Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Bisnis Bukalapak yang Kian 'Abu-abu'

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:10 WIB
Bisnis Bukalapak yang Kian 'Abu-abu'
Ilustrasi. Bukalapak resmi mengibarkan bendera putih pada bisnis marketplace yang membesarkan namanya, langkah sang unicorn pertama yang melantai di bursa ini kian dipertanyakan. Foto ist.
  • BUKA resmi fokus ke produk virtual dan gaming karena bisnis barang fisik anjlok.
  • Strategi baru incar margin tebal melalui top-up game dan investasi digital.
  • Bisnis gaming BUKA mulai sasar pasar luar negeri demi dongkrak pendapatan 2026.

Suara.com - Masa depan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kini tengah berada di persimpangan jalan yang kian "abu-abu". Setelah resmi mengibarkan bendera putih pada bisnis marketplace yang membesarkan namanya, langkah sang unicorn pertama yang melantai di bursa ini kian dipertanyakan.

Tak tanggung-tanggung, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mulai "gerah" dan menuntut kejelasan arah bisnis perusahaan.

BUKA sendiri menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh BEI itu, emiten teknologi ini menjamin bahwa masa depan bisnis mereka tetap tumbuh dengan beralih ke segmen gaming dan produk virtual.

Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi menjelaskan, perseroan kini tengah fokus melakukan transformasi dengan memperkuat ekosistem produk virtual yang memiliki margin lebih tebal serta potensi monetisasi jangka panjang.

"Perseroan berencana menargetkan pertumbuhan ekosistem marketplace produk virtual dengan fokus pada kategori yang memiliki tingkat utilitas tinggi dan struktur margin yang lebih baik," ujar Cut Fika dalam keterbukaan informasi di BEI dikutip Rabu (18/2/2026).

Langkah BUKA ini diambil sebagai respons atas melandainya performa marketplace physical goods (barang fisik). Hingga kuartal III-2025, jumlah pengguna aktif dan volume transaksi di segmen barang fisik menurun akibat penghentian sejumlah layanan demi efisiensi traffic.

Namun, Cut Fika menekankan bahwa segmen produk virtual tetap stabil dan justru mencatatkan pertumbuhan pengguna baru. Strategi ke depan adalah menambah variasi produk virtual yang relevan untuk meningkatkan retensi dan frekuensi transaksi pengguna.

"Hal ini mencerminkan bahwa produk virtual masih diminati dan tetap memiliki basis pengguna yang relevan sesuai arah pengembangan usaha perseroan," tambahnya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah performa lini bisnis gaming. Hingga akhir 2025, ekosistem gaming BUKA menunjukkan tren positif, terutama didorong oleh layanan top-up game, penjualan voucher digital, hingga layanan streaming.

BUKA tidak hanya jago kandang di pasar domestik, tetapi juga mulai memperluas jangkauan geografisnya. Ekspansi ini diklaim memberikan kontribusi pendapatan yang terus meningkat terhadap total pendapatan segmen gaming.

"Perseroan akan terus mengelola portofolio produk gaming secara selektif. Kami memandang segmen ini akan tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja usaha perseroan pada 2026," tegas Cut Fika.

Selain gaming, BUKA juga membeberkan rapor hijau pada segmen investasi hingga kuartal III-2025. Peningkatan nilai aset kelolaan (asset under management) didorong oleh beragamnya pilihan instrumen mulai dari reksadana, surat berharga ritel, saham, hingga emas digital.

Dalam menjalankan strategi ini, manajemen menegaskan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan (growth) dan profitabilitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boleh Buka Puasa di KRL Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan dari KAI Commuter

Boleh Buka Puasa di KRL Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan dari KAI Commuter

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 13:04 WIB

Ahli Feng Shui Ungkap Bisnis yang Gemilang di Tahun Kuda Api

Ahli Feng Shui Ungkap Bisnis yang Gemilang di Tahun Kuda Api

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:03 WIB

Laptop Gaming Harga 10 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Game dan Kerja

Laptop Gaming Harga 10 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Game dan Kerja

Your Say | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:35 WIB

Terkini

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:20 WIB

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:16 WIB

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:02 WIB

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:48 WIB

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB