Harga Emas Antam 'Parkir' di Rp2 Juta, Sinyal Apa Ini untuk Investor?

Chandra Iswinarno | Suara.com

Selasa, 16 September 2025 | 15:31 WIB
Harga Emas Antam 'Parkir' di Rp2 Juta, Sinyal Apa Ini untuk Investor?
Ilustrasi emas Antam edisi khusus HUT RI ke-80. Saat ini harga emas Antam berada di kisaran Rp2 jutaan. [Dokumentasi ANTM].
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam Selasa (16/9/2025) stabil di level Rp 2.093.000 per gram.
  • Harga tidak berubah dari hari sebelumnya namun turun Rp 2.000 bila dibandingkan 2 hari lalu.
  • Kebijakan suku bunga The Fed dan tensi geopolitik menjadi penentu arah harga emas.

Suara.com - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpantau stabil pada perdagangan hari ini, Selasa (16/9/2025).

Kondisi ini memberikan jeda bagi investor setelah pergerakan harga yang cukup dinamis dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com, harga emas untuk pecahan satu gram tidak berubah dari posisi kemarin, tetap berada di level Rp 2.093.000.

Rincian Harga Jual dan Buyback

Meskipun harga jual stagnan, anomali terjadi pada harga pembelian kembali (buyback). 

Berikut rinciannya:

Harga Jual: Rp 2.093.000 per gram (tetap)
Harga Buyback: Rp 1.940.000 per gram (turun Rp2.000)

Penurunan pada harga buyback ini menandakan adanya sedikit penyesuaian di sisi permintaan Antam, meskipun harga jual ke konsumen masih ditahan pada level yang sama.

Sentimen Eksternal

Stabilitas harga jual hari ini dapat diartikan sebagai fase konsolidasi, di mana pasar sedang mencari pijakan baru sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya. 

Apabila dibandingkan dengan harga dua hari lalu Sabtu (13/9/2025) yang berada di level Rp2.095.000, telah terjadi koreksi tipis sebesar Rp2.000 secara akumulatif.

Pergerakan ini sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dari kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik.

Adapun faktor kebijakan suku bunga The Fed, terjadi karena ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS cenderung menekan nilai dolar, yang secara tradisional menjadi katalis positif bagi harga emas.

Sementara itu, faktor ketegangan geopolitik membuat status emas sebagai aset safe haven membuatnya sensitif terhadap isu geopolitik global. 

Peningkatan tensi internasional dapat mendorong permintaan, sementara meredanya konflik bisa memicu koreksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Pecah Rekor Lagi, Harganya Jadi Rp 2.105.000 per Gram

Emas Antam Pecah Rekor Lagi, Harganya Jadi Rp 2.105.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 16 September 2025 | 09:00 WIB

Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Dipatok Rp 2.093.000 per Gram

Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Dipatok Rp 2.093.000 per Gram

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 08:54 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Naik!

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Naik!

Bisnis | Minggu, 14 September 2025 | 08:07 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:41 WIB

Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra

Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:24 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:52 WIB

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:40 WIB

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:14 WIB

Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus

Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:13 WIB

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:13 WIB

Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur

Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:07 WIB

Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur

Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:58 WIB

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB