Bukan Karena Daya Beli Lesu, Asosiasi Ungkap Biang Kerok Rojali-Rohana Terus Meningkat

Achmad Fauzi Suara.Com
Kamis, 07 Agustus 2025 | 09:05 WIB
Bukan Karena Daya Beli Lesu, Asosiasi Ungkap Biang Kerok Rojali-Rohana Terus Meningkat
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Suara.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menganggap fenomena rombongan jarang beli (Rojali) dan robongan hanya nanya (Rohana) hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan.

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menjelaskan sebenarnya Rojali dan Rohana ini bukan hal yang baru, dan terjadi di setiap saat.

Sebab, terangnya, pusat perbelanjaan tak hanya untuk berbelanja, tetapi untuk rekreasi maupun edukasi.

"Jadi yang datang ke pusat belanja itu tidak melulu, belum tentu belanja. Jadi ada fungsi-fungsi lain, makanya ada Rojali tadi. Jadi Rojali itu bukan sesuatu yang baru," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta, Kamis (28/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta, Kamis (28/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurut Alphonzus, memang fenomena Rojali dan Rohana ini terjadi saat masa sepi penjunggung atau setelah masa libur (low season).

Apalagi, ia menilai pada tahun ini masa low season sangat panjang, karena pergesaran konsumsi masyarakat pada masa ramadan dan lebaran.

Hal itulah, sebut Alphonzus, yang membuat fenomena Rojali dan Rohana itu makin meningkat pada saat-saat ini.

"Sekarang ini kita sedang berada di low season. Beberapa kali saya pernah sampaikan juga bahwa tahun ini low seasonnya itu bertambah panjang," jelasnya.

"Karena Ramadhan dan libur fitrinya datang lebih awal. Jadi ada tambahan low season 2,5 bulan yaitu April, May sampai dengan pertengahan Juni. Pertengahan Juli kan sudah libur sekolah, kalau libur sekolah biasanya mulai meningkat lagi," sambung Alphonzus.

Baca Juga: Penyebab Fenomena Rojali dan Rohana Menurut Wakil Menteri Perdagangan

Dengan alasan itu, Ia membantah bahwa naiknya Rojali dan Rohana ini bukan karena daya beli yang lesu. Lebih dikarenakan masa low season yang panjang dan kekinian sudah masuk masa low season yang kedua.

"Nah, libur sekolah kan sudah selesai di pertengahan Juli kemarin, jadi sekarang kita masuk low season kedua, kelas kedua. Tetapi kembali lagi, Rojali dan Rohana ini bukan hanya terjadi di kelas menengah bawah, di kelas menengah atas pun terjadi Rojali dan Rohana tetapi itu lebih faktornya bukan karena daya beli," pungkas Alphonzus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI