Kajian CPI: Investasi Sektor Ketenagalistrikan di RI Masih Jauh dari Target

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 03 November 2025 | 14:48 WIB
Kajian CPI: Investasi Sektor Ketenagalistrikan di RI Masih Jauh dari Target
Para Peneliti dari Climate Policy Initiative (CPI) yang mengungkapkan kajian investasi di sektor ketenagalistrikan masih timpang. [Dok CPI].
baca 10 detik
  • Investasi kelistrikan capai USD 38 miliar, masih kurang dari kebutuhan target.

  • Investasi EBT lebih rendah daripada investasi bahan bakar fosil.

  • Swasta dominasi pembiayaan, mayoritas masih ke bahan bakar fosil.

Suara.com - Climate Policy Initiative (CPI) mengungkapkan hasil kajiannya terkait investasi ketenagalistrikan di Indonesia sepanjang 2019-2023. Tercatat dalam periode itu total investasi ketenagalistrikan mencapai USD 38,02 miliar atau rata-rata USD 7,6 miliar per tahun.  

Director of CPI Indonesia, Tiza Mafira menyebut angka itu masih dari setengah kebutuhan investasi tahunan sebesar USD 19,4 miliar untuk mencapai target iklim nasional pada tahun 2030.

Secara rinci untuk rata-rata tahunan investasi energi baru terbarukan (EBT) baru menyentuh angka USD 1,79 miliar. Angka itu masih berada di bawah kebutuhan investasi tahunan sebesar USD 9,1 miliar untuk mencapai target Enhanced NDC Indonesia. 

Ilustrasi Transisi Energi, Energi Baru dan Terbarukan. [Dok Pertamina NRE].
Ilustrasi Transisi Energi, Energi Baru dan Terbarukan. [Dok Pertamina NRE].

"Meskipun Indonesia baru saja meluncurkan Second NDC dengan estimasi total kebutuhan investasi mencapai USD 472,6 miliar hingga tahun 2035, tidak ada alokasi sektoral yang secara khusus dilaporkan untuk EBT. Investasi EBT juga lebih rendah dibandingkan rata-rata tahunan investasi bahan bakar fosil yang tercatat, yaitu sebesar USD 2,55 miliar," ujar Tiza di Jakarta yang dikutip pada Senin (3/10/2025). 

Dalam kajian CPI, ditemukan investasi EBT utamanya bersumber dari domestik sebesar 55 persen dan terpusat di pembangkit listrik berbasis baseload  seperti panas bumi dan tenaga air.

Adapun, pembiayaan swasta untuk EBT mendominasi sebesar 60,4 persen, sementara pembiayaan publik mencapai 37 persen. 

Ditemukan juga, pembiayaan untuk EBT variabel (surya dan angin) mengalami tren peningkatan, dari USD 0,03 miliar pada 2019 menjadi USD 0,68 miliar pada 2023. 

"Secara keseluruhan, swasta menjadi penggerak utama pembiayaan di sektor ketenagalistrikan, dengan kontribusi sebesar 73,72 persen," kata Tiza. 

Namun demikian, dari pembiayaan swasta itu sebesar  59,25 persen dialokasikan untuk bahan bakar fosil. Sumber investasi swasta internasional yang menonjol dalam pembiayaan proyek bahan bakar fosil berasal dari Tiongkok sebesar USD 2,48 miliar, dan Korea Selatan senilai USD 1,52 miliar. 

baca juga

CPI memperkirakan, sekitar USD 10,63 miliar (lebih dari 50 persen) dari investasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara pada periode 2019–2023 tidak tercatat. 

Menurut Tiza, temuan itu  menunjukkan kesenjangan data yang signifikan dan mengindikasikan bahwa nilai investasi batu bara yang sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar. 

"Hal ini disebabkan banyak data terkait PLTU captive, yang beroperasi untuk memenuhi kebutuhan energi dari sektor industri, belum tercatat secara resmi," jelasnya. 

Berdasarkan seluruh data tersebut, CPI menyatakan masih adanya ketimpangan dalam investasi ketenagalistrikan di Indonesia.

"Bahan bakar fosil masih mendapatkan porsi investasi terbesar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan energi terbarukan," ujar Tiza. 

Adapun data ini diperoleh CPI dari melalui proses triangulasi yang menggabungkan berbagai sumber data resmi. CPI sendiri merupakan adalah organisasi analisis dan penasehat dengan keahlian mendalam di bidang keuangan dan kebijakan iklim.

CPI memiliki tujuh kantor yang tersebar di sejumlah negara seperti Afrika Selatan, Amerika Serikat, Brazil, India, Indonesia, dan Inggris. Di Indonesia, CPI berfokus untuk mendukung perjalanan transisi menuju nol emisi bersih dan ekonomi yang berketahanan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CIO Danantara Pandu Sjahrir Bantah Emiten TOBA Ikut Tender Proyek Waste-to-Energy

CIO Danantara Pandu Sjahrir Bantah Emiten TOBA Ikut Tender Proyek Waste-to-Energy

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 14:37 WIB

Penyebab Laba Bersih MedcoEnergi Turun 69 persen di Kuartal III-2025

Penyebab Laba Bersih MedcoEnergi Turun 69 persen di Kuartal III-2025

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 09:33 WIB

IHSG Naik ke 8.184 di Akhir Bulan, Pasar Saham Mulai Rebound?

IHSG Naik ke 8.184 di Akhir Bulan, Pasar Saham Mulai Rebound?

Bisnis | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 14:23 WIB

Terkini

Urutan Zodiak dari yang Paling Setia sampai Paling Gampang Selingkuh

Urutan Zodiak dari yang Paling Setia sampai Paling Gampang Selingkuh

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Pesan Jay Idzes Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Ini Baru Awal

Pesan Jay Idzes Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Ini Baru Awal

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:24 WIB

CCTV Bongkar Perampasan Motor Bersenjata Celurit di Kudus, Satu Pelaku Ditangkap

CCTV Bongkar Perampasan Motor Bersenjata Celurit di Kudus, Satu Pelaku Ditangkap

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu

Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Potensi Panas Bumi RI Melimpah hingga 24 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 11 Persen

Potensi Panas Bumi RI Melimpah hingga 24 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 11 Persen

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polda Sumut Periksa Wanita yang Bilang Eks Istri Polisi Dijual ke Wakapolda, Kasus Naik Penyidikan

Polda Sumut Periksa Wanita yang Bilang Eks Istri Polisi Dijual ke Wakapolda, Kasus Naik Penyidikan

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Debut Impresif, Irpan Siregar Antusias Jalani Peran Baru di Kendal Tornado FC

Debut Impresif, Irpan Siregar Antusias Jalani Peran Baru di Kendal Tornado FC

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Bus Terguling di Jalinsum Labusel, 4 Orang Luka Berat

Bus Terguling di Jalinsum Labusel, 4 Orang Luka Berat

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Moisturizer Some By Mi yang Hijau untuk Apa? Kenali Kandungan dan Klaimnya

Moisturizer Some By Mi yang Hijau untuk Apa? Kenali Kandungan dan Klaimnya

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Justin Hubner Meledak: Tetangga Terlalu Banyak Bicara, Sekarang Kamilah Raja ASEAN

Justin Hubner Meledak: Tetangga Terlalu Banyak Bicara, Sekarang Kamilah Raja ASEAN

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:14 WIB

×