Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

AI Diprediksi Sumbang Rp1.800 Triliun ke Ekonomi RI, Siap Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 31 Juli 2025 | 17:54 WIB
AI Diprediksi Sumbang Rp1.800 Triliun ke Ekonomi RI, Siap Jadi Motor Utama Pertumbuhan
Ilustrasi kecerdasan buatan. [Freepik]

Suara.com - Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diprediksi bakal menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan potensi kontribusi nilai ekonomi hingga mencapai Rp1.800 triliun.

Prediksi menggembirakan ini disampaikan oleh Adrian Suharto, Director Asia-Pacific di Robertsbridge—afiliasi Public First—dalam sebuah studi. Adrian menyatakan bahwa AI memiliki kekuatan revolusioner untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mempercepat proses bisnis, serta menciptakan layanan dan produk baru di berbagai sektor.

“Kami menemukan bahwa AI akan mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia secara signifikan,” kata Adrian dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Dalam studi tersebut merinci potensi kontribusi AI di beberapa sektor kunc yakni manufaktur berpotensi menyumbang Rp570 triliun, retail daring dan ekonomi Gig diproyeksikan mendulang Rp230 triliun dan sektor pertanian dapat memperoleh tambahan nilai Rp89 triliun.

Tak hanya sektor swasta, AI juga diyakini mampu mendorong efisiensi layanan publik, membuat pelayanan pemerintah menjadi lebih cepat dan tepat.

Dalam jangka pendek, penerapan AI diproyeksikan dapat memangkas waktu kerja, meminimalisasi kesalahan, dan secara signifikan meningkatkan output baik di sektor industri maupun pelayanan masyarakat. Adrian menambahkan, “Di Indonesia, AI dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan nilai setara Rp1.800 triliun.” Ini bukan lagi janji, tapi potensi nyata!

Meskipun membawa angin segar berupa potensi ekonomi yang luar biasa besar, studi Public First juga menyoroti satu hal penting: perlunya penerapan AI yang bertanggung jawab. Survei yang dilakukan menunjukkan bahwa sebanyak 88% masyarakat Indonesia menyatakan pentingnya etika dan tata kelola yang kuat dalam implementasi AI.

Aspek-aspek krusial yang harus diperhatikan termasuk perlindungan privasi data pribadi dan penyediaan pelatihan keterampilan digital bagi tenaga kerja. Ini penting agar AI tidak hanya menjadi pendorong ekonomi, tetapi juga alat yang memberdayakan masyarakat secara adil dan aman.

Dengan potensi triliunan rupiah di depan mata, Indonesia kini berada di ambang era baru yang didorong oleh kecerdasan buatan. Tantangannya adalah bagaimana mengoptimalkan potensi ini secara etis dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lelah Kerja Keras Sampai Malam? Ini Saatnya AI Bekerja buat Kamu

Lelah Kerja Keras Sampai Malam? Ini Saatnya AI Bekerja buat Kamu

Your Say | Kamis, 31 Juli 2025 | 17:34 WIB

Alibaba AI Quark, Kacamata Pintar dari China Pesaing Ray Ban Meta

Alibaba AI Quark, Kacamata Pintar dari China Pesaing Ray Ban Meta

Tekno | Kamis, 31 Juli 2025 | 12:36 WIB

Akrab dengan Honda, Bos LCR Juga Bingung Kenapa Ai Ogura Pilih Trackhouse

Akrab dengan Honda, Bos LCR Juga Bingung Kenapa Ai Ogura Pilih Trackhouse

Your Say | Kamis, 31 Juli 2025 | 12:16 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB