Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Tarif Impor AS untuk Produk RI Dipangkas Drastis, Konsentrat Tembaga Bahkan Jadi 0%!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 01 Agustus 2025 | 17:29 WIB
Tarif Impor AS untuk Produk RI Dipangkas Drastis, Konsentrat Tembaga Bahkan Jadi 0%!
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa AS memberikan perlakuan khusus untuk sejumlah komoditas yang sangat mereka butuhkan. Produk-produk ini akan dikenakan tarif lebih rendah, bahkan nol persen!

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa Indonesia akan dikenakan tarif resiprokal sebesar 19% untuk barang-barang yang masuk ke AS, mulai berlaku efektif pada 7 Agustus 2025.

Angka ini menjadi kemenangan diplomasi ekonomi bagi Indonesia, mengingat sebelumnya Presiden Donald Trump sempat mengumumkan tarif setinggi 32%. Namun, yang lebih menggembirakan, tak semua komoditas Indonesia akan dikenakan tarif 19%.

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa AS memberikan perlakuan khusus untuk sejumlah komoditas yang sangat mereka butuhkan. Produk-produk ini akan dikenakan tarif lebih rendah, bahkan nol persen! Salah satu yang paling menonjol adalah produk olahan dari tembaga.

"Beberapa komoditas kita yang memang AS tidak produksi kan diberi tarif lebih rendah, bahkan untuk copper concentrate (konsentrat tembaga), copper cathode (katoda tembaga) di nol kan," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Keputusan ini sejalan dengan komitmen kuat Indonesia untuk tidak lagi mengekspor mineral kritis dalam bentuk bahan mentah (ore), termasuk ke AS. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi yang gencar digalakkan pemerintah berhasil memberikan nilai tawar yang kuat dalam perundingan dagang internasional.

Airlangga menyebut produk-produk olahan ini sebagai industrial commodities atau komoditas industri. Artinya, produk tersebut telah melalui proses sekunder setelah dari bijih mentah (ore).

"Jadi itu yang Indonesia sebut industrial commodities, jadi secondary process sesudah ore. Jadi sudah sejalan dengan apa yang kemarin diumumkan juga oleh secretary commerce (AS) dan dari White House," ucapnya.

Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai negara penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia. Sebuah fakta yang kontras dengan polemik tarif impor yang belakangan ini mewarnai hubungan bilateral kedua negara.

Indoensia sendiri kini dikenakan tarif impor 19 persen oleh AS dan mulai berlaku pada 7 Agustus 2025 mendatang.

baca juga

Dalam konferensi pers, Jumat (1/8/2025), Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, membeberkan data neraca perdagangan Indonesia sepanjang semester I 2025. "Untuk neraca perdagangan total, yaitu migas dan non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat sebesar USD8,57 miliar, kemudian India sebesar USD6,59 miliar, dan Filipina sebesar USD4,40 miliar," kata Pudji.

Posisi AS yang kokoh di puncak daftar ini menjadi bukti betapa kuatnya permintaan pasar AS terhadap produk-produk Indonesia, meskipun pemerintah Trump sempat mengancam dengan kebijakan tarif yang tinggi.

Di sisi lain, Pudji juga menyampaikan daftar negara-negara yang menjadi sumber defisit terdalam bagi neraca perdagangan Indonesia. "Negara penyumbang defisit neraca perdagangan Indonesia terdalam adalah China minus USD9,73 miliar, Singapura minus USD3,09 miliar, kemudian Australia minus USD2,66 miliar," ungkapnya.

Data ini semakin menegaskan bahwa meskipun China adalah mitra dagang terbesar Indonesia dalam hal volume ekspor, defisit impor dari Tiongkok tetap menjadi tantangan besar yang harus dihadapi.

Ketika dipecah per kelompok, data non-migas juga menunjukkan dominasi AS sebagai penyumbang surplus. AS menyumbang surplus non-migas sebesar USD9,92 miliar, diikuti India sebesar USD6,64 miliar, dan Filipina sebesar USD4,36 miliar.

Pudji merinci, sepanjang Januari hingga Juni 2025, AS menduduki posisi kedua sebagai negara tujuan ekspor Indonesia, setelah China dan di atas India. "Nilai ekspor non-migas ke Amerika Serikat tercatat sebesar USD14,79 miliar yang utamanya terdiri atas mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesorisnya atau rajutan," jelasnya.

Data ini menunjukkan bahwa produk manufaktur Indonesia, khususnya di sektor alas kaki dan tekstil, memiliki daya saing kuat di pasar AS. Ini menjadi alasan utama mengapa pemangkasan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen yang baru-baru ini diumumkan oleh Presiden Trump sangat krusial bagi keberlanjutan sektor-sektor tersebut.

Ekspor non-migas ke Tiongkok sendiri tercatat sebesar USD29,31 miliar, didominasi oleh besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel. Sementara itu, ekspor ke India sebesar USD8,97 miliar, mayoritas terdiri dari bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukti Daya Saing Selang dan Tali Industri Lokal Tinggi

Bukti Daya Saing Selang dan Tali Industri Lokal Tinggi

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 17:05 WIB

Melihat Jeroan Neraca Perdagangan RI yang Surplus 62 Bulan Beruntun

Melihat Jeroan Neraca Perdagangan RI yang Surplus 62 Bulan Beruntun

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 15:33 WIB

Tarif Trump 19% Berlaku 7 Agustus, RI & Thailand Kena 'Diskon' Sama, Singapura Paling Murah!

Tarif Trump 19% Berlaku 7 Agustus, RI & Thailand Kena 'Diskon' Sama, Singapura Paling Murah!

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:59 WIB

Terkini

26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas

Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu

Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!

Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:11 WIB

92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?

92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG

Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG

Entertainment | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks

Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:01 WIB

5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam

5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya

Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya

Video | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:00 WIB

×