Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

Laba Grup Astra Rp 243 T: ASII dan UT Kompak Buyback Saham Rp 4 Triliun

M Nurhadi

Sabtu, 01 November 2025 | 08:45 WIB
Laba Grup Astra Rp 243 T: ASII dan UT Kompak Buyback Saham Rp 4 Triliun
Astra International (ASII)
baca 10 detik
  • Grup Astra turun 1% laba.

  • Astra Otoparts tumbuh positif.

  • ASII dan UT buyback Rp4 T.

Suara.com - Grup Astra mencatatkan kinerja konsolidasi yang beragam hingga Kuartal III 2025, di mana sektor holding menunjukkan sedikit penurunan, sementara anak perusahaan di sektor parts justru mencatatkan pertumbuhan solid.

PT Astra International Tbk (ASII) mencetak pendapatan bersih konsolidasian grup hingga Kuartal III 2025 sebesar Rp243,6 triliun, turun tipis 1% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (year on year/yoy).

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih Grup Astra, setelah disesuaikan dari penyesuaian nilai wajar investasi GoTo dan Hermina, mencapai Rp24,7 triliun, turun 6% (yoy).

Jika penyesuaian nilai wajar diikutsertakan, laba bersih Grup Astra menurun 5% menjadi Rp24,5 triliun.

Menurut Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, penurunan kinerja ini didorong oleh faktor eksternal, terutama anjloknya harga batu bara yang berdampak pada bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara.

"Penurunan tersebut sebagian diimbangi kinerja lebih baik dari bisnis pertambangan emas, jasa keuangan, agribisnis, dan infrastruktur. Adapun kinerja otomotif secara umum stabil,” tutur Djony dalam keterangan resmi, Jumat (31/10/2025).

Ia menambahkan bahwa kontribusi yang solid dari bisnis-bisnis lainnya turut mendukung resiliensi kinerja Grup. Djony memastikan, Astra akan tetap fokus menjaga disiplin keuangan dan keunggulan operasional untuk menangkap peluang pertumbuhan.

Di sisi neraca, Djony Bunarto melaporkan bahwa aset bersih per saham ASII naik 6% menjadi Rp5.609 per 30 September 2025.

Kas bersih Grup, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan, mencapai Rp13,4 triliun, meningkat signifikan dari Rp8 triliun pada Desember 2024. Sementara itu, utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup naik menjadi Rp64,6 triliun.

baca juga

Astra Otoparts Catat Pertumbuhan Double-Digit

Berbeda dengan kinerja induknya yang tertekan komoditas, PT Astra Otoparts Tbk mencatat kinerja yang positif.

Direktur Astra Otoparts, Sophie Handili, menyebut peningkatan kinerja ini didorong oleh pertumbuhan stabil di dua segmen utama: manufaktur dan perdagangan.

Pendapatan Astra Otoparts naik 4,5% menjadi Rp14,8 triliun, sementara laba bersih tercatat tumbuh 2,6% dibandingkan tahun lalu.

Sophie menyoroti bahwa laba bersih inti (core earnings) perusahaan tumbuh lebih tinggi, mencapai 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang menunjukkan daya tahan bisnis mereka di tengah pasar otomotif yang fluktuatif.

Wakil Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, menjelaskan bahwa segmen manufaktur menjadi penyumbang utama dengan kontribusi 53% terhadap total pendapatan, dengan manufaktur kendaraan roda empat mencatatkan pertumbuhan 5,8%. Sementara segmen perdagangan berkontribusi 47% dengan pertumbuhan 3,1%.

Buyback Saham Rp4 Triliun

Menanggapi fluktuasi pasar, PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimum Rp2 triliun. Langkah ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai dari 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026.

Strategi ini dilakukan setelah PT United Tractors Tbk (UT), mengumumkan program buyback serupa senilai maksimum Rp2 triliun, yang berlangsung dari 31 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026.

Secara total, Grup Astra mengalokasikan Rp4 triliun untuk pembelian kembali saham.

Djony Bunarto Tjondro menegaskan, kedua program buyback tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan dan kemampuan dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan. Ia juga menyebut langkah ini sebagai dukungan terhadap pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.

Astra International memastikan akan menggunakan dana internal dan bukan pinjaman untuk program buyback ini. Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, Perseroan memiliki ekuitas sebesar Rp289,63 triliun dan kas sebesar Rp54,63 triliun, memastikan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional.

Pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap dan penuh melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daihatsu Bicara Peluang Teknologi Rocky Hybrid Diterapkan Pada Model Tiga Baris

Daihatsu Bicara Peluang Teknologi Rocky Hybrid Diterapkan Pada Model Tiga Baris

Otomotif | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 10:10 WIB

Isuzu Kenalkan Mesin yang Bisa Telan Beragam Bahan Bakar Terbarukan di  JMS 2025

Isuzu Kenalkan Mesin yang Bisa Telan Beragam Bahan Bakar Terbarukan di JMS 2025

Otomotif | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:16 WIB

Daihatsu Rocky Hybrid Mulai Masuk Jalur Produksi, Konsumen Segera Terima Unit Dalam Waktu Dekat

Daihatsu Rocky Hybrid Mulai Masuk Jalur Produksi, Konsumen Segera Terima Unit Dalam Waktu Dekat

Otomotif | Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:44 WIB

Terkini

Kisah Jalian Setiarsa Kembangkan UMKM Tembus Pasar Internasional Didukung Ekosistem BRI

Kisah Jalian Setiarsa Kembangkan UMKM Tembus Pasar Internasional Didukung Ekosistem BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:51 WIB

Daftar Mobil Terlaris Segmen LSUV Semester Satu 2026, Seberapa Dominan Rush dan Terios?

Daftar Mobil Terlaris Segmen LSUV Semester Satu 2026, Seberapa Dominan Rush dan Terios?

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50 WIB

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50 WIB

Diduga Korban Bullying, Pelajar di MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Media Sosial

Diduga Korban Bullying, Pelajar di MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Media Sosial

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:49 WIB

Setelah 28 Tahun Mangkrak, Bahlil: Baru Zaman Prabowo Proyek Masela Jalan

Setelah 28 Tahun Mangkrak, Bahlil: Baru Zaman Prabowo Proyek Masela Jalan

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:47 WIB

Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang? Jubir Gerindra: yang Penting Sesuai Aturan

Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang? Jubir Gerindra: yang Penting Sesuai Aturan

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:46 WIB

BPDP Ungkap Temuan Riset Sawit, Bisa untuk Suplemen Ibu Hamil hingga Bensin

BPDP Ungkap Temuan Riset Sawit, Bisa untuk Suplemen Ibu Hamil hingga Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:45 WIB

4 Pelembap Anti-Aging Lokal untuk Usia 25-an, Wajah Awet Muda Bebas Penuaan

4 Pelembap Anti-Aging Lokal untuk Usia 25-an, Wajah Awet Muda Bebas Penuaan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hampir Semua Pelaku Kejahatan SDA-LH Divonis Bersalah, Tapi Tak Jera!

Hampir Semua Pelaku Kejahatan SDA-LH Divonis Bersalah, Tapi Tak Jera!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:43 WIB

Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:40 WIB

×