Tumbuh 10,6 Persen, BTN Bukukan Laba Bersih Rp 2,3 Triliun Hingga Kuartal III-2025

Achmad Fauzi

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 17:35 WIB
Tumbuh 10,6 Persen, BTN Bukukan Laba Bersih Rp 2,3 Triliun Hingga Kuartal III-2025
BTN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sektor perumahan sebagai motor utama perekonomian nasional (Dok: BTN)
baca 10 detik
  • Laba bersih BTN naik 10,6 persen, capai Rp 2,3 triliun.

  • Pertumbuhan ditopang DPK naik 16,0 persen dan NIM membaik signifikan.

  • Total aset BTN tembus Rp 510,85 triliun, tumbuh 12,2 persen.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) membukukan laba bersih hingga 30 September 2025 sebesar Rp 2,3 triliun atau tumbuh 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,08 triliun.

Lonjakan bottom line tersebut disumbang dari pendapatan bunga kredit yang naik 18,8 persen yoy menjadi Rp 26,57 triliun pada Kuartal III-2025.

Sedangkan, kenaikan beban bunga dapat dijaga stabil seiring dengan upaya perseroan menggencarkan perolehan DPK berbiaya murah. Alhasil, pendapatan bunga bersih yang naik 43,5 persen yoy menjadi Rp1 2,76 triliun per akhir kuartal III-2025, serta margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang naik 101 basis poin (bps) menjadi 3,9 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,9 persen.

Ilustrasi Bank BTN [BTN]
Ilustrasi Bank BTN [BTN]

Efisiensi yang dilakukan juga menghasilkan cost-to-income ratio (CIR) yang menurun ke level 47,8 persen hingga kuartal III-2025, dari periode yang sama tahun lalu sebesar 59,9 persen.

"Konsistensi kami menjaga pertumbuhan bisnis terutama di pembiayaan sektor perumahan dan transaksi keuangan yang beragam agar bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan. Upaya ini dilakukan dengan ditopang prinsip kehati-hatian dan perhitungan yang cermat atas kebutuhan di pasar," ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/10/2025).

Ia mengungkapkan, BBTN catatkan pertumbuhan DPK yang mencapai 16,0 persen yoy hingga kuartal III-2025, menjadi Rp 429,92 triliun, dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 370,75 triliun.

Pertumbuhan DPK tersebut ditopang oleh kenaikan di deposito ritel yang berbiaya lebih rendah dibandingkan deposito institusi skala besar. Selain itu, BTN juga menjaga pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) yang hampir mencapai separuh dari total DPK BTN per kuartal III-2025, termasuk di antaranya dipicu oleh peningkatan transaksi di aplikasi Bale by BTN.

Adapun jumlah user Bale by BTN telah mencapai 3,2 juta hingga akhir kuartal III-2025, naik 66,8 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebanyak 1,9 juta. Sedangkan jumlah transaksi Bale by BTN melonjak 96,0 persen menjadi 1,53 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 783,5 juta.

Sementara itu, nilai transaksi di Bale by BTN mencapai Rp71,9 triliun hingga akhir September 2025, naik 19,6 persen yoy dari September tahun lalu sebesar Rp 60,1 triliun.

baca juga

Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan BTN tetap tumbuh positif sebesar 7,0 persen yoy menjadi Rp 381,03 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 356,06 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor perumahan yang meningkat 6,4 persen yoy menjadi Rp 322,53 triliun dan sektor non perumahan (non-housing loan) yang naik 10,7 persen yoy menjadi Rp 58,49 triliun.

Di sektor perumahan, BTN membukukan penyaluran KPR Sejahtera FLPP (KPR subsidi) yang mencapai Rp 186,58 triliun hingga kuartal III-2025, bertumbuh 8,0 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan KPR non-subsidi bertumbuh 7,3 persen menjadi Rp 111,33 triliun, berkat strategi perseroan menggandeng para developer top nasional dan mengadakan penawaran bunga promo KPR.

"Keputusan pemerintah yang telah meningkatkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit tahun ini dan alokasi untuk BTN sebanyak 220.000 unit menopang pertumbuhan kredit dan pembiayaan subsidi di BTN, selain melalui berbagai insentif dan stimulus lainnya," imbuhnya.

BTN mencatat loan-to-deposit ratio (LDR) di level 88,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 96,0 persen. Sementara itu, total aset BTN menembus Rp 500 triliun sebelum tahun 2025 berakhir seperti yang diproyeksikan sebelumnya, dengan nilai sebesar Rp 510,85 triliun hingga September 2025, naik 12,2 persen yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 455,10 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persaingan Kartu Kredit Semakin Ketat, Bank Syariah Optimis Bakal Tumbuh Positif

Persaingan Kartu Kredit Semakin Ketat, Bank Syariah Optimis Bakal Tumbuh Positif

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 08:52 WIB

Emiten Gerai Kopi FORE Cetak Laba Gede, Kuartal III-2025 Meroket 41 Persen

Emiten Gerai Kopi FORE Cetak Laba Gede, Kuartal III-2025 Meroket 41 Persen

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:56 WIB

Laba Bersih Adhi Karya Rontok 93,62 Persen Hingga Kuartal III-2025

Laba Bersih Adhi Karya Rontok 93,62 Persen Hingga Kuartal III-2025

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:22 WIB

Terkini

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas

Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Bantah Berkonflik dengan Singapura

Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Bantah Berkonflik dengan Singapura

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:23 WIB

IHSG Mulai Menguat Pagi Ini Menuju Level 5.400, Cek Saham TLKM

IHSG Mulai Menguat Pagi Ini Menuju Level 5.400, Cek Saham TLKM

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Jeon Do Yeon Diprediksi Masuk Nominasi Oscar Berkat Film Possible Love

Jeon Do Yeon Diprediksi Masuk Nominasi Oscar Berkat Film Possible Love

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:15 WIB

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:00 WIB

×