Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Dolar AS Ngamuk Lagi, Rupiah Tembus Rp16.169: Ternyata Ini Biang Keroknya

Andi Ahmad S

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:35 WIB
Dolar AS Ngamuk Lagi, Rupiah Tembus Rp16.169: Ternyata Ini Biang Keroknya
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Dompet terasa semakin tipis? Mungkin ini salah satu alasannya. Nilai tukar rupiah kembali mendapat tekanan hebat pada penutupan perdagangan Jumat (15/8), anjlok ke level Rp 16.169 per dolar AS.

Pelemahan sebesar 54 poin atau 0,33 persen ini memupuskan harapan penguatan yang sempat muncul di awal pekan.

Bagi Anda yang gajinya dalam rupiah tapi sering belanja barang impor, nonton film di platform streaming, atau berencana liburan ke luar negeri, pelemahan ini adalah kabar buruk.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Analis pasar menunjuk satu "biang kerok" utama yang datang dari Amerika Serikat data inflasi yang membuat The Federal Reserve (The Fed) berpikir dua kali untuk menurunkan suku bunganya.

Harapan pasar global, termasuk Indonesia, selama ini bergantung pada satu hal: The Fed akan segera memangkas suku bunga acuannya.
Jika itu terjadi, dolar AS akan sedikit "melemah" dan memberi napas bagi mata uang lain seperti rupiah untuk menguat. Namun, harapan itu kini memudar.

Menurut Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, penyebab utamanya adalah data inflasi di tingkat produsen (Pabrik/Industri) Amerika Serikat yang dirilis baru-baru ini. Data ini ternyata jauh lebih panas dari perkiraan.

"Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh faktor global, (yakni) kenaikan angka inflasi produsen AS (Amerika Serikat) tidak sesuai dengan ekspektasi pasar, yang berakibat pada memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed dan kenaikan index dollar," katanya dilansir dari Antara.

Untuk lebih jelasnya, lihat angka-angka ini:

  • Inflasi Produsen (YoY): Meroket menjadi 3,3 persen pada Juli 2025, padahal pasar hanya memprediksi 2,5 persen.
  • Inflasi Produsen (Bulanan): Naik 0,9 persen, melampaui estimasi pasar yang hanya 0,2 persen.

Sederhananya, biaya produksi di AS naik lebih cepat dari yang diduga. Ini adalah sinyal bahaya bahwa inflasi di tingkat konsumen bisa ikut merangkak naik, sesuatu yang sangat dihindari oleh The Fed.

baca juga

Harapan yang Pupus: Suku Bunga The Fed Batal Turun?

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Padahal, sebelumnya pasar sempat sangat optimistis. Data inflasi konsumen tahunan di AS pada Juli 2025 tercatat 2,7 persen, sedikit di bawah ekspektasi.

Angka ini sempat membuat CME FedWatch Tool (alat ukur prediksi pasar) memperkirakan probabilitas di atas 95 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada pertemuan September 2025.

Namun, data inflasi produsen yang mengejutkan itu seolah menjadi "rem darurat". Ekspektasi pemangkasan suku bunga bulan depan langsung anjlok.

Investor global pun kembali memborong dolar AS karena dianggap lebih menguntungkan (memiliki imbal hasil tinggi), dan melepas mata uang negara berkembang seperti Rupiah.

Di tengah gempuran faktor global, untungnya ada sedikit angin segar dari dalam negeri. Menurut Rully Nova, sentimen positif datang dari pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Tantiem Komisaris BUMN? Bakal Dihapus Prabowo: Istilah Asing Biar Kita Nggak Paham!

Apa Itu Tantiem Komisaris BUMN? Bakal Dihapus Prabowo: Istilah Asing Biar Kita Nggak Paham!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:34 WIB

Prabowo: Hapus Tantiem untuk Direksi BUMN Kalau Merugi

Prabowo: Hapus Tantiem untuk Direksi BUMN Kalau Merugi

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:20 WIB

Prabowo Blak-blakan di Sidang MPR: Silakan Kritik Walau Menyesakkan, Koalisi Juga Jangan Diam Saja!

Prabowo Blak-blakan di Sidang MPR: Silakan Kritik Walau Menyesakkan, Koalisi Juga Jangan Diam Saja!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:07 WIB

Fix! Gaji PNS Dipastikan Tak Naik di 2026

Fix! Gaji PNS Dipastikan Tak Naik di 2026

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:05 WIB

Gaji Guru-Dosen Dianggarkan Rp 178,7 Triliun, Prabowo Jamin Honorer Dapat Tunjangan

Gaji Guru-Dosen Dianggarkan Rp 178,7 Triliun, Prabowo Jamin Honorer Dapat Tunjangan

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 17:58 WIB

Terkini

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×