Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

GOTO Masih Dililit Kerugian, Tapi Masih Ada Kabar Baik

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:39 WIB
GOTO Masih Dililit Kerugian, Tapi Masih Ada Kabar Baik
Meskipun mencatatkan peningkatan pendapatan, GOTO ternyata masih dililit kerugian. Namun, ada kabar baik yang membuat investor optimistis yakni kerugian itu berhasil ditekan hingga puluhan persen.

Suara.com - Raksasa teknologi Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), akhirnya merilis laporan keuangan sepanjang semester I 2025. Meskipun mencatatkan peningkatan pendapatan, GOTO ternyata masih dililit kerugian. Namun, ada kabar baik yang membuat investor optimistis yakni kerugian itu berhasil ditekan hingga puluhan persen.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi, Rabu, (13/8/2025), GOTO membukukan pendapatan sebesar Rp8,5 triliun, naik 10,3 persen secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh sektor-sektor kunci, terutama jasa pengiriman yang naik 3,3 persen menjadi Rp2,75 triliun. Pinjaman yang melonjak drastis hingga 146,5 persen menjadi Rp1,64 triliun.

Sayangnya, tidak semua sektor positif. Pendapatan dari imbalan jasa justru merosot 6,1 persen menjadi Rp2,74 triliun, sementara pendapatan lain-lain menyusut 12,01 persen menjadi Rp769,8 miliar.

Di tengah fluktuasi pendapatan, GOTO menunjukkan performa luar biasa dalam mengendalikan biaya. Perusahaan berhasil menekan total biaya dan beban sebesar 7,7 persen, menjadi Rp8,73 triliun.

Meski demikian, GOTO masih menanggung rugi usaha sebesar Rp171,59 miliar. Angka ini memang masih merah, namun menunjukkan perbaikan signifikan. Nilai kerugian ini menyusut 90,09 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,72 triliun!

Rugi bersih GOTO pun mengikuti tren yang sama, berkurang 78,5 persen menjadi Rp580,01 miliar.

Namun, ada sisi lain yang patut dicermati. Kerugian yang terus terjadi membuat akumulasi rugi atau defisit GOTO kian dalam, mencapai Rp214,72 triliun. Dengan angka ini, GOTO tercatat sebagai emiten dengan defisit terdalam di antara 950 emiten yang terdaftar di BEI.

Dampak dari kerugian yang terus berlangsung juga terlihat pada neraca keuangan. Total ekuitas GOTO tergerus 4,2 persen menjadi Rp29,194 triliun. Sementara itu, kewajiban perusahaan justru bertambah 2,3 persen menjadi Rp13,124 triliun.

Selain itu, arus kas yang digunakan untuk operasi selama semester I 2025 tercatat sebesar Rp612,05 miliar. Hal ini turut membuat kas setara kas menyusut 7,3 persen menjadi Rp17,779 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Haji Rp1 Triliun: KPK Geledah Kantor Ditjen PHU, Apa Hasilnya?

Skandal Haji Rp1 Triliun: KPK Geledah Kantor Ditjen PHU, Apa Hasilnya?

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:57 WIB

Anime Etoile Blossoming in Paris Tayang Perdana 13 Maret 2026

Anime Etoile Blossoming in Paris Tayang Perdana 13 Maret 2026

Your Say | Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:51 WIB

Siapa Dalang Korupsi Kuota Haji? KPK Fokus pada 'Pemberi Perintah' dan Aliran Uang

Siapa Dalang Korupsi Kuota Haji? KPK Fokus pada 'Pemberi Perintah' dan Aliran Uang

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:25 WIB

Terkini

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:11 WIB

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:04 WIB

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB