Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

GIAA Dapat Modal Rp 30,5 Triliun dari Danantara, Citilink Dapat Jatah Terbesar

M Nurhadi

Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:00 WIB
GIAA Dapat Modal Rp 30,5 Triliun dari Danantara, Citilink Dapat Jatah Terbesar
Pesawat Citilink.
baca 10 detik
  • Garuda Indonesia (GIAA) menerima suntikan modal US$1,84 Miliar (Rp30,5 triliun) dari BPI Danantara melalui skema private placement untuk pemulihan grup pasca-restrukturisasi.

  • Citilink menjadi penerima alokasi dana terbesar (49%), digunakan untuk penguatan modal kerja, operasional, dan pembayaran utang bahan bakar Pertamina.

  • Langkah ini bertujuan mengatasi ekuitas negatif GIAA dan memulihkan kinerja operasional Citilink yang krusial bagi kesehatan finansial Garuda Group.

Suara.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dipastikan menerima dukungan modal jumbo dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), atau melalui entitasnya PT Danantara Asset Management (DAM).

Suntikan dana ini dilakukan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Total dana yang disuntikkan mencapai US$1,84 miliar, atau berkisar Rp30,5 triliun. Angka ini terdiri dari penyetoran modal tunai senilai US$1.441.320.636, serta konversi utang senilai US$405 juta menjadi saham.

Utang yang dikonversi ini terkait erat dengan perjanjian pinjaman pemegang saham antara Garuda, DAM, dan Citilink.

Citilink Jadi Penerima Dana Terbesar (49%)

Dalam langkah restrukturisasi dan pemulihan kinerja Garuda Group, Citilink menjadi sorotan utama dan penerima alokasi dana terbesar dari total private placement ini.

Secara total, 49% dari Rp30,5 triliun dana tersebut akan dialokasikan langsung untuk penguatan anak usaha maskapai berbiaya rendah (LCC) tersebut.

Rincian alokasi untuk Citilink mencakup tiga pos vital:

  • 37% Dana untuk Modal Kerja dan Operasional: Porsi terbesar dialokasikan untuk peningkatan modal pada Citilink. Dana ini akan digunakan untuk membiayai modal kerja dan operasional maskapai, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat.
  • 12% Dana untuk Utang Bahan Bakar: Dana ini secara spesifik akan digunakan untuk membayar utang pembelian bahan bakar pesawat Citilink dari Pertamina yang terakumulasi selama periode 2019 hingga 2021.
  • Sebagian dari 22% Dana untuk Ekspansi Armada: Alokasi untuk ekspansi armada GIAA dan Citilink akan memastikan maskapai dapat memperbarui dan menambah jumlah pesawatnya untuk meningkatkan kapasitas penerbangan.

Penguatan signifikan pada Citilink ini menunjukkan strategi Garuda Group untuk fokus pada pemulihan anak perusahaannya yang berpotensi tumbuh cepat di tengah pemulihan trafik penerbangan.

baca juga

Alasan di Balik Aksi Korporasi Jumbo

Keputusan Garuda untuk melaksanakan private placement ini didasarkan pada beberapa kondisi yang menghambat transformasi perusahaan pasca restrukturisasi penyelamatan pada tahun 2022:

  1. Restrukturisasi Belum Menjangkau Anak Usaha: Restrukturisasi penyelamatan sebelumnya difokuskan pada GIAA sebagai induk, tetapi belum menyertakan anak usahanya, termasuk Citilink. Hal ini menyebabkan kinerja operasional Citilink tetap terhambat.
  2. Hambatan Ekuitas Negatif: GIAA belum berhasil membukukan ekuitas positif, yang menghambat akses pendanaan dan menimbulkan potensi delisting (penghapusan pencatatan saham) dari bursa.
  3. Kinerja Operasional Menurun: Adanya peningkatan realisasi biaya pemeliharaan (maintenance) dan restorasi pesawat telah menyebabkan kinerja operasional GIAA dan Citilink menurun.
  4. Pendanaan Mandek: Rencana rights issue tahap II untuk investor strategis belum terealisasi.

Aksi korporasi ini diharapkan dapat mengatasi hambatan tersebut, khususnya dengan menyelesaikan masalah keuangan dan operasional Citilink yang dianggap krusial bagi kesehatan Garuda Group secara keseluruhan.

Untuk melaksanakan PMTHMETD, manajemen GIAA akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 12 November 2025 di Tangerang.

Konsekuensi dari aksi korporasi ini adalah persentase kepemilikan saham publik akan terdilusi secara signifikan, dari semula 27,46% menjadi hanya 5,03%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BKPM Dorong Danantara Garap Proyek Carbon Capture and Storage

BKPM Dorong Danantara Garap Proyek Carbon Capture and Storage

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Menkeu Purbaya Mendadak Batal Dampingi Prabowo Saat Serahkan Aset Smelter Sitaan, Ada Apa?

Menkeu Purbaya Mendadak Batal Dampingi Prabowo Saat Serahkan Aset Smelter Sitaan, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 19:17 WIB

Daftar Konglomerat Kelas Kakap yang Beli Patriot Bond, Ada Barito Hingga Djarum

Daftar Konglomerat Kelas Kakap yang Beli Patriot Bond, Ada Barito Hingga Djarum

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 12:44 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×