Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Core Indonesia Sebut Kebijakan Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun Dinilai Salah Diagnosis

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 18 September 2025 | 18:46 WIB
Core Indonesia Sebut Kebijakan Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun Dinilai Salah Diagnosis
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa langsung tancap gas usai dilantik dengan mengumumkan kebijakan ambisius dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan menyuntikkan likuiditas Rp200 triliun ke perbankan. Foto Antara.
Baca 10 detik
  • Purbaya Tancap Gas dengan Jurus 'Fantastis', Tapi Dinilai Salah Alamat.
  • Bank Sebenarnya Sudah Punya Uang, Tapi 'Mati Gaya'.
  • Dunia Usaha Masih 'Wait and See', Kenaikan Kredit Melambat.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa langsung tancap gas usai dilantik dengan mengumumkan kebijakan ambisius dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan menyuntikkan likuiditas Rp200 triliun ke perbankan.

Namun, di balik angka-angka fantastis itu, efektivitas kebijakan ini menuai keraguan. Dalam analisa Core Indonesia bertajuk "Tantangan Struktural di Balik Kebijakan Injeksi Likuiditas" lembaga ini menunjukkan bahwa jurus ini mungkin salah diagnosis, karena masalah utama ekonomi Indonesia bukan kekurangan likuiditas, melainkan lemahnya permintaan domestik.

Data menunjukkan, dana yang menganggur di perbankan, atau undisbursed loan, pada Juni 2025 sudah mencapai Rp2.304 triliun. Angka ini naik 9% dari tahun lalu, menandakan bank sudah punya uang, tapi tidak tahu ke mana harus menyalurkan. Pertumbuhan kredit juga melambat, dari 7,72% di Juni menjadi 7,03% di Juli 2025.

"Terlebih, kredit ke sektor manufaktur anjlok dari 11% menjadi 6%, bukti nyata bahwa dunia usaha masih "wait and see", sebut laporan itu.

Dalam analisis mendalam Core Indonesia mengungkap, ada tiga persoalan struktural yang jauh lebih mendesak ketimbang suntikan likuiditas:

  1. Deindustrialisasi yang Mempercepat: Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB merosot tajam, dari 27,4% pada 2005 menjadi hanya 16,9% di kuartal II 2025. Tanpa industri yang kuat, target pertumbuhan 8% hanyalah mimpi.
  2. Penciptaan Lapangan Kerja Terbatas: Lebih dari setengah dari 145 juta pekerja Indonesia berada di sektor informal. Mereka tidak punya perlindungan hukum dan jaminan sosial. Ini menciptakan ketimpangan yang mengakar.
  3. Kemiskinan dan Ketimpangan Struktural: Sektor pertanian menyerap hampir 29% tenaga kerja, tetapi hanya menyumbang 12,3% PDB. Kondisi ini menunjukkan produktivitas yang sangat rendah dan memperlihatkan lingkaran kemiskinan yang sulit diputus.

Kebijakan injeksi likuiditas, tanpa dibarengi stimulus fiskal yang tepat sasaran, berisiko hanya menumpuk dana menganggur dan tidak akan menyentuh akar masalah ekonomi. Indonesia bisa belajar dari Vietnam dan Tiongkok, yang mencapai pertumbuhan tinggi berkat transformasi struktural dan penguatan sektor manufaktur yang konsisten.

Suntikan Rp200 triliun ini mungkin hanya bersifat simtomatik, mengobati gejala tanpa menyembuhkan penyakit. Tanpa reformasi struktural yang mendalam, pertumbuhan 8% akan sulit terwujud, dan tantangan ekonomi akan terus membayangi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diminta DPR Tambah Bansos Sembako, Menkeu Purbaya Langsung Sanggupi: APBN Cukup!

Diminta DPR Tambah Bansos Sembako, Menkeu Purbaya Langsung Sanggupi: APBN Cukup!

News | Kamis, 18 September 2025 | 17:30 WIB

Terungkap! Utang BLBI Jadi Biang Kerok, Ini Perkara yang Bikin Tutut Soeharto Gugat Menkeu Purbaya

Terungkap! Utang BLBI Jadi Biang Kerok, Ini Perkara yang Bikin Tutut Soeharto Gugat Menkeu Purbaya

News | Kamis, 18 September 2025 | 17:23 WIB

Selesai! Tutut Soeharto Cabut Gugatan, Menkeu Purbaya Ungkap Pesan Akrab: Beliau Kirim Salam

Selesai! Tutut Soeharto Cabut Gugatan, Menkeu Purbaya Ungkap Pesan Akrab: Beliau Kirim Salam

News | Kamis, 18 September 2025 | 17:18 WIB

Terkini

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:05 WIB

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:29 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:12 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:05 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50 WIB

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB