Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Waspada Cuaca Ekstrem! Wamendag Pantau Pasokan Pangan dan Antisipasi Lonjakan Harga Cabai

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2025 | 18:24 WIB
Waspada Cuaca Ekstrem! Wamendag Pantau Pasokan Pangan dan Antisipasi Lonjakan Harga Cabai
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri (tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Wamendag antisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap pasokan dan harga pangan awal tahun.
  • Komoditas cabai dinilai paling rentan rusak akibat curah hujan tinggi dan uap air.\
  • Kemendag dan Kementan koordinasi optimalkan cadangan pangan hadapi ancaman cuaca.

Suara.com - Memasuki awal tahun 2026, pemerintah mulai memasang kuda-kuda menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi tantangan utama yang dapat mengganggu stabilitas harga dan pasokan pangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Dyah Roro saat meninjau langsung harga bahan pokok di Pasar Senen dan Pasar Johor Baru, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Menurutnya, cuaca ekstrem memiliki efek berantai (multiplier effect) yang sangat luas, mulai dari kegagalan panen hingga terganggunya jalur distribusi.

“Tentu mengacu terhadap apa yang sudah disampaikan oleh BMKG. Efeknya juga sangat amat luas ya, terutama berkaitan mengenai bagaimana hasil panen dari berbagai macam komoditas,” ujar Dyah Roro.

Dalam pantauan tersebut, Wamendag menyoroti komoditas cabai sebagai tanaman yang paling sensitif terhadap perubahan cuaca. Tingginya intensitas hujan dan uap air seringkali merusak pucuk tanaman, yang berujung pada penurunan drastis volume panen.

“Kalau kita berbicara mengenai cabai, itu kan sangat rentan. Dia kalau kena uap dikit saja, pucuknya sudah langsung hancur,” jelasnya.

Kondisi inilah yang kerap memicu fenomena tahunan kenaikan harga cabai. Di saat permintaan masyarakat tetap tinggi, pasokan dari petani justru menyusut drastis karena gangguan cuaca. Hal ini menjadi perhatian serius Kemendag agar ketersediaan di pasar tetap terjaga meski tantangan alam meningkat.

Guna memitigasi risiko tersebut, Kemendag berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral, terutama dengan Kementerian Pertanian. Fokus utamanya adalah memastikan cadangan pangan dan mengoptimalkan produksi di wilayah-wilayah yang tidak terdampak cuaca ekstrem.

“Ke depannya kita akan berkoordinasi dengan lintas kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertanian, untuk memastikan bagaimana cadangan produksi cabai itu bisa semakin optimal,” lanjut Dyah.

Pemerintah berjanji akan melakukan pemantauan harga dan cuaca secara berkala. Langkah proaktif ini diharapkan mampu meredam gejolak harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional sehingga masyarakat tetap dapat menjangkau kebutuhan pangan dengan harga stabil di awal tahun baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zulhas Bongkar Kondisi Dapur Jelang Tahun Baru: Harga Pangan di Cimahi Dijamin 'Tenang'?

Zulhas Bongkar Kondisi Dapur Jelang Tahun Baru: Harga Pangan di Cimahi Dijamin 'Tenang'?

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 13:35 WIB

Jelang Tahun Baru, Harga Bawang Merah Anjlok Lebih dari 5 Persen

Jelang Tahun Baru, Harga Bawang Merah Anjlok Lebih dari 5 Persen

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 12:00 WIB

Harga Pangan Merosot Jelang Akhir Tahun, Ini Daftarnya

Harga Pangan Merosot Jelang Akhir Tahun, Ini Daftarnya

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:07 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB