Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Bank Indonesia: Kredit Nganggur Masih Tinggi, Nilainya Tembus Rp2.536 Triliun

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 18 Maret 2026 | 08:45 WIB
Bank Indonesia: Kredit Nganggur Masih Tinggi, Nilainya Tembus Rp2.536 Triliun
Logo Bank Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat kredit belum tersalur (undisbursed loan) mencapai Rp2.536,40 triliun, mendorong pemanfaatan pinjaman.
  • Pertumbuhan kredit perbankan Februari 2026 melambat menjadi 9,37% (yoy), didorong kuat oleh kredit investasi.
  • Sektor perbankan Indonesia dinilai solid dengan likuiditas dan permodalan kuat, ditunjukkan CAR 25,87%.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang nganggur masih cukup tinggi. Adapun jumlahnya meningkat 22,86 persen dari plafon yang tersedia.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan agar kredit yang nganggur bisa digunakan. Hal ini untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan, terutama dari sisi permintaan yang dinilai belum optimal.

"Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.536,40 triliun atau 22,86 persen dari plafon kredit yang tersedia," katanya.

Menurut Bank Indonesia, kondisi tersebut menunjukkan dunia usaha masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan pemanfaatan pembiayaan perbankan guna mendorong ekspansi ekonomi. Dari sisi penawaran, kapasitas perbankan disebut tetap kuat.

Hal ini tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang mencapai 27,40 persen. Serta, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih tinggi sebesar 13,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Februari 2026.

Selain itu, minat penyaluran kredit perbankan juga masih terjaga, terlihat dari persyaratan kredit (lending requirement) yang relatif longgar. Meski demikian, BI mencatat adanya pengetatan pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat tingginya risiko kredit di kedua sektor tersebut.

Gubernur BI Perry Warjiyo pada Oktober 2025 mengatakan BI masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan. [Antara/Asprilla Dwi Adha]
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara/Asprilla Dwi Adha]

Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit perbankan tetap menunjukkan tren positif meskipun sedikit melambat. Pada Februari 2026, kredit tumbuh 9,37 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy).

Pertumbuhan ini didorong oleh kredit investasi yang meningkat signifikan sebesar 20,72 persen (yoy), diikuti kredit modal kerja sebesar 3,88 persen (yoy), dan kredit konsumsi sebesar 6,34 persen (yoy).

BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan tetap berada dalam kisaran 8–12 persdn, ditopang oleh faktor permintaan dan penawaran yang relatif stabil.

baca juga

Untuk memperkuat penyaluran kredit, BI akan terus meningkatkan kapasitas pendanaan perbankan, termasuk melalui pengembangan instrumen pendanaan nontradisional di luar DPK.

Koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga diperkuat guna memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong ekspansi pembiayaan.

Di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak perang di Timur Tengah, ketahanan sektor perbankan Indonesia dinilai tetap solid. Likuiditas yang memadai, permodalan yang kuat, serta risiko kredit yang terjaga menjadi penopang utama stabilitas sistem keuangan.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan tercatat tinggi sebesar 25,87 persen pada Januari 2026, sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap rendah di level 2,14 persen (bruto) dan 0,82 persen (neto).

BI juga menunjukkan sektor perbankan mampu menghadapi berbagai risiko, termasuk gejolak global, dengan dukungan kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang masih terjaga.

Ke depan, BI menegaskan akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial serta sinergi bersama KSSK guna memitigasi dampak ketidakpastian global terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Likuiditas Meningkat, Uang Primer RI Tembus Rp2.228 Triliun pada Februari 2026

Likuiditas Meningkat, Uang Primer RI Tembus Rp2.228 Triliun pada Februari 2026

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 08:50 WIB

Purbaya Pastikan BI Independen, Tak Lagi Pakai Skema Burden Sharing

Purbaya Pastikan BI Independen, Tak Lagi Pakai Skema Burden Sharing

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 08:00 WIB

BI Kejar Target Inklusi 98 Persen, Perry Warjiyo: Literasi Jadi Tameng Kejahatan Digital

BI Kejar Target Inklusi 98 Persen, Perry Warjiyo: Literasi Jadi Tameng Kejahatan Digital

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:13 WIB

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:34 WIB

Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya

Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 20:32 WIB

Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun

Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Juniver Girsang Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menghabisi Lawan Politik

Juniver Girsang Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menghabisi Lawan Politik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Geely Coolray Bergaya Racing Mejeng di GIIAS 2026

Geely Coolray Bergaya Racing Mejeng di GIIAS 2026

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Kenapa Putra Raja Gowa Tuntut Pencabutan Perda Lembaga Adat Daerah

Kenapa Putra Raja Gowa Tuntut Pencabutan Perda Lembaga Adat Daerah

Sulsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:54 WIB

Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan

Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total

Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung

Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:45 WIB

WNA Perempuan Baku Hantam Gara-gara Antre Jagung Bakar? Ini Penjelasan Polisi

WNA Perempuan Baku Hantam Gara-gara Antre Jagung Bakar? Ini Penjelasan Polisi

Bali | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:44 WIB

Catatan Penting dari DPR di Balik Kesiapan Prabowo Kunjungi Korea Utara

Catatan Penting dari DPR di Balik Kesiapan Prabowo Kunjungi Korea Utara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:42 WIB

Apa Itu Finishing Powder? Kenali Bedanya dengan Setting Powder agar Tak Keliru

Apa Itu Finishing Powder? Kenali Bedanya dengan Setting Powder agar Tak Keliru

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:40 WIB

5 Warna Keberuntungan yang Sesuai Shio Tikus Tahun 2026, Diyakini Membuka Peluang dan Rezeki

5 Warna Keberuntungan yang Sesuai Shio Tikus Tahun 2026, Diyakini Membuka Peluang dan Rezeki

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:39 WIB

×