Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

GIAA Dapat Modal Rp 30,5 Triliun dari Danantara, Citilink Dapat Jatah Terbesar

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:00 WIB
GIAA Dapat Modal Rp 30,5 Triliun dari Danantara, Citilink Dapat Jatah Terbesar
Pesawat Citilink.
  • Garuda Indonesia (GIAA) menerima suntikan modal US$1,84 Miliar (Rp30,5 triliun) dari BPI Danantara melalui skema private placement untuk pemulihan grup pasca-restrukturisasi.

  • Citilink menjadi penerima alokasi dana terbesar (49%), digunakan untuk penguatan modal kerja, operasional, dan pembayaran utang bahan bakar Pertamina.

  • Langkah ini bertujuan mengatasi ekuitas negatif GIAA dan memulihkan kinerja operasional Citilink yang krusial bagi kesehatan finansial Garuda Group.

Suara.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dipastikan menerima dukungan modal jumbo dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), atau melalui entitasnya PT Danantara Asset Management (DAM).

Suntikan dana ini dilakukan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Total dana yang disuntikkan mencapai US$1,84 miliar, atau berkisar Rp30,5 triliun. Angka ini terdiri dari penyetoran modal tunai senilai US$1.441.320.636, serta konversi utang senilai US$405 juta menjadi saham.

Utang yang dikonversi ini terkait erat dengan perjanjian pinjaman pemegang saham antara Garuda, DAM, dan Citilink.

Citilink Jadi Penerima Dana Terbesar (49%)

Dalam langkah restrukturisasi dan pemulihan kinerja Garuda Group, Citilink menjadi sorotan utama dan penerima alokasi dana terbesar dari total private placement ini.

Secara total, 49% dari Rp30,5 triliun dana tersebut akan dialokasikan langsung untuk penguatan anak usaha maskapai berbiaya rendah (LCC) tersebut.

Rincian alokasi untuk Citilink mencakup tiga pos vital:

  • 37% Dana untuk Modal Kerja dan Operasional: Porsi terbesar dialokasikan untuk peningkatan modal pada Citilink. Dana ini akan digunakan untuk membiayai modal kerja dan operasional maskapai, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat.
  • 12% Dana untuk Utang Bahan Bakar: Dana ini secara spesifik akan digunakan untuk membayar utang pembelian bahan bakar pesawat Citilink dari Pertamina yang terakumulasi selama periode 2019 hingga 2021.
  • Sebagian dari 22% Dana untuk Ekspansi Armada: Alokasi untuk ekspansi armada GIAA dan Citilink akan memastikan maskapai dapat memperbarui dan menambah jumlah pesawatnya untuk meningkatkan kapasitas penerbangan.

Penguatan signifikan pada Citilink ini menunjukkan strategi Garuda Group untuk fokus pada pemulihan anak perusahaannya yang berpotensi tumbuh cepat di tengah pemulihan trafik penerbangan.

Alasan di Balik Aksi Korporasi Jumbo

Keputusan Garuda untuk melaksanakan private placement ini didasarkan pada beberapa kondisi yang menghambat transformasi perusahaan pasca restrukturisasi penyelamatan pada tahun 2022:

  1. Restrukturisasi Belum Menjangkau Anak Usaha: Restrukturisasi penyelamatan sebelumnya difokuskan pada GIAA sebagai induk, tetapi belum menyertakan anak usahanya, termasuk Citilink. Hal ini menyebabkan kinerja operasional Citilink tetap terhambat.
  2. Hambatan Ekuitas Negatif: GIAA belum berhasil membukukan ekuitas positif, yang menghambat akses pendanaan dan menimbulkan potensi delisting (penghapusan pencatatan saham) dari bursa.
  3. Kinerja Operasional Menurun: Adanya peningkatan realisasi biaya pemeliharaan (maintenance) dan restorasi pesawat telah menyebabkan kinerja operasional GIAA dan Citilink menurun.
  4. Pendanaan Mandek: Rencana rights issue tahap II untuk investor strategis belum terealisasi.

Aksi korporasi ini diharapkan dapat mengatasi hambatan tersebut, khususnya dengan menyelesaikan masalah keuangan dan operasional Citilink yang dianggap krusial bagi kesehatan Garuda Group secara keseluruhan.

Untuk melaksanakan PMTHMETD, manajemen GIAA akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 12 November 2025 di Tangerang.

Konsekuensi dari aksi korporasi ini adalah persentase kepemilikan saham publik akan terdilusi secara signifikan, dari semula 27,46% menjadi hanya 5,03%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BKPM Dorong Danantara Garap Proyek Carbon Capture and Storage

BKPM Dorong Danantara Garap Proyek Carbon Capture and Storage

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Menkeu Purbaya Mendadak Batal Dampingi Prabowo Saat Serahkan Aset Smelter Sitaan, Ada Apa?

Menkeu Purbaya Mendadak Batal Dampingi Prabowo Saat Serahkan Aset Smelter Sitaan, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 19:17 WIB

Daftar Konglomerat Kelas Kakap yang Beli Patriot Bond, Ada Barito Hingga Djarum

Daftar Konglomerat Kelas Kakap yang Beli Patriot Bond, Ada Barito Hingga Djarum

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 12:44 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB