Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Setahun Berdampak: Listrik Hadir di Pelosok, Warga Merasakan Terangnya Perhatian Negara

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:50 WIB
Setahun Berdampak: Listrik Hadir di Pelosok, Warga Merasakan Terangnya Perhatian Negara
Program Listrik Desa telah menjangkau 10.068 lokasi dan memberi manfaat bagi lebih dari 1,2 juta calon pelanggan baru (Dok: ESDM)

Suara.com - Cahaya listrik kini sampai ke pelosok negeri. Pemerintah di bawah arahan Presiden RI Prabowo Subianto terus memperluas akses energi agar seluruh warga Indonesia, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, dapat menikmati terang di rumah mereka. Upaya ini dilakukan melalui program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang membawa perubahan besar bagi banyak keluarga di desa.

“Di desa-desa terpencil, cahaya listrik kini menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka jalan bagi kesempatan sosial-ekonomi. Listrik tidak lagi hanya aspek penerangan, namun meningkatkan pula akses pendidikan, produktivitas, dan taraf hidup masyarakat,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Cahaya listrik kini menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka jalan bagi kesempatan sosial-ekonomi (Dok: ESDM)
Cahaya listrik kini menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka jalan bagi kesempatan sosial-ekonomi (Dok: ESDM)

Program Listrik Desa telah menjangkau 10.068 lokasi dan memberi manfaat bagi lebih dari 1,2 juta calon pelanggan baru. Adapun program BPBL periode 2024 telah dinikmati oleh 155.429 rumah tangga. Untuk periode Januari hingga September 2025, sebanyak 135.482 rumah tangga sudah mendapatkan sambungan listrik dari target 215.000 rumah hingga akhir tahun.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan mempercepat pemerataan energi di seluruh wilayah.

Bahlil menyebut rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai 99,1 persen. Bagian kecil yang belum terjangkau merupakan daerah yang sangat sulit diakses karena rumah warga tersebar di pulau-pulau kecil dan wilayah pedalaman. Untuk menjangkau daerah tersebut, pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan agar masyarakat di pelosok juga dapat menikmati terang.

“Perubahan arah kebijakan juga mencakup transformasi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan. Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt, dan melibatkan koperasi desa dalam transisi energi. Ekonomi dan ekologi tidak harus dipertentangkan. Keduanya bersinergi menciptakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata,” kata Bahlil.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bertekad mempercepat capaian elektrifikasi hingga 100 persen. “Setelah 80 tahun merdeka, tidak selayaknya ada warga yang masih mengalami gelap gulita,” ujarnya.

Manfaat kehadiran listrik kini dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Ruslam, warga Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mengaku hidupnya menjadi lebih nyaman sejak rumahnya mendapatkan sambungan listrik dari program BPBL. “Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang, tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” ucap Ruslam.

Perasaan serupa juga dirasakan Elias Inyomusi, warga Kampung Iraiweri, Distrik Anggi, Pegunungan Arfak. Rumah-rumah di kampungnya kini terang berkat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi. “Semua rumah itu harus dapat listrik, supaya untuk kami punya anak-anak kami itu bisa belajar, mamak-mamak bisa masak dengan (penerangan) lampu. Saat saya lahir di sini, kami belum ada lampu. Kami bikin api. Kami baca, belajar, itu pasang, bikin gelegar untuk jadi pelita,” ungkap Elias.

Pemerintah menargetkan seluruh pelosok negeri akan menikmati listrik sepenuhnya pada 2030. Bahlil kembali menegaskan, rasio elektrifikasi 100 persen harus tercapai agar tidak ada lagi warga yang hidup dalam kegelapan setelah delapan dekade Indonesia merdeka. Terangnya listrik kini menjadi simbol nyata bahwa perhatian negara telah menjangkau hingga ke rumah-rumah di pelosok.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Investasi ESDM 17,2 M Dolar AS Didominasi Migas

Realisasi Investasi ESDM 17,2 M Dolar AS Didominasi Migas

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:37 WIB

Kementerian ESDM Tata Ulang 45.000 Sumur Minyak Rakyat, Warga Kini Bisa Bekerja Tenang

Kementerian ESDM Tata Ulang 45.000 Sumur Minyak Rakyat, Warga Kini Bisa Bekerja Tenang

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:14 WIB

Dari Waswas Jadi Tenang: Penambang Minyak Rakyat Sumsel Rasakan Manfaat Aturan Baru ESDM

Dari Waswas Jadi Tenang: Penambang Minyak Rakyat Sumsel Rasakan Manfaat Aturan Baru ESDM

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:50 WIB

ESDM Targetkan Implementasi Penggunaan Avtur dari Minyak Jelantah di 2026

ESDM Targetkan Implementasi Penggunaan Avtur dari Minyak Jelantah di 2026

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:33 WIB

Menteri ESDM Bahlil Jelaskan Aturan Baru Soal Perpanjangan IUPK, Ini Syarat Lengkapnya!

Menteri ESDM Bahlil Jelaskan Aturan Baru Soal Perpanjangan IUPK, Ini Syarat Lengkapnya!

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 21:35 WIB

ESDM Gandeng P2MI, Ciptakan Pekerja Migran Energi yang TerlindungidanKompeten

ESDM Gandeng P2MI, Ciptakan Pekerja Migran Energi yang TerlindungidanKompeten

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 07:56 WIB

Terkini

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:51 WIB

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:39 WIB

Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split

Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:35 WIB

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:31 WIB

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:29 WIB

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:22 WIB

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.733.000 per Gram

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.733.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:04 WIB

BRI Permudah Registrasi BRImo di 15 Negara, Pengguna Tembus 47,8 Juta

BRI Permudah Registrasi BRImo di 15 Negara, Pengguna Tembus 47,8 Juta

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:48 WIB