Dari Meja Makan ke Aksi Nyata: Wujudkan Indonesia Bebas Boros Pangan

Rully Fauzi

Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:55 WIB
Dari Meja Makan ke Aksi Nyata: Wujudkan Indonesia Bebas Boros Pangan
Pelatihan Perhitungan Susut dan Sisa Pangan (SSP) bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah pada 30 September – 1 Oktober 2025 di Hotel JS Luwansa, Jakarta. [dok.pribadi]
baca 10 detik
  • IBCSD melalui GRASP 2030 bersama KSPL, Bapanas, dan P4G mengadakan pelatihan perhitungan SSP.

  • Ini sekaligus juga memperingati IDAFLW 2025 dan empat tahun GRASP 2030.

  • Acara diikuti lebih dari 220 peserta dari sektor bisnis dan pemerintah daerah, dengan fokus pada penerapan metode baku penghitungan SSP serta pendekatan TMA.

Suara.com - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui inisiatif GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di tahun 2030) bersama Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL), berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Partnering for Green Growth and the Global Goals 2030 (P4G), sukses menyelenggarakan Pelatihan Perhitungan Susut dan Sisa Pangan (SSP) bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah pada 30 September – 1 Oktober 2025 di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam memperingati International Day of Awareness of Food Loss and Waste (IDAFLW) 2025 sekaligus menjadi puncak perayaan empat tahun GRASP 2030.

Dipandu oleh artis Olga Lidya yang dikenal memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, acara ini semakin menegaskan komitmen bersama untuk mengurangi susut dan sisa pangan.

Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani, menyampaikan bahwa perayaan empat tahun GRASP 2030 sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi multipihak dalam penanganan susut dan sisa pangan.

"Kami ingin memastikan bahwa komitmen ini tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan dalam kapasitas nyata melalui pelatihan bagi pemerintah daerah dan dunia usaha agar mampu mengintegrasikan pengelolaan SSP ke dalam praktik dan kebijakan mereka," kata Indah.

Susut dan sisa pangan telah menjadi tantangan besar yang merugikan ekonomi, lingkungan dan sosial, sehingga isu ini kini ditempatkan sebagai prioritas dalam RPJMN 2025–2029 dan Peta Jalan Pengelolaan SSP Nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menyebutkan dalam sambutannya; "Indonesia juga turut berkomitmen dalam mencapai target SDGs 12.3 yang sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025-2029, di mana pengelolaan SSP jadi salah satu kegiatan prioritas dengan target persentase penyelamatan pangan sekitar 3-5 persen per tahun. Keberhasilan penanganan SSP memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor, dengan langkah konkret yang dilakukan Bapanas, yakni bekerja sama dengan berbagai mitra dalam Gerakan Selamatkan Pangan."

Kegiatan ini sekaligus jadi kesempatan untuk memperkenalkan dan mempraktikkan Metode Baku Perhitungan Susut dan Sisa Pangan yang diluncurkan oleh KSPL, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian PPN/Bappenas pada 24 September 2024 kepada rekan-rekan bisnis, terutama dari sektor manufaktur, retail, horeka (hotel, restoran, kafe), serta pemerintah daerah.

Kepala Sekretariat KSPL, Gina Karina, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah awal untuk menentukan strategi intervensi penurunan SSP dengan lebih terukur dan berbasis data.

"Kiranya hingga akhir tahun nanti, masing-masing dari rekan bisnis dan pemerintah daerah yang hadir hari ini sudah memiliki sekurangnya draf awal strategi penurunan SSP yang siap untuk diimplementasikan di tahun depan,” ungkap Gina.

Pelatihan ini diikuti lebih dari 220 peserta dari pelaku bisnis sektor ritel, manufaktur, dan horeka, serta pemerintah provinsi lokasi kerja KSPL yang mencakup Sumatera Barat, Jawa Timur, dan NTT.

Acara ini juga berlangsung secara hybrid sehingga perwakilan pemerintah daerah lainnya di Indonesia juga turut mengikuti sesi-sesi pelatihan secara daring.

Selama dua hari penuh, peserta memperoleh pemahaman pendekatan Target–Measure–Act (TMA), pelatihan metode dan instrumen penghitungan serta pelaporannya, simulasi kasus nyata dari sektor bisnis, penyusunan rencana aksi pengurangan SSP di provinsi yang terhubung dengan peta jalan dan kebijakan nasional, hingga pengenalan digitalisasi data untuk pelacakan dan monitoring SSP.

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi berbagai lembaga kunci seperti Bappenas, WRAP, Garda Pangan, GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition), World Resources Institute (WRI) Indonesia, Nutrifood, dan mitra lainnya yang bersama-sama berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pengelolaan susut dan sisa pangan.

Selain sesi pelatihan, acara juga diisi dengan seremonial perayaan IDAFLW 2025 yang mencakup peluncuran Platform Stop Boros Pangan yang digagas oleh Bapanas, dilanjutkan peluncuran Pedoman Redistribusi Pangan yang disusun bersama para signatories GRASP 2030.

Acara juga menampilkan pemutaran video gerakan penyelamatan pangan dari Papua hasil kolaborasi WWF Indonesia dan Delterra, yang menghadirkan inspirasi nyata mengenai upaya penyelamatan pangan dari tingkat lokal.

Dengan semangat perayaan ulang tahun keempat GRASP 2030 dan IDAFLW 2025, harapannya momentum ini dapat melahirkan komitmen lebih nyata dari dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mengurangi SSP hingga 50 persen pada 2030, sejalan dengan target SDGs 12.3, target penyelamatan pangan dan pengurangan SSP 3-5 persen setiap tahun dari RPJMN 2025-2029, serta peta jalan nasional yang telah disusun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Dinilai Sukses Perkuat Sektor Pangan, Tapi Harga Masih Belum Terjangkau

Prabowo Dinilai Sukses Perkuat Sektor Pangan, Tapi Harga Masih Belum Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Bulog Dukung GPM Nasional di 38 Provinsi, Perluas Akses Pangan Murah bagi Masyarakat

Bulog Dukung GPM Nasional di 38 Provinsi, Perluas Akses Pangan Murah bagi Masyarakat

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Stok Beras Melimpah, Bapanas Soroti Mafia Pangan yang Akali Kualitas dan Harga

Stok Beras Melimpah, Bapanas Soroti Mafia Pangan yang Akali Kualitas dan Harga

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Demi Jaga Keterjangkauan Harga dan Bahan Pokok, Jateng Telah Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah

Demi Jaga Keterjangkauan Harga dan Bahan Pokok, Jateng Telah Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Masih Pedas, Tembus Rp104 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Rawit Merah Masih Pedas, Tembus Rp104 Ribu per Kilogram

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Produksi Beras Naik, RI Setop Impor Beras Umum

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Produksi Beras Naik, RI Setop Impor Beras Umum

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Setop Impor Beras: Prestasi Nyata atau Beban Baru?

Setop Impor Beras: Prestasi Nyata atau Beban Baru?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×