Pemerintah Percepat Penyaluran Beras Murah, Harganya Bisa Turun?

Achmad Fauzi

Rabu, 13 Agustus 2025 | 16:51 WIB
Pemerintah Percepat Penyaluran Beras Murah, Harganya Bisa Turun?
Pengunjung membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern, Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau beras murah masih sedikit. Hal ini yang membuat harga beras di pasaran masih tinggi.

Maka dari itu, Zulhas meminta Perum Bulog untuk segera menggelontorkan beras murah ke pasar ritel maupun tradisional.

Berdasarkan data panel harga Bapanas, harga beras jenis premium sebesar Rp 15.500 per kg atau masih tinggi dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 14.900 per kg. Sedangkan, harga beras medium juga masih diatas HET sebesar Rp 13.925 per kg, di mana HET sebesar Rp 12.500 per kg.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Kita meminta agar Bulog mempercepat operasi pasarnya, yang SPHP. Sudah diputuskan kan 1,3 juta ton, memang bertahap , sekarang sudah 2.500 ton. Kalau 2.500 masih sedikit sampai kita menunggu panen gadu," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Zulhas menuturkan, penyaluran beras murah ini harus dipercepat, karena pada September mulai masuk panen gadu atau musim taman kedua. Pada masa panen itu, biasanya produksi beras jeblok.

Sehingga, produksi beras juga mengalami penurunan. Jika pasokan turun maka harga akan terus meningkat. Oleh karena itu, penyaluran beras murah sangat penting.

Zulhas yang Ketua Umum PAN ini, meminta juga beras murah juga jangan di operasi pasar saja. Akan tetapi, pedagang pasar tradisional juga mendapatkan pasokan beras murah itu.

"Masuk ke pasar, karena pasar yang instrument yang sudah terbiasa tata niaga beras. Jadi pasar itu harus menjadi tempat untuk penyaluran SPHP itu," jelasnya.

Zulhas juga meminta, penyaluran beras murah setidaknya bisa mencapai Rp 10.000 ton dalam satu hari. Dengan begitu, dalam satu bulan bisa menyalurkan 300.000 ton beras murah," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Harga Beras Turun? Pemerintah Gelar Operasi Pasar Besar-besaran Hingga Desember 2025

Kapan Harga Beras Turun? Pemerintah Gelar Operasi Pasar Besar-besaran Hingga Desember 2025

Bisnis | Kamis, 07 Agustus 2025 | 18:25 WIB

Pemerintah Beri 4 Opsi Dalam Kebijakan Harga Maksimum pada Beras

Pemerintah Beri 4 Opsi Dalam Kebijakan Harga Maksimum pada Beras

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 17:50 WIB

Dalih Pemerintah Harga Beras Terus Melambung Tinggi

Dalih Pemerintah Harga Beras Terus Melambung Tinggi

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 17:24 WIB

Terkini

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

×