Pemerintah Beri 4 Opsi Dalam Kebijakan Harga Maksimum pada Beras

Achmad Fauzi

Selasa, 29 Juli 2025 | 17:50 WIB
Pemerintah Beri 4 Opsi Dalam Kebijakan Harga Maksimum pada Beras
Pedagang beras melayani pembeli di pasar Cibubur, Jakarta, Senin (19/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah merampungkan perumusan kebijakan satu harga pada beras. Dalam kebijakan, pemerintah menghapus Herga Eceran Tertinggi (HET) pada beras premium dan medium.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyebut terdapat empat alternatif yang akan menjadi pilihan pemerintah untuk menerapkan kebijakan harga maksimal pada beras.

Dia mengaku, akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta melaporkan hal kebijakan harga maksimal beras ke Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Mungkin juga ada yang perlu didiskusikan karena kalau beras biasanya kan sangat sensitif, mungkin beliau juga akan lapor ke pak presiden juga. Jadi perlu didalami dulu, tapi kalau hitungan saya sudah selesai," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Empat alternatif itu memuat mutu, kualitas dan HET beras, namun Arief tak mau merinci lebih lanjut terkait alternatif kebijakan yang akan dilaporkan.

"Saya mem-propose beberapa alternatif Sesuai masukan dari kementerian lembaga dan juga dari pelaku usaha, alternatif satu, dua, tiga, empat," imbuhnya

Arief memastikan, semua pihak akan diajak dalam perumusan harga beras satu harga tersebut, seperti Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi).

Dalam kebijakan ini, ia menjamin, tidak akan membuat susah masyarakat dalam membeli beras.

"Karena kalau harga terlalu tinggi ya kasihan masyarakatnya, kalau harga terlalu rendah kasihan penggiling padinya, nanti nggak ada yang giling padi," bebernya.

baca juga

Sebelumnya, Arief mengatakan, saat ini pemeritah menetapkan HET pada beras premium dan beras medium. Akan tetapi, ke depan pemerintah hanya menetapkan harga beras pada batas atas saja, tidak dibedakan berdasarkan jenis.

"Maksudnya maksimum aja. Kalau kemarin kan ada HET medium, HET premium. Tadi Pak Menko sudah putuskan maksimum aja berapa," katanya.

Menurut Arief, harga beras akan lebih rendah jika dalam penetapan harga maksimum pada komoditas beras. Sebab, dijelaskan kembali harga beras ke depan tidak berdasarkan jenis dan HET, tapi harga paling atas.

"Kalau ngeliat kayak gini kira-kira lebih mahal atau nggak? Lebih rendah lah," ucapnya.

Akan tetapi, Arief menyebut, harga beras juga akan berdasarkan zona. Ia menjelaskan, zona ini dibedakan dari sisi sentra produksi beras atas tidak.

"Semakin Jauh ya, semakin ke perdalaman segala macem. Harganya pasti lebih mahal," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalih Pemerintah Harga Beras Terus Melambung Tinggi

Dalih Pemerintah Harga Beras Terus Melambung Tinggi

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 17:24 WIB

Harga Beras Premium di Ritel Telah Turun Rp 1.000 per 5 Kg

Harga Beras Premium di Ritel Telah Turun Rp 1.000 per 5 Kg

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 11:23 WIB

Terungkap! Cara Licik Pengusaha Oplos Beras Bulog, Dijual Mahal Jadi Beras Premium

Terungkap! Cara Licik Pengusaha Oplos Beras Bulog, Dijual Mahal Jadi Beras Premium

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 15:04 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×