Legislator Gerindra Beri Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan Sawah, Bisa Ancam Kedaulatan Pangan

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:47 WIB
Legislator Gerindra Beri Wanti-wanti Soal Alih Fungsi Lahan Sawah, Bisa Ancam Kedaulatan Pangan
Ilustrasi lahan sawah. [Foto dok. ist]
baca 10 detik
  • Azis secara penuh mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk memperketat larangan alih fungsi lahan sawah.
  • Ia mendesak agar seluruh proses rekomendasi dibuka secara digital dan dapat diaudit oleh masyarakat.
  • Larangan itu disebut wujud konkret semangat Presiden Prabowo dalam membangun kedaulatan pangan yang berakar di desa.

Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan pentingnya perlindungan lahan sawah sebagai fondasi kedaulatan pangan dan ketahanan nasional.

Azis secara penuh mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk memperketat larangan alih fungsi lahan sawah, menyebutnya sebagai "peringatan keras" terhadap penyusutan lahan produktif akibat investasi dan urbanisasi.

Menurut Azis, meskipun data Kementerian ATR/BPN menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 7,38 juta hektare lahan baku sawah, luasannya terus terancam. Pemerintah menargetkan 87 persen dari lahan tersebut dikunci menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), namun implementasinya masih terkendala.

"Akar masalah alih fungsi sawah tidak hanya soal izin, tetapi menyangkut sinkronisasi tata ruang dan integritas kebijakan daerah," ujar Azis dalam keterangannya diterima Suara.com, Sabtu (18/10/2025).

Ia menyoroti tumpang tindih antara peta nasional dan rencana daerah akibat belum selesainya pembaruan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atau Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di banyak daerah. Kondisi ini, kata Azis, memicu "praktik alih fungsi terselubung."

Azis juga menyoroti potensi penyalahgunaan dalam mekanisme rekomendasi perubahan penggunaan tanah pada LSD yang diatur dalam Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 2 Tahun 2024 (Pasal 12).

"Tanpa transparansi dan pengawasan publik, dapat menjadi pintu legal bagi konversi lahan yang seharusnya dilindungi," katanya.

Ia mendesak agar seluruh proses rekomendasi dibuka secara digital dan dapat diaudit oleh masyarakat.

Azis mengingatkan bahwa hilangnya setiap hektare sawah berarti kehilangan produksi, lapangan kerja, dan stabilitas harga pangan.

baca juga

"Indonesia tidak bisa bergantung pada impor beras selamanya," tegasnya.

Oleh karena itu, ia menilai kebijakan Presiden Prabowo sebagai langkah strategis untuk memastikan ketahanan pangan nasional yang mandiri.

Dari perspektif legislasi, Komisi II DPR RI, tempat Azis bertugas, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan perlindungan LP2B dan LSD terintegrasi ke dalam sistem perizinan digital seperti OSS dan KKPR.

"Izin investasi harus tunduk pada peta ruang yang telah dilindungi secara hukum," kata Azis.

Komisi II juga mendorong moratorium penerbitan izin baru di atas lahan LSD hingga seluruh daerah menuntaskan sinkronisasi RTRW dan RDTR.

Selain regulasi, Azis menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pendukung pertanian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras: Menteri 'Nakal' Tiga Kali, Akan Di-Reshuffle

Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras: Menteri 'Nakal' Tiga Kali, Akan Di-Reshuffle

News | Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:14 WIB

Prabowo Puji Kinerja Kepala BGN Kembalikan Dana MBG Rp 70 Triliun: Dia Patriot

Prabowo Puji Kinerja Kepala BGN Kembalikan Dana MBG Rp 70 Triliun: Dia Patriot

News | Minggu, 19 Oktober 2025 | 09:36 WIB

Prabowo Subianto Sentil Oknum yang Kerap Besar-besarkan Kasus Keracunan MBG

Prabowo Subianto Sentil Oknum yang Kerap Besar-besarkan Kasus Keracunan MBG

News | Minggu, 19 Oktober 2025 | 09:28 WIB

Keakraban Prabowo dan Trump Jadi Bahan Lelucon Jimmy Kimmel di TV Nasional

Keakraban Prabowo dan Trump Jadi Bahan Lelucon Jimmy Kimmel di TV Nasional

News | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 22:20 WIB

Ini Alasan Tingkat Kepuasan Publik Tinggi Atas Kinerja Satu Tahun Wapres Gibran

Ini Alasan Tingkat Kepuasan Publik Tinggi Atas Kinerja Satu Tahun Wapres Gibran

News | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:05 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×