Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Was-was RUU Trump, Emas Lokal Bakal Ikut Melemah?

M Nurhadi

Minggu, 16 November 2025 | 14:58 WIB
Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Was-was RUU Trump, Emas Lokal Bakal Ikut Melemah?
Ilustarsi emas [Suara.com/ANTARA]
baca 10 detik
  • Harga emas dunia diproyeksikan bergerak fluktuatif antara US$ 3.900 hingga US$ 4.243 per troy ons.
  • Faktor penekan harga emas meliputi disahkannya RUU pendanaan Donald Trump serta kekhawatiran The Fed.
  • Tensi geopolitik, seperti penyitaan kapal tanker AS oleh Iran dan konflik Rusia-Ukraina.

Suara.com - Harga emas dunia diproyeksikan akan berada dalam rentang harga yang cukup lebar, yaitu antara US$ 3.900 per troy ons hingga US$ 4.243 per troy ons selama sepekan ke depan.

Fluktuasi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental, baik dari sisi kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) maupun tensi geopolitik global.

Menurut pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu pagi (15/11/2025) berada pada level US$ 4.084 per troy ons.

Ibrahim memprediksi bahwa jika harga mengalami kenaikan pada awal pekan, level resistance pertama kemungkinan berada di US$ 4.166. Sebaliknya, jika terjadi penurunan, support pertama diperkirakan berada di US$ 3.996.

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa pergerakan harga emas akan sangat fluktuatif dalam sepekan ke depan. Level support kedua diprediksi mencapai US$ 3.900, sementara level resistance kedua berada di US$ 4.243.

Setidaknya ada dua faktor utama yang berpotensi menekan harga emas dunia. Pertama, disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) pendanaan oleh Donald Trump yang dijadwalkan berlaku pada Senin pekan depan.

Kedua, situasi di Bank Sentral AS (The Fed) yang menghadapi kekurangan data resmi terkait pengangguran dan inflasi menyusul liburnya operasional pemerintah AS.

Kondisi minim data ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan Gubernur Bank Sentral AS mengenai waktu yang tepat untuk membahas penurunan suku bunga pada bulan Desember.

Gubernur The Fed menyatakan bahwa terlalu dini untuk membahas kebijakan penurunan suku bunga karena rilis data pemerintah AS yang resmi belum dapat dipublikasikan.

baca juga

The Fed diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih solid. Ibrahim mencatat bahwa 50% ekonom di Amerika saat ini mendukung ide penurunan suku bunga pada Desember 2025, yang akan menjadi sentimen penting bagi pasar komoditas.

Faktor Penguatan Harga: Tensi Geopolitik yang Memanas

Di sisi lain, faktor yang mendukung harga emas untuk mengalami penguatan adalah meningkatnya tensi geopolitik global, yang secara tradisional membuat emas menjadi aset lindung nilai (safe haven).

Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Garda Revolusi Iran mengonfirmasi telah menyita sebuah kapal tanker milik AS, dengan alasan melanggar hukum di laut. Peristiwa penyitaan kapal tanker AS di Teluk oleh Iran ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Selain itu, konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut dengan serangan balasan.

Pergerakan Harga Emas Lokal: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun

Sejalan dengan dinamika global, harga emas lokal di Indonesia juga menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan pantauan harga emas di laman resmi Sahabat Pegadaian pada Minggu (16/11/2025), dua produk logam mulia utama, yakni UBS dan Galeri24, kompak mengalami penurunan harga jual selama dua hari berturut-turut.

Harga jual emas Galeri24 turun dari Rp2.456.000 menjadi Rp2.413.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS juga terkoreksi ke angka Rp2.415.000 per gram dari harga semula Rp2.479.000.

Emas Galeri24 tersedia dalam kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram, sedangkan emas UBS dijual dalam kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Harga emas Antam, yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Sabtu (15/11/2025), juga mengalami penurunan signifikan sebesar Rp50.000, dari Rp2.398.000 menjadi Rp2.348.000 per gram.

Harga jual kembali (buyback) emas Antam pun anjlok ke angka Rp2.209.000 per gram. Perlu diketahui, transaksi harga jual emas dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Targetnya Emas, tapi Pelatih 'Buta' Kekuatan Lawan: Timnas U-23 Bisa Apa di SEA Games 2025?

Targetnya Emas, tapi Pelatih 'Buta' Kekuatan Lawan: Timnas U-23 Bisa Apa di SEA Games 2025?

Your Say | Minggu, 16 November 2025 | 09:38 WIB

Minta Restu Merger, GoTo dan Grab Tawarkan 'Saham Emas' ke Danantara

Minta Restu Merger, GoTo dan Grab Tawarkan 'Saham Emas' ke Danantara

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 14:12 WIB

Menuju SEA Games 2025: Tim Review Finalisasi Peta Medali Kontingen Indonesia

Menuju SEA Games 2025: Tim Review Finalisasi Peta Medali Kontingen Indonesia

Sport | Jum'at, 14 November 2025 | 13:14 WIB

Terkini

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:54 WIB

Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang

Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:51 WIB

BRI Sediakan Fasilitas Cicilan 0 Persen Hingga 12 Bulan di AZKO

BRI Sediakan Fasilitas Cicilan 0 Persen Hingga 12 Bulan di AZKO

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:50 WIB

HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra

HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD

Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:49 WIB

Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya

Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:32 WIB

×