Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Harga Bitcoin Tertekan Menuju Level Kritis, Bearish atau Peluang Akumulasi Penguatan?

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 17 November 2025 | 17:53 WIB
Harga Bitcoin Tertekan Menuju Level Kritis, Bearish atau Peluang Akumulasi Penguatan?
Warga melintas dengan latar logo Bitcoin di Terowongan Kendal. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Harga Bitcoin diperdagangkan sekitar US$95.000, kini berada di titik penentuan.
  • Dominasi Bitcoin menurun menjadi 59,37% dan Stochastic RSI menunjukkan crossover bearish.
  • Metrik fundamental MVRV Z-Score turun ke terendah 14 bulan, menandakan Bitcoin berada di wilayah undervalued historis.

Suara.com - Harga Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan di sekitar US$95.000, sebuah level psikologis yang krusial.

Penurunan harga yang stabil belakangan ini telah menghapus keuntungan yang dikumpulkan sebelumnya, memaksa raja aset kripto ini berada di titik penentuan.

Pasar kini berada dalam kondisi menunggu langkah tegas dari investor besar untuk memutuskan apakah BTC akan mampu memulihkan diri atau justru melanjutkan tren penurunannya dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi pasar saat ini ditandai oleh melemahnya dominasi Bitcoin di pasar kripto global.

Dalam beberapa pekan terakhir, dominasi BTC terus menurun, menciptakan apa yang disebut sebagai divergensi bearish yang jelas, terutama terlihat pada indikator Stochastic RSI.

  1. Penurunan Dominasi: Dominasi Bitcoin saat ini tercatat di angka 59,37%, turun signifikan dari level 65,71% yang dicapai pada bulan Juni.
  2. Crossover Bearish: Bersamaan dengan penurunan dominasi, indikator Stochastic RSI mencatat adanya crossover bearish, di mana garis D bergerak di atas garis K. Secara teknis, ini mengindikasikan adanya pergeseran kekuatan pasar yang menguntungkan tekanan jual.

Divergensi ini, ditambah dengan kondisi Relative Strength Index (RSI) yang sebelumnya sempat memasuki wilayah overbought (jenuh beli), secara kolektif menunjukkan melemahnya momentum bullish (penguatan harga).

Secara historis, kondisi teknikal seperti ini sering kali mendahului adanya koreksi harga signifikan atau pembalikan tren.

Dengan momentum yang melemah, ketidakpastian di kalangan trader meningkat mengenai kemampuan Bitcoin untuk mempertahankan level harganya saat ini.

Meskipun indikator momentum jangka pendek terlihat negatif, metrik fundamental jangka panjang memberikan sinyal yang berbeda, mengarah pada potensi pembalikan.

Metrik MVRV Z-Score Bitcoin telah turun hingga mencapai titik terendah dalam 14 bulan terakhir.

MVRV Z-Score adalah metode yang digunakan untuk menilai apakah Bitcoin sedang diperdagangkan di atas atau di bawah nilai wajarnya (fair value) berdasarkan norma historis.

Penurunan ke titik terendah 14 bulan menunjukkan bahwa BTC saat ini berada di wilayah undervalued (di bawah nilai wajar).

Secara historis, kondisi undervalued sering menandai dimulainya fase akumulasi besar. Ketika MVRV Z-Score mencapai titik rendah serupa, investor jangka panjang biasanya mulai mengakumulasi aset secara besar-besaran, yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan harga karena permintaan baru mulai masuk ke pasar.

Jika akumulasi ini meningkat di level harga saat ini, Bitcoin berpotensi mendapatkan momentum yang diperlukan untuk menstabilkan dan membalikkan tren penurunannya.

Dikutip via Pintu, Bitcoin saat ini diperdagangkan di US$95.040, berada di ambang level psikologis krusial. Penurunan harga menjadi semakin intensif setelah BTC menembus pola teknikal head and shoulders pada pekan lalu.

  • Risiko Bearish: Pola head and shoulders secara teknis merupakan formasi bearish yang menunjukkan potensi penurunan sebesar 13,6%, menempatkan target harga di US$89.407. Jika tekanan jual terus mendominasi, Bitcoin sangat mungkin tergelincir menuju US$90.000 dan mencapai target proyeksi tersebut. Kombinasi dominasi yang menurun dan crossover bearish memperkuat kemungkinan pergerakan ke bawah ini.
  • Peluang Bullish: Sisi sebaliknya, jika investor whale (investor besar) bertindak berdasarkan sinyal MVRV Z-Score dan mulai mengakumulasi pada level harga yang dinilai undervalued, Bitcoin bisa melakukan pemulihan (rebound) yang kuat menuju level US$100.000. Pemulihan yang berhasil melampaui level ini akan membatalkan tesis bearish dari pola head and shoulders, membuka jalan bagi harga untuk bergerak lebih dekat ke US$105.000.


Disclaimer: Artikel ini hanyalah analisis teknikal dan tidak dimaksudkan sebagai saran atau anjuran untuk investasi. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial yang mungkin timbul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Tengah Ambruk, Investor Disarankan Ambil Langkah Ini

Harga Bitcoin Tengah Ambruk, Investor Disarankan Ambil Langkah Ini

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 07:38 WIB

3 Altcoin Diprediksi Bakal Meroket Pasca Penguatan Harga Bitcoin US$ 105.000

3 Altcoin Diprediksi Bakal Meroket Pasca Penguatan Harga Bitcoin US$ 105.000

Bisnis | Minggu, 16 November 2025 | 18:12 WIB

Historis Harga Bitcoin Naik 96 Persen Pasca Pembatalan Shutdown Pemerintah AS

Historis Harga Bitcoin Naik 96 Persen Pasca Pembatalan Shutdown Pemerintah AS

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 11:35 WIB

Terkini

Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak

Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:32 WIB

Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:00 WIB

Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai

Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:30 WIB

Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu

Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:00 WIB

Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi

Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 07:45 WIB

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:57 WIB

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:16 WIB

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB