miliar dolar AS yang diestimasikan oleh broker HSBC.

Dilansir Reuters, saham HSBC yang tercatat di bursa Hong Kong anjlok lebih dari 3 persen pada perdagangan sore setelah rilis laporan keuangan.

Penurunan laba HSBC yang lebih tajam dari perkiraan menunjukkan tantangan yang dihadapi CEO Georges Elhedery.

Lantaran, bank tersebut mengalami kerugian di Tiongkok, tempat bank tersebut semakin menggantungkan rencana pertumbuhannya dalam beberapa tahun terakhir setelah menyusut di pasar Barat.

Selain itu, pemberi pinjaman tersebut mengalami kerugian lebih lanjut sebesar 2,1 miliar dolar AS dari kepemilikan sahamnya di Bank of Communications.

Lalu, menyusul penurunan nilai sebesar 3 miliar dolar AS yang dialaminya pada Februari 2024 di tengah meningkatnya kredit macet di Tiongkok.

Penurunan nilai baru ini mencakup kerugian sebesar 1,1 miliar dolar AS akibat penggalangan dana bank milik negara Tiongkok tersebut awal tahun ini melalui penempatan saham secara privat yang mengurangi kepemilikan HSBC.

baca juga

Sedangkan, kerugian kredit yang diperkirakan meningkat sebesar 900 juta dolar AS dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu menjadi 1,9 miliar dolar AS. Sebagian, eksposurnya terhadap sektor real estat komersial Hong Kong yang sedang bermasalah.

Sementara itu, pasar properti Tiongkok, yang dulunya merupakan pendorong pertumbuhan utama bagi ekonomi terbesar kedua di dunia, telah mengalami kemerosotan selama beberapa tahun.

Meskipun, pemerintah telah berulang kali berupaya untuk memulihkan permintaan konsumen yang lemah, yang mengakibatkan kerugian pada pembukuan pinjaman pemberi pinjaman domestik.

HSBC juga mengatakan dampak tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump dapat menyebabkan perusahaan gagal mencapai target profitabilitasnya, yaitu pengembalian ekuitas berwujud di kisaran pertengahan belasan persen, di tahun-tahun mendatang, dalam skenario di mana ekonomi memburuk dan bank sentral memangkas suku bunga kebijakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng ANA, HSBC Indonesia Bidik Kenaikan Transaksi dari Wisatawan

Gandeng ANA, HSBC Indonesia Bidik Kenaikan Transaksi dari Wisatawan

Bisnis | Jum'at, 25 Juli 2025 | 17:42 WIB

Bos Besar HSBC Resign, Segini Dana Pensiun yang Didapatkan Mark Tucker

Bos Besar HSBC Resign, Segini Dana Pensiun yang Didapatkan Mark Tucker

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 07:38 WIB

6 Perusahaan Dunia Putuskan PHK di Bulan Maret, Ini Daftarnya

6 Perusahaan Dunia Putuskan PHK di Bulan Maret, Ini Daftarnya

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 09:03 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×