Perusahaan RI Pamerkan Model Transisi Energi Berkeadilan ke Delegasi 9 Negara

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 20 Oktober 2025 | 12:43 WIB
Perusahaan RI Pamerkan Model Transisi Energi Berkeadilan ke Delegasi 9 Negara
Ilustrasi batubara. Foto ist.
baca 10 detik
  •  Lebih dari 40 delegasi internasional dari sembilan negara, yang tergabung dalam International Climate Initiative Just Energy Transition (IKI–JET), baru-baru ini berkunjung ke area pascatambang PT Multi Harapan Utama (MHU).
  •  Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi, melainkan peninjauan langsung praktik 'sulap' lahan tambang menjadi pusat agroindustri, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
  • Delegasi dari Chile, Kolombia, Mongolia, Afrika Selatan, dan negara-negara lain menyaksikan bagaimana area bekas tambang di Desa Jonggon Jaya kini menjadi model keberlanjutan.

Suara.com - Wajah transisi energi yang adil dan berkesinambungan kini hadir di jantung Kalimantan Timur. Lebih dari 40 delegasi internasional dari sembilan negara, yang tergabung dalam International Climate Initiative Just Energy Transition (IKI–JET), baru-baru ini berkunjung ke area pascatambang PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI).

Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi, melainkan peninjauan langsung praktik 'sulap' lahan tambang menjadi pusat agroindustri, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menegaskan filosofi di balik transformasi ini. "Transisi energi yang adil bukan hanya tentang beralih dari fosil ke energi baru, tetapi juga tentang menjaga kehidupan dan memberdayakan masyarakat. Keberhasilan transisi diukur dari seberapa banyak kehidupan yang bisa kita bangun kembali," ujarnya dikutip Senin (20/10/2025).

Delegasi dari Chile, Kolombia, Mongolia, Afrika Selatan, dan negara-negara lain menyaksikan bagaimana area bekas tambang di Desa Jonggon Jaya kini menjadi model keberlanjutan. Fokus MHU adalah mengatasi economic displacement (dampak ekonomi akibat berakhirnya tambang) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dirancang berdasarkan potensi lokal.

BUMDes Sungai Payang: Dari Tambang Menjadi Raksasa Bisnis Lokal
Keberhasilan program MHU mendapat pujian khusus dari GIZ Indonesia/ASEAN. Perwakilan GIZ, Ade Cahyat, menyebut praktik MHU sebagai pelajaran berharga tentang bagaimana perusahaan tambang bisa merehabilitasi lahan dan mendiversifikasi ekonomi lokal secara inklusif.

Salah satu bukti nyatanya adalah BUMDes Sungai Payang. Berkat dukungan MHU, BUMDes ini bertransformasi dari badan usaha desa menjadi entitas bisnis B2B di sektor logistik, katering, dan konstruksi, dengan omzet mencapai Rp19 miliar pada tahun 2024. BUMDes ini juga menciptakan lebih dari 200 lapangan kerja, termasuk bagi perempuan single parent dan kurang mampu.

Inovasi juga merambah komunitas adat. Di Desa Lung Anai, 12 perempuan adat Dayak Kenyah kini mengelola Rumah Cokelat Lung Anai, mengolah biji kakao menjadi produk olahan bermerek. Ini menjadi model bisnis pertama di Indonesia di mana produk cokelat diberi merek dan diproduksi langsung oleh masyarakat adat.

MHU, bekerja sama dengan MMSGI dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda), juga mendorong ekonomi sirkular. Mereka melakukan riset untuk menyusun white paper transformasi lahan menjadi agroindustri.

Salah satu inovasi penting adalah pengembangan pupuk organik “Biomasta” dari kotoran sapi. Pupuk ini terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah bekas tambang, dan kini sedang diujicobakan pada budidaya sereh wangi.

baca juga

Transformasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif. Kawasan pascatambang kini menjadi lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa SMK, melahirkan kompetensi pertanian dan peternakan modern.

"Kami percaya bahwa transformasi sejati berawal dari manusia. Karena itu, setiap program kami berorientasi pada pemberdayaan dan kolaborasi lintas sektor," tutup Aris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Bank Indonesia Waswas Ekonomi Global Masih Bergejolak

Gubernur Bank Indonesia Waswas Ekonomi Global Masih Bergejolak

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 09:13 WIB

Legislator Gerindra Beri Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan Sawah, Bisa Ancam Kedaulatan Pangan

Legislator Gerindra Beri Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan Sawah, Bisa Ancam Kedaulatan Pangan

News | Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:47 WIB

Mampukah Stimulus BLT Gairahkan Ekonomi Akhir Tahun?

Mampukah Stimulus BLT Gairahkan Ekonomi Akhir Tahun?

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:20 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×