IHSG Berbalik Ambruk pada Akhir Perdagangan, Tapi Saham COIN Masih Berjaya

Achmad Fauzi Suara.Com
Kamis, 07 Agustus 2025 | 17:09 WIB
IHSG Berbalik Ambruk pada Akhir Perdagangan, Tapi Saham COIN Masih Berjaya
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru alami penurunan tipis pada akhir perdagangan Kamis, 7 Agustus 2025. Meski, Indeks sempat berkutat di zona hijau.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup merosot ke level 7.490 atau turun 11,44 poin dan secara presentase turun 0,18 persen.

Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 35,14 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,75 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,02 juta kali.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam perdagangan di hari ini, sebanyak 286 saham bergerak naik, sedangkan 353 saham mengalami penurunan, dan 317 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, AMMN, BATR, BIKE, COIN, CSIS, FUTR, IKAI, KBLV, KRYA,

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, CDIA, DCII, ELTY, FIMP, IDEA, JARR, JGLE, KARW, LUCK, MFIN.

Phintraco Sekuritas dalam review perdagangan IHSG hari ini melihat, saham sektor teknologi menyumbangkan pelemahan terbesar, sedangkan saham sektor basic material membukukan kenaikan terbesar.

Pasar disinyalir merespon negatif diberlakukannya tarif resiprokal mulai 7 Agustus ini, di mana Indonesia  dikenakan tarif sebesar 19 persen oleh AS. Profit taking lanjutan pada saham-saham konglomerasi juga ikut membebani indeks.

Data cadangan devisa Indonesia pada Juli 2025 tercatat turun menjadi USD 152 miliar dari USD 152.6 miliar (7/8). Meskipun cadangan devisa berada pada level terendah selama delapan bulan terakhir, namun posisi saat ini masih cukup untuk membiayai 6.3 bulan impor atau 6.2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri, di atas standar internasional sekitar 3 bulan impor.

Baca Juga: Apa Itu Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan MSCIWorld: Ini Penjelasannya

Selanjutnya investor akan menantikan dirilisnya indeks consumer confidence bulan Juli yang diperkirakan membaik pada level 118.4 dari 117.8 di Juni 2025 (8/8).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI