Pasar Keuangan Bergejolak: Rp14,24 Triliun Modal Asing 'Kabur' dari RI dalam 4 Hari

Chandra Iswinarno, Rina Anggraeni

Senin, 15 September 2025 | 08:31 WIB
Pasar Keuangan Bergejolak: Rp14,24 Triliun Modal Asing 'Kabur' dari RI dalam 4 Hari
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Modal asing keluar Rp14,24 triliun dalam sepekan dari pasar keuangan domestik.
  • Penjualan neto terbesar terjadi di instrumen SRBI, diikuti SBN dan saham.
  • Di tengah outflow, premi risiko CDS membaik dan Rupiah sempat menguat.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan terjadi aliran modal asing keluar (capital outflow) dalam jumlah signifikan dari pasar keuangan domestik.

Dalam periode transaksi yang singkat, 8-11 September 2025, tercatat dana nonresiden yang ditarik mencapai total Rp14,24 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny, merinci bahwa penjualan neto oleh investor asing terjadi di tiga instrumen pasar utama.

"Berdasarkan data transaksi 8 – 11 September 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp14,24 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp2,22 triliun di pasar saham, Rp5,45 triliun di pasar SBN, dan Rp6,57 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Senin (15/9/2025).

Gambaran Aliran Modal Sepanjang 2025

Arus keluar mingguan ini menambah tekanan jual yang telah terjadi sepanjang tahun. 

Berdasarkan data setelmen hingga 11 September 2025, investor nonresiden secara akumulatif telah mencatatkan, jual neto di pasar saham Rp54,33 triliun, kemudian jual neto di SRBI Rp117,72 triliun.

Sedangkan, beli neto di pasar SBN Rp58,94 triliun.

Meskipun terjadi penjualan besar di SBN pada pekan kedua September, secara tahun berjalan instrumen surat utang negara ini masih mencatatkan arus masuk modal asing.

baca juga

Menanggapi dinamika ini, BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas. 

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," jelas Ramdan Denny.

Sinyal dari Indikator Pasar Lainnya

Meski berada di tengah tekanan arus modal keluar, beberapa indikator pasar justru menunjukkan sinyal yang berbeda. 

Premi risiko investasi Indonesia, yang tecermin pada Credit Default Swaps (CDS) 5 tahun, justru membaik ke level 69,04 basis poin (bps) per 11 September, dari 69,55 bps pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, pada Jumat (12/9/2025), nilai tukar Rupiah dibuka menguat di level Rp16.425 per dolar AS, dan imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun juga turun ke level 6,33%. Pergerakan ini kontras dengan indeks dolar AS (DXY) yang justru menguat ke posisi 97,53.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aliran Modal Asing Kabur Capai Rp16,85 Triliun dalam Seminggu, Apa yang Terjadi?

Aliran Modal Asing Kabur Capai Rp16,85 Triliun dalam Seminggu, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Minggu, 07 September 2025 | 10:35 WIB

Seminggu Ada Demo, Aliran Modal Asing Sudah Kabur Rp250 Miliar

Seminggu Ada Demo, Aliran Modal Asing Sudah Kabur Rp250 Miliar

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 08:24 WIB

Modal Asing Kabur Rp52,99 Triliun, Rupiah Anjlok Tembus Level Psikologis Rp16.300

Modal Asing Kabur Rp52,99 Triliun, Rupiah Anjlok Tembus Level Psikologis Rp16.300

Bisnis | Minggu, 24 Agustus 2025 | 09:06 WIB

Terkini

Kasus Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan, Kuasa Hukum Soroti Penyitaan Aset Rp846 Miliar

Kasus Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan, Kuasa Hukum Soroti Penyitaan Aset Rp846 Miliar

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:20 WIB

Febrie Adriansyah Siap Uji Dugaan TPPU dan Keabsahan Aset Rp 846 Miliar di Pengadilan

Febrie Adriansyah Siap Uji Dugaan TPPU dan Keabsahan Aset Rp 846 Miliar di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:17 WIB

Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:16 WIB

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:15 WIB

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

×