Kerugian Garuda Indonesia Terbang Tinggi, Bengkak Rp2,42 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 24 September 2025 | 13:25 WIB
Kerugian Garuda Indonesia Terbang Tinggi, Bengkak Rp2,42 Triliun
Penurunan kinerja ini juga tercermin pada aset perusahaan yang sedikit menyusut menjadi USD6,51 miliar. Foto ist.
baca 10 detik
  • Sepanjang semester I 2025, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan kerugian bersih sebesar USD145,57 juta atau sekitar Rp2,42 triliun. Angka ini menunjukkan pembengkakan kerugian yang signifikan, naik 41,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  •  Kerugian yang membengkak ini sejalan dengan penurunan pendapatan Garuda sebesar 4,48% menjadi USD1,54 miliar. 
  • Penurunan kinerja ini juga tercermin pada aset perusahaan yang sedikit menyusut menjadi USD6,51 miliar.

Suara.com - Kinerja keuangan raksasa maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), kembali 'terbang' ke zona merah.

Perusahaan membukukan kerugian bersih sebesar USD145,57 juta, atau sekitar Rp2,42 triliun, pada semester I 2025. Angka ini membengkak 41,37% dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun lalu.

Kerugian yang kian dalam ini sejalan dengan merosotnya pendapatan perseroan. Dalam laporan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan Garuda tercatat turun 4,48% menjadi USD1,54 miliar, atau sekitar Rp25,69 triliun, dari USD1,62 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan terbesar Garuda masih ditopang oleh segmen penumpang, yang menyumbang USD1,10 miliar. Namun, penurunan pendapatan secara keseluruhan menunjukkan adanya tekanan di sektor ini. Sementara itu, pendapatan dari pengiriman kargo dan dokumen juga ikut tertekan, hanya menyumbang USD80,39 juta.

Satu-satunya kabar baik datang dari segmen penerbangan tidak berjadwal, yang mencakup haji dan charter. Segmen ini justru tumbuh, dengan pendapatan mencapai USD205,83 juta.

Meski demikian, Garuda mencatatkan sedikit keberhasilan dalam menekan beban usaha, yang turun menjadi USD1,50 miliar. Dari sisi neraca keuangan, aset Garuda menyusut tipis menjadi USD6,51 miliar. Perusahaan juga mencatat ekuitas negatif sebesar USD1,49 miliar.

Kinerja keuangan yang memburuk ini menjadi tantangan besar bagi Garuda Indonesia. Dengan kerugian yang membengkak, manajemen harus putar otak untuk mengembalikan perusahaan ke jalur profitabilitas di tengah persaingan industri penerbangan yang ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivis Kecam Pemerintah: Pajak Rakyat Dinaikkan, Cukai Rokok Dibiarkan Stagnan

Aktivis Kecam Pemerintah: Pajak Rakyat Dinaikkan, Cukai Rokok Dibiarkan Stagnan

News | Selasa, 23 September 2025 | 18:24 WIB

Ikut Rombongan Prabowo ke AS, Bos Garuda Indonesia Lagi Nego-nego Pembelian Pesawat Boeing

Ikut Rombongan Prabowo ke AS, Bos Garuda Indonesia Lagi Nego-nego Pembelian Pesawat Boeing

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 14:09 WIB

Garuda Indonesia Stop Jalankan Rute Penerbangan yang Bikin Rugi

Garuda Indonesia Stop Jalankan Rute Penerbangan yang Bikin Rugi

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 13:25 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×