Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Emiten Milik Sandiaga Uno SRTG Tekor Rp 2,43 Triliun di Kuartal III-2025

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 04 November 2025 | 16:23 WIB
Emiten Milik Sandiaga Uno SRTG Tekor Rp 2,43 Triliun di Kuartal III-2025
Ilustrasi saham [Shutterstock]
  • SRTG rugi bersih Rp 2,43 triliun akibat kerugian investasi saham.

  • Kerugian investasi didominasi saham blue chip dan segmen teknologi digital.

  • Aset dan ekuitas SRTG juga menurun signifikan hingga kuartal III-2025.

Suara.com - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) justru mencatatkan rugi bersih pada kuartal III-2025 sebesar Rp 2,43 triliun. Raihan ini justru berbalik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang raup untung Rp 5,21 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, torehan rugi emiten milik Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya ini disumbang dari kerugian atas investasi pada saham dan efek lainnya senilai Rp 4,3 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2025.

Capaian ini lagi-lagi berbalik dibandingakan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,02 triliun.

Sandiaga Uno bersama salah satu staf di Saritoga Investama Sedaya, Maria [Sandiaga Uno via Facebook]
Sandiaga Uno bersama salah satu staf di Saritoga Investama Sedaya, Maria [Sandiaga Uno via Facebook]

Kerugian investasi ini ditopang pada investasi di saham-saham perusahaan besar atau blue chips senilai Rp 3 triliun dan saham segmen teknologi digital dengan kerugian mencapai Rp 296,86 miliar.

Adapun, saham-saham blue chips yang dinvestasikan oleh SRTG diantaranya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO),  PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA).

Selain itu, kerugian ini disumbang dari penurunan penghasilan dividen bunga yang sebesar Rp 1,40 triliun di kuartal III-2025, turun dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp 1,66 triliun.

Sementara, jumlah aset SRTG juga alami penurunan menjadi Rp 52,84 triliun pada 30 September 2025, dibandingkan posisi 31 Desember 2024 mencapai Rp 57,84 triliun.

Sedangkan, total liabilitas atau utang juga alami penurunan menjadi Rp 3,68 triliun. Lalu, total ekuitas alami kemerosotan di Kuartal III-2025 sebesar Rp 49,13 triliun.

Dalam perdagangan hari ini, saham SRTG juga alami penurunan 2,59 persen di level Rp 1.690 per lembar saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancam Kirim Kejaksaan & KPK, Prabowo Beri Waktu 4 Tahun ke Danantara untuk 'Bersihkan' BUMN

Ancam Kirim Kejaksaan & KPK, Prabowo Beri Waktu 4 Tahun ke Danantara untuk 'Bersihkan' BUMN

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 08:03 WIB

Jor-joran Bangun Jalan Tol, Buat Operator Buntung: Pendapatan Seret, Pemeliharaan Terancam

Jor-joran Bangun Jalan Tol, Buat Operator Buntung: Pendapatan Seret, Pemeliharaan Terancam

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 16:49 WIB

Kerugian Garuda Indonesia Terbang Tinggi, Bengkak Rp2,42 Triliun

Kerugian Garuda Indonesia Terbang Tinggi, Bengkak Rp2,42 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 13:25 WIB

Terkini

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB